Museum Rakyat Hulu Sungai Selatan merupakan salah satu destinasi budaya penting di Kalimantan Selatan yang berperan sebagai ruang pelestarian sejarah perjuangan dan kebudayaan masyarakat Banjar. Kehadirannya menjadi jembatan antara generasi masa kini dengan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pendahulu, khususnya di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Sebagai museum umum bertipe B, Museum Rakyat Hulu Sungai Selatan tidak hanya menyimpan benda-benda bersejarah, tetapi juga menghadirkan narasi perjalanan sosial, budaya, dan perjuangan rakyat daerah. Museum ini menjadi sarana edukatif yang relevan bagi pelajar, peneliti, maupun wisatawan yang ingin memahami identitas lokal Kalimantan Selatan secara lebih mendalam.
Sejarah Museum Rakyat Hulu Sungai Selatan
Museum Rakyat Hulu Sungai Selatan diresmikan pada 31 Desember 2015 melalui alih fungsi Gedung Juang ALRI Divisi IV. Gedung bersejarah ini sebelumnya merupakan simbol perjuangan rakyat dan telah diresmikan pada 15 Agustus 1996 oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut. Perubahan fungsi gedung menjadi museum dilakukan sebagai upaya konkret pemerintah daerah untuk melestarikan nilai sejarah perjuangan tersebut.
Peresmian museum dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan saat itu, sebagai wujud komitmen daerah dalam menjaga warisan sejarah. Transformasi Gedung Juang menjadi museum memberikan makna baru, menjadikannya ruang edukasi publik yang berkelanjutan.
Museum Rakyat Hulu Sungai Selatan adalah museum umum yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan dikelola oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Museum ini telah terdaftar secara resmi dengan Nomor Pendaftaran Nasional Museum (NPNM) 63.06.U.04.0073, menandakan pengakuannya sebagai lembaga pelestarian budaya yang sah secara nasional.
Dengan tipe B, museum ini memiliki peran strategis dalam mengelola koleksi sejarah dan budaya dalam skala kabupaten. Museum ini menjadi pusat dokumentasi dan pembelajaran mengenai perjuangan rakyat, kehidupan sosial, serta kearifan lokal masyarakat Hulu Sungai Selatan.
Koleksi Museum Rakyat Hulu Sungai Selatan
Museum Rakyat Hulu Sungai Selatan menyimpan sekitar 143 koleksi yang mencerminkan sejarah perjuangan, budaya, dan kehidupan masyarakat setempat. Koleksi tersebut mencakup senjata tradisional dan modern, perlengkapan adat, serta benda-benda ritual dan kesenian.
Beberapa koleksi unggulan antara lain Parang Nabur Lais, Parang Katana II, Cemeti (Jimat), Pipisauan Laki, Senapan Dum-Duman, Pistol VOC, serta berbagai perlengkapan penginangan khas Banjar dan Jawa. Koleksi alat musik tradisional seperti Gandang Limpat juga memperkaya narasi budaya yang disajikan museum.
Visi dan Misi
Visi Museum Rakyat Hulu Sungai Selatan adalah terwujudnya peran museum sebagai pelestari nilai sejarah dan budaya di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Visi ini menjadi dasar dalam setiap aktivitas pengelolaan dan pengembangan museum.
Misinya mencakup pelestarian benda peninggalan sejarah perjuangan dan budaya masyarakat lokal, penyediaan informasi sejarah dan budaya, serta penguatan fungsi museum sebagai sumber belajar dan pendidikan karakter bangsa. Museum ini juga berupaya meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap nilai-nilai luhur, semangat juang, dan kearifan lokal.
Museum Rakyat Hulu Sungai Selatan bukan sekadar tempat penyimpanan benda bersejarah, melainkan ruang refleksi tentang jati diri dan perjalanan masyarakat Banjar. Museum ini menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna, sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan budaya.
Sebagai destinasi edukatif dan budaya, museum ini cocok dikunjungi oleh wisatawan solo, rombongan persahabatan, maupun keluarga. Dengan suasana yang informatif dan koleksi yang beragam, Museum Rakyat Hulu Sungai Selatan menjadi tempat ideal untuk mengenal sejarah lokal secara mendalam dan inspiratif.