Image Contributor: Andrian_S/imageBROKER/Shutterstock
Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman, atau Masjid Jami' Pontianak, merupakan masjid bersejarah yang berada di Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Keberadaannya berkaitan erat dengan pembentukan Kesultanan Pontianak dan perkembangan awal Kota Pontianak.
Masjid ini berdiri di kawasan tepian Sungai Kapuas dan berdekatan dengan Istana Kadriah. Keduanya menjadi penanda pusat pemerintahan Kesultanan Pontianak pada masa awal perkembangannya. Saat ini, Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman juga menjadi salah satu bangunan cagar budaya di Kota Pontianak.
Sejarah Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman
Sejarah Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman berkaitan dengan kedatangan Syarif Abdurrahman Alkadrie di kawasan pertemuan Sungai Kapuas dan Sungai Landak. Pada 23 Oktober 1771, ia membuka kawasan permukiman yang kemudian berkembang menjadi Kota Pontianak. Pada tahap awal, tempat ibadah yang didirikan masih berupa langgar atau surau sederhana berbahan kayu.
Pada 1778, Syarif Abdurrahman Alkadrie dikukuhkan sebagai Sultan Pontianak pertama. Pusat pemerintahannya kemudian berkembang di sekitar Istana Kadriah dan Masjid Jami', menjadikan kedua bangunan tersebut bagian penting dalam sejarah Kesultanan Pontianak.
Bentuk masjid yang terlihat saat ini merupakan hasil perkembangan dan pemugaran pada masa berikutnya. Pada masa Sultan Syarif Usman Alkadrie, bangunan yang sebelumnya berupa surau kayu diperbesar agar dapat menampung lebih banyak jemaah. Masjid tersebut kemudian diberi nama Sultan Syarif Abdurrahman sebagai penghormatan kepada pendiri Kesultanan Pontianak.
Perkembangan bangunan berlanjut pada masa sultan berikutnya, termasuk perubahan dan penambahan pada struktur atap serta tiang utama. Perubahan tersebut membentuk karakter arsitektur Masjid Jami' yang masih dapat dikenali hingga sekarang.
Daya Tarik Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman
Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman memiliki nilai penting dari aspek sejarah dan arsitektur. Bangunannya juga menjadi bagian dari kawasan bersejarah Kesultanan Pontianak yang berkembang di tepian Sungai Kapuas.
1. Arsitektur Berbahan Kayu
Sebagian besar struktur Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman menggunakan kayu, termasuk kayu belian atau ulin yang banyak digunakan pada bangunan tradisional Kalimantan karena memiliki ketahanan tinggi.
Bangunan masjid memiliki denah dasar berbentuk persegi dengan struktur utama yang ditopang tiang-tiang kayu. Enam tiang berukuran besar menjadi bagian penting dari struktur ruang utama masjid.
Karakter lainnya terlihat pada penggunaan jendela dan bukaan di sejumlah sisi bangunan. Bukaan tersebut memungkinkan sirkulasi udara dan pencahayaan alami masuk ke ruang utama.
2. Atap Bertingkat
Salah satu ciri yang mudah dikenali dari Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman adalah atap bertingkat empat yang semakin mengecil ke bagian atas. Bentuk atap bertumpang merupakan karakter yang juga ditemukan pada sejumlah masjid tradisional di Nusantara.
Pada bagian bangunan terdapat pula empat menara kecil. Berdasarkan kajian mengenai arsitektur masjid, empat tingkat atap dan empat menara tersebut memiliki makna simbolis yang dikaitkan dengan empat sahabat Nabi Muhammad, yaitu Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Sementara itu, enam tiang utama dikaitkan dengan enam rukun iman.
Karakter arsitektur Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2023.
3. Bagian dari Kawasan Cagar Budaya
Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman tidak berdiri sebagai peninggalan sejarah yang terpisah dari lingkungan sekitarnya. Masjid ini berdekatan dengan Istana Kadriah Kesultanan Pontianak, yang juga memiliki hubungan langsung dengan pembentukan kota.
Pada 2019, kawasan Istana Kadriah Kesultanan Pontianak dan Masjid Jami' Pontianak ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional. Pemerintah Kota Pontianak juga menetapkan Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman sebagai cagar budaya tingkat kota pada 2021.
Kedekatan antara istana, masjid, permukiman, dan Sungai Kapuas menunjukkan pola perkembangan awal pusat pemerintahan Kesultanan Pontianak.
4. Lokasi di Tepian Sungai Kapuas
Masjid Jami' berdiri di sebelah timur Sungai Kapuas Besar. Lokasinya mencerminkan hubungan antara perkembangan Kesultanan Pontianak dan jalur transportasi sungai yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat pada masa tersebut.
Masjid ini berdiri di atas lahan sekitar 6.755 meter persegi, sedangkan bangunannya memiliki luas sekitar 1.250 meter persegi. Istana Kadriah berada tidak jauh dari kawasan masjid sehingga keduanya dapat dipahami sebagai bagian dari satu lanskap sejarah.
Baca Juga: Menikmati Makanan Khas Pontianak, dari Choipan hingga Bingke Berendam
Fungsi Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman
Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman hingga kini tetap digunakan sebagai tempat ibadah. Selain fungsi keagamaan, masjid juga menjadi lokasi sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan tradisi dan peringatan sejarah Kota Pontianak.
Kawasan masjid, misalnya, digunakan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Pontianak. Keberadaan masjid sebagai tempat ibadah sekaligus peninggalan sejarah menjadikannya bagian dari kehidupan keagamaan dan kebudayaan masyarakat setempat.
Lokasi Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman
Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman berada di Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Lokasinya berada di kawasan tepian Sungai Kapuas dan berdekatan dengan Istana Kadriah.
Karena masjid masih aktif digunakan sebagai tempat ibadah, kunjungan perlu memperhatikan waktu salat dan kegiatan keagamaan. Anda juga perlu menggunakan pakaian yang sesuai serta mengikuti ketentuan yang berlaku di kawasan masjid.
Cara Menuju Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman
Masjid dapat dicapai dari pusat Kota Pontianak melalui jalur darat menuju Kecamatan Pontianak Timur. Kendaraan pribadi, taksi, dan transportasi berbasis aplikasi dapat digunakan menuju kawasan Dalam Bugis.
Karakter Pontianak sebagai kota sungai juga membuat kawasan Masjid Jami' memiliki hubungan dengan akses melalui Sungai Kapuas. Di sekitar masjid terdapat dermaga yang hingga kini digunakan dalam sejumlah kegiatan kota berbasis sungai.
Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman merupakan bagian penting dari sejarah pembentukan Pontianak. Hubungannya dengan Kesultanan Pontianak, Istana Kadriah, dan Sungai Kapuas memperlihatkan perkembangan pusat pemerintahan, kehidupan keagamaan, serta permukiman pada masa awal kota.
Untuk menyusun perjalanan ke Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman dan destinasi lain di Pontianak, Anda dapat menggunakan AI Plan Your Trip di Indonesia Travel untuk membuat rencana perjalanan berdasarkan durasi dan destinasi yang ingin dikunjungi.
Selama perjalanan, MaiA juga dapat membantu memberikan informasi mengenai destinasi, aktivitas, dan pilihan transportasi yang dapat dipertimbangkan selama berada di Pontianak.
Sumber/Referensi:
- Pemerintah Kota Pontianak. https://www.pontianak.go.id/pontianak-hari-ini/berita/Bahasa-Melayu-Pontianak%2C-Kain-Kalengkang-dan-Arsitektur-Masjid-Jami-Resmi-Jadi-WBTb
- Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Pontianak https://disporapar.pontianak.go.id/informasi/berita/karnaval-air-momentum-refleksi-hari-jadi-kenang-asal-muasal-pontianak
- GARUDA-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/218657