Salah satu rumah adat khas suku Banjar dari Kalimantan Selatan adalah Rumah Baanjung.
Rumah tradisional ini memiliki bentuk yang unik, seperti Rumah Bubungan Tinggi, karena memiliki atap yang tinggi serta ukiran kayu yang indah.
Simak artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang Rumah Baanjung.
Serba-Serbi Rumah Baanjung
Rumah Baanjung adalah sebutan untuk rumah tradisional masyarakat suku Banjar.
Rumah tradisional ini mendapatkan namanya karena memiliki anjung, atau sayap bangunan yang menjorok di bagian kiri dan kanan bangunan utama.
Tak hanya sayap bangunan, rumah ini juga memiliki ciri khas lain seperti bentuknya yang seperti panggung dan atapnya yang curam.
Karena ciri khas tersebut, Rumah Baanjung dianggap sebagai payung dari beragam bangunan tradisional khas Banjar seperti Rumah Bubungan Tinggi.
Ciri khas tersebut jugalah yang membuat bangunan ini menjadi salah satu bukti arsitektur tradisional Banjar yang sangat penting.
Sejarah Rumah Baanjung
Sejarah Rumah Baanjung sangat berkaitan dengan perkembangan masyarakat Banjar yang memiliki hubungan sejarah yang dekat dengan Kerajaan atau Kesultanan Banjar dahulu.
Beberapa sumber penelitian arkeologi menyebutkan bahwa rumah tradisional masyarakat Banjar sudah berkembang sejak awal kerajaan tersebut berdiri.
Dalam perkembangannya sebagai rumah tradisional masyarakat Banjar, terdapat beberapa tipe bangunan yang berada di bawah payung Rumah Baanjung, di antaranya;
- Bubungan Tinggi
- Gajah Baliku
- Gajah Manyusu
- Balai Laki
- Balai Bini
- Palimasan
- Cacak Burung
- Tadah Alas
- Joglo
- Lanting
Meski begitu, seiring berjalannya waktu pembangunan rumah dalam bentung Baanjung semakin berkurang.
Terdapat beberapa faktor yang memengaruhinya seperti faktor biaya, kebutuhan lahan, hingga perubahan mode arsitektur yang membuat rumah tipe ini diganti dengan yang lebih modern.
Baca juga: Rumah Gajah Manyusu, Keunikan Arsitektur Banjar
Persebaran Rumah Baanjung
Rumah Baanjung berkembang di daerah Kalimantan Selatan. Perkembangan dan persebarannya sangat berkaitan dengan kawasan bermukim masyarakat Banjar pada masa itu yang umumnya di sepanjang sungai dan kawasan rawa pasang surut.
Bangunan ini pun kemudian tersebar ke berbagai wilayah di Kalimantan Selatan seperti Banjarmasin, Martapura, Marabahan, dan sejumlah daerah lainnya.
Bahkan, beberapa bangunan tradisional ini juga turut ditemukan di luar Kalimantan Selatan karena persebaran masyarakat Banjar pada masa lalu.
Salah satu kawasan yang terkenal karena memiliki rumah tradisional Banjar hingga saat ini adalah Telok Selong Ulu yang ada di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Di kawasan tersebut, rumah tradisional Banjar dijadikan objek pelestarian budaya, yang termasuk Rumah Bubungan Tinggi dan Gajah Baliku.
Ciri Khas Rumah Baanjung
Anjung atau sayap bangunan
Salah satu ciri yang paling mencolok dari Rumah Baanjung adalah anjung, atau bagian bangunan yang menempel di sisi kiri dan kanan rumah induk sehingga membentuk struktur seperti sayap.
Umumnya, rumah tradisional Banjar memiliki anjung kiwa di sebelah kiri dan anjung kanan untuk bagian kanan bangunan.
Adanya anjung membedakan rumah adat masyarakat Banjar ini dari rumah tradisional lainnya yang umumnya hanya memiliki satu bangunan utama.
Meski begitu, tidak semua rumah tradisional Banjar memiliki bentuk anjung yang serupa.
Kayu yang menjadi bahan konstruksi dan material
Ciri khas lainnya yang membuat rumah adat masyarakat Banjar ini begitu unik adalah bahan konstruksinya yang berupa kayu.
Penggunaan bahan kayu sebagai material utama pembangunan rumah sangat berkaitan dengan ketersediaan sumber daya alam di Kalimantan serta kemampuannya sebagai bahan konstruksi rumah panggung.
Bahan kayu yang digunakan dalam pembangunan rumah ini adalah kayu ulin. Kayu ulin dipilih karena memiliki ketahanan yang tinggi terhadap cuaca serta kondisi alam.
Rumah yang berbentuk panggung
Ciri khas lain dari rumah tradisional Banjar adalah bangunannya yang berbentuk panggung.
Bentuk bangunan ini sangat berkaitan dengan kondisi lingkungan Kalimantan Selatan yang memiliki kawasan rawa serta sungai yang mudah terpengaruh pasang surut sungai.
Baca juga: Rumah Balai Laki
Cerminan Rumah Baanjung Terhadap Masyarakat Banjar
Segi budaya dan kepercayaan
Dari segi budaya dan kepercayaan, Rumah Baanjung mencerminkan hubungan kehidupan masyarakat banjar dengan lingkungan di sekitarnya.
Hal tersebut terlihat dari arsitektur dan lingkungan tempat masyarakat Banjar tinggal yang turut mencerminkan struktur sosial serta kepercayaan di masa itu.
Bentuk rumah panggung merupakan bukti adaptasi masyarakat Banjar terhadap lingkungan rawa dan sungai. Di sisi lain, pembagian ruang rumah juga menunjukkan adanya pengaturan fungsi domestik dan sosial.
Secara historis, perkembangan budaya Banjar juga mengalami proses Islamisasi yang kuat.
Hal ini turut tercermin dalam unsur tata ruang, penggunaan bangunan, dan ornamen rumah tradisional Banjar yang perkembangannya dilandasi tradisi Islam.
Segi seni dan kerajinan
Ornamen yang terpampang serta kayu yang menjadi bahan utama pembangunan rumah juga mencerminkan kedekatan masyarakat Banjar dengan arsitektur dan seni ukir kayu.
Anda dapat menemukan ornamen di bagian tertentu bangunan, seperti dinding, pagar, hingga interior rumah.
Umumnya, motif tumbuhan menjadi salah satu bentuk ukiran yang digunakan dalam Rumah Baanjung.
Jika Anda tertarik berkunjung ke Kalimantan Selatan untuk melihat Rumah Baanjung khas masyarakat Banjar secara langsung, Rencanakan Perjalanan Anda di Indonesia Travel untuk menyusun itinerary sesuai dengan destinasi dan durasi liburan yang Anda mau.
Manfaatkan juga MaiA, asisten perjalanan dari Indonesia Travel, untuk mendapatkan rekomendasi tempat wisata, aktivitas, hingga tips perjalanan ke Kalimantan Selatan agar pengalaman menjelajahi Indonesia menjadi lebih mudah dan berkesan.
Referensi
- https://repositori.kemendikdasmen.go.id/29784/2/RUMAH-RUMAH%20ADAT%20BANJAR%20BAHARI.pdf
- https://ejournal.brin.go.id/nw/article/download/5717/4166
- https://banhub.kalselprov.go.id/page/wg/anjungan-kalimantan-selatan/322/732_Rumah-Adat-Bubungan-Tinggi
- https://simdapokbud.banjarkab.go.id/objek-budaya/cagar-budaya/66