MaiA ai-icon

Informasi

Pelabuhan Seng Hie Pontianak: Sejarah Pelabuhan Niaga Tertua di Kota Khatulistiwa

Image Contributor: Edi Hartlim/Shutterstock

 

Pelabuhan Seng Hie merupakan salah satu kawasan bersejarah di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Berada di Jalan Sultan Muhammad, Kelurahan Benua Melayu Laut, Kecamatan Pontianak Selatan, pelabuhan ini terletak di tepian Sungai Kapuas dan memiliki luas sekitar 1.800 meter persegi. Pemerintah Kota Pontianak menyebut Seng Hie sebagai pelabuhan rakyat tertua di Kota Pontianak dan bagian penting dari sejarah perkembangan perdagangan kota.

Nama Seng Hie berasal dari Theng Seng Hie, seorang pengusaha keturunan Tionghoa yang dikenal bergerak dalam perdagangan hasil bumi. Kawasan yang awalnya berupa pangkalan niaga tersebut berkembang menjadi pelabuhan yang melayani aktivitas perdagangan dan distribusi barang. Penelitian mengenai sejarah Dermaga Seng Hie juga mencatat perannya sebagai tempat bongkar muat berbagai komoditas masyarakat.

Saat ini, Seng Hie memiliki nilai lebih dari sekadar fasilitas transportasi. Letaknya di kawasan tepian Sungai Kapuas serta kedekatannya dengan kawasan bersejarah Pontianak menjadikannya bagian dari lanskap sejarah maritim dan perdagangan kota.

Baca Juga: 8 Referensi Resto di Kota Pontianak

 

Sejarah dan Daya Tarik Pelabuhan Seng Hie

Awal Perkembangan sebagai Pangkalan Niaga

Pelabuhan Seng Hie berkembang dari sebuah pangkalan perdagangan yang berkaitan dengan aktivitas bisnis Theng Seng Hie. Pada masa perkembangannya, kawasan ini digunakan untuk aktivitas perdagangan hasil bumi dan komoditas lainnya.

Lokasinya di tepi Sungai Kapuas memiliki nilai strategis karena sungai tersebut merupakan salah satu jalur transportasi utama yang mendukung mobilitas barang dan manusia di Pontianak. Posisi Seng Hie yang dekat dengan pusat perdagangan kota turut memperkuat fungsinya sebagai titik distribusi.

Dokumen sejarah dan kajian mengenai kawasan tersebut menyebut komoditas yang pernah berkaitan dengan aktivitas perdagangan Seng Hie antara lain hasil hutan, lada, kayu, intan, emas, serta berbagai hasil bumi. Namun, jenis dan volume komoditas yang diperdagangkan berubah mengikuti perkembangan ekonomi dan sistem transportasi di Kalimantan Barat.

Perubahan pada Masa Kolonial

Aktivitas perdagangan di kawasan Seng Hie berkembang pada masa Hindia Belanda. Berdasarkan kajian sejarah lokal, pada sekitar dekade 1930-an bisnis Theng Seng Hie mengalami kemunduran. Aset di kawasan tersebut kemudian berpindah kepemilikan, sementara dermaga tetap mempunyai nilai strategis dalam aktivitas perdagangan.

Sumber sejarah lokal juga mencatat bahwa kawasan ini mengalami perubahan fungsi pada masa pendudukan Jepang. Pada periode tersebut, dermaga digunakan untuk mendukung kebutuhan transportasi dan logistik perang. Setelah Indonesia merdeka, pengelolaan kawasan kemudian berada dalam lingkup pemerintah daerah.

Pelabuhan Bersejarah di Tepian Sungai Kapuas

Salah satu daya tarik utama Pelabuhan Seng Hie adalah keterkaitannya dengan sejarah maritim Pontianak. Kawasan pelabuhan berada di tepian Sungai Kapuas dan berdekatan dengan sejumlah kawasan bersejarah, termasuk kawasan Keraton Kadriah.

Karakter tersebut membuat Seng Hie dapat dipahami sebagai bagian dari lanskap kota yang memperlihatkan hubungan antara sungai, perdagangan, dan perkembangan permukiman Pontianak. Pemerintah Kota Pontianak juga memasukkan kawasan eks Senghie dalam perencanaan kawasan pelabuhan lokal untuk orang dan barang.

 

Fungsi dan Aktivitas di Pelabuhan Seng Hie

Bongkar Muat dan Distribusi Barang

Fungsi utama Seng Hie secara historis berkaitan dengan perdagangan dan distribusi. Aktivitas bongkar muat kapal tradisional menjadi salah satu karakter kawasan ini. Penelitian akademik mengenai Dermaga Seng Hie menyebut fungsi tersebut tetap menjadi bagian dari keberadaan pelabuhan hingga masa kini.

Aktivitas perdagangan di kawasan ini juga memperlihatkan hubungan antara transportasi sungai dan kegiatan ekonomi masyarakat. Dengan demikian, Seng Hie merupakan salah satu contoh ruang perkotaan yang berkembang melalui pemanfaatan Sungai Kapuas sebagai jalur transportasi.

Nilai Wisata Sejarah dan Heritage

Pelabuhan Seng Hie juga tercatat dalam Sistem Informasi Kepariwisataan Nasional (Sisparnas) sebagai daya tarik wisata buatan atau binaan manusia. Data tersebut mencatat tahun mulai beroperasi yang tertera sebagai 1890, sementara informasi resmi pemerintah kota menekankan statusnya sebagai pelabuhan rakyat tertua di Kota Pontianak.

Bagi wisata sejarah, kawasan ini dapat menjadi bagian dari rute yang menghubungkan berbagai situs di pusat Kota Pontianak. Nilai utamanya terletak pada sejarah perdagangan dan hubungan kawasan dengan Sungai Kapuas, bukan pada fasilitas rekreasi modern.

 

Informasi Operasional

Pelabuhan Seng Hie merupakan kawasan yang memiliki fungsi transportasi dan perdagangan sehingga aktivitas di dalamnya berbeda dengan objek wisata yang memiliki jadwal kunjungan reguler.

Data Sisparnas mencatat tidak terdapat informasi jam operasional maupun harga tiket masuk yang ditetapkan dalam profil daya tarik tersebut. Sistem tersebut juga mencatat metode pemesanan langsung di lokasi dan metode pembayaran tunai. Karena aktivitas pelabuhan dapat berubah berdasarkan kebutuhan transportasi dan perdagangan, informasi terbaru sebaiknya dikonfirmasi kepada pengelola atau instansi terkait sebelum berkunjung.

Pengunjung juga perlu memahami bahwa area operasional pelabuhan bukan seluruhnya merupakan ruang wisata. Aktivitas bongkar muat dan pergerakan kendaraan atau kapal tetap harus menjadi pertimbangan keselamatan.

 

Cara Menuju Pelabuhan Seng Hie

Pelabuhan Seng Hie beralamat di Jalan Sultan Muhammad, Kelurahan Benua Melayu Laut, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Lokasinya dapat diakses melalui Jalan Tanjungpura.

Karena berada di kawasan pusat kota, lokasi ini dapat dijangkau menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi daring. Pengunjung yang mengeksplorasi kawasan pusat Pontianak juga dapat menggabungkan Seng Hie dengan destinasi sejarah dan kawasan tepian Sungai Kapuas lainnya.

 

Makna dan Nilai Sejarah

Pelabuhan Seng Hie merepresentasikan hubungan antara perdagangan, sungai, dan perkembangan perkotaan Pontianak. Keberadaannya menunjukkan bagaimana Sungai Kapuas berperan sebagai infrastruktur transportasi dan ekonomi sebelum perkembangan jaringan transportasi darat modern.

Nama Seng Hie juga menjadi pengingat terhadap kontribusi komunitas pedagang dalam perkembangan ekonomi Pontianak pada masa lalu. Kajian akademik mengenai situs ini menempatkan Seng Hie sebagai bagian dari sejarah distribusi barang dan aktivitas ekonomi masyarakat kota.

 

Tips Mengunjungi Pelabuhan Seng Hie

  • Perhatikan batas area pelabuhan. Jangan memasuki zona bongkar muat tanpa izin.
  • Utamakan keselamatan ketika berada di dekat dermaga dan tepian sungai.
  • Gunakan alas kaki yang sesuai, terutama jika ingin mengamati kawasan pelabuhan secara langsung.
  • Hindari mengganggu aktivitas perdagangan atau mengambil foto pekerja dan aktivitas tertentu tanpa izin.
  • Padukan dengan destinasi sejarah di pusat Pontianak untuk memahami konteks kawasan secara lebih menyeluruh.
  • Cek kondisi terbaru sebelum berkunjung karena fungsi dan aktivitas pelabuhan dapat berubah.

 

Rencanakan Perjalanan dengan AI Plan Your Trip dan MaiA

AI Plan Your Trip dapat digunakan untuk menyusun itinerary perjalanan di Pontianak berdasarkan durasi, minat, dan preferensi perjalanan. Pelabuhan Seng Hie dapat dimasukkan sebagai salah satu titik dalam itinerary bertema sejarah kota, perdagangan, atau wisata tepian Sungai Kapuas.

Sementara itu, MaiA dapat membantu menjawab pertanyaan mengenai destinasi di Pontianak, memberikan rekomendasi tempat yang dapat dikunjungi di sekitar kawasan, serta menyediakan informasi dan tips perjalanan.

 

Referensi

  1. https://www.goodnewsfromindonesia.id/2025/02/12/pelabuhan-seng-hie-saksi-bisu-sejarah-perdagangan-kota-pontianak
  2. https://www.amazingborneo.id/wisata-sejarah-pelabuhan-seng-hie-pontianak/
  3. https://www.scribd.com/document/693765697/SENGHIE
  4. https://pontianakpost.jawapos.com/opini/2510140021/seng-hie-bukan-sekadar-nama-pelabuhan-pontianak
  5. https://www.tionghoa.org/1221
HAL-HAL TERBAIK YANG BISA DILAKUKAN

JELAJAHI DESTINASI LAIN

INSIGHT

Ide Perjalanan

Yok Kita Tour, Serunya Telusuri Gastronomi Kalimantan Barat

Yok Kita Tour, Serunya Telusuri Gastronomi Kalimantan Barat

Menikmati Makanan Khas Pontianak, dari Choipan hingga Bingke Berendam

Menikmati Makanan Khas Pontianak, dari Choipan hingga Bingke Berendam

Mengenal Tugu Khatulistiwa Pontianak: Sejarah, Filosofi Tugu, Fakta Unik, dan Tips Berwisata

Mengenal Tugu Khatulistiwa Pontianak: Sejarah, Filosofi Tugu, Fakta Unik, dan Tips Berwisata