MaiA ai-icon

Informasi

Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Ikon Wisata Religi di Banjarmasin

Image Contributor: Danesh Production/imageBROKER/Shutterstock



Masjid Raya Sabilal Muhtadin adalah masjid bersejarah yang berada di Jalan Jenderal Sudirman No. 1, Kelurahan Antasan Besar, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Masjid ini merupakan salah satu masjid terbesar di Kalimantan Selatan dan berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan Islam di Kota Banjarmasin.

 

Latar Belakang dan Asal Nama

Nama Sabilal Muhtadin diambil dari judul kitab karya Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari (1710–1812), ulama besar asal Martapura yang dikenal dengan gelar Datu Kalampayan, berjudul lengkap Sabilal Muhtadin Fi Syarh al-Muqaddimah Al-Jazariyah. Pemberian nama ini merupakan penghormatan atas jasanya dalam mengembangkan ajaran Islam di wilayah Kesultanan Banjar, yang kini menjadi Provinsi Kalimantan Selatan.

 

Perkembangan dari Masjid Raya Banjarmasin

Masjid Raya Sabilal Muhtadin sebelumnya dikenal dengan nama Masjid Raya Banjarmasin. Menurut catatan sejarah, cikal bakal bangunan masjid ini sudah ada sejak lama, dan pada tahun 1850 mengalami perluasan di bawah kepemimpinan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari. Memasuki dekade 1960-an, masjid ini mengalami renovasi besar dan mulai dikenal dengan nama Sabilal Muhtadin.

 

Rencana pembangunan masjid raya yang baru dan lebih monumental mulai digagas sekitar tahun 1970-1974, atas prakarsa Gubernur Kalimantan Selatan saat itu. Peletakan tiang pertama diresmikan oleh Gubernur Soebardjo pada 10 November 1974.

 

Masjid ini dibangun di atas lahan bekas Benteng Tatas (Fort van Tatas), benteng pertahanan peninggalan pemerintah kolonial Belanda.

Pembangunan berlangsung selama beberapa tahun. Masjid ini pertama kali digunakan untuk kepentingan umum pada pelaksanaan salat Idul Adha tanggal 31 Oktober 1979, dan diresmikan secara resmi oleh Presiden Soeharto pada 9 Februari 1981.

Renovasi

Pada tahun 2009, di bawah kepemimpinan Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin, masjid ini menjalani renovasi besar dengan anggaran sekitar Rp 37 miliar. Renovasi mencakup perbaikan sejumlah bagian bangunan, termasuk kubah utama, mengingat sejumlah elemen bangunan dinilai sudah tidak prima akibat faktor usia.

Renovasi tersebut tidak mengubah bentuk asli bangunan, meskipun sempat muncul wacana perluasan pelataran dan pemasangan atap payung elektrik menyerupai Masjid Nabawi pada 2015. Perbaikan elemen dekoratif juga berlangsung pada awal 2026, ketika kaligrafi nama masjid yang sempat tampak biru akibat stiker pelindung selama perbaikan dikembalikan ke warna aslinya, yaitu putih, menjelang Ramadan 1447 Hijriah.

 

Baca juga: 10 Hal Terbaik di Banjarmasin: Pasar Terapung dan Wisata Sungai

Berdiri di Tepi Sungai Martapura

Masjid Raya Sabilal Muhtadin berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman No. 1, Kelurahan Antasan Besar, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Bangunan masjid berdiri di tepi barat Sungai Martapura, sehingga posisinya berdekatan dengan aliran sungai yang menjadi salah satu ciri khas geografi Kota Banjarmasin. Lokasinya berada di pusat kota dan mudah diakses, menjadikan masjid ini salah satu landmark utama Banjarmasin.

 

Arsitektur dan Daya Tarik

Struktur Bangunan

Masjid Raya Sabilal Muhtadin memiliki luas bangunan sekitar 5.250 meter persegi dan mampu menampung sekitar 15.000 jemaah, terbagi menjadi 7.500 orang di ruang dalam dan 7.500 orang di area halaman. Bangunan ini dikelilingi lima menara, terdiri atas satu menara utama setinggi 45 meter dan empat menara lainnya dengan tinggi masing-masing 21 meter.

Kubah utama masjid berdiameter sekitar 38 meter, berwarna emas, dan terbuat dari bahan aluminium sheet Kalcolor yang ditopang kerangka baja, sementara kubah-kubah kecil di menara memiliki diameter sekitar 5-6 meter.

Dinding, lantai, menara, dan area plaza masjid dilapisi batu pualam (marmer), sedangkan ruang wudu menggunakan bahan porselen dan area plaza menggunakan keramik. Gaya arsitektur masjid ini menggabungkan unsur arsitektur Timur Tengah dengan sentuhan kearifan lokal Kalimantan Selatan.

Ornamen dan Kaligrafi

Interior masjid dihiasi elemen kaligrafi Arab yang memuat ayat-ayat Al-Qur'an, Asmaulhusna (99 nama keagungan Allah), lafaz Allah, lafaz Nabi Muhammad, serta nama empat khalifah utama dalam Islam. Kaligrafi ini diukir pada bahan tembaga berwarna gelap dan ditulis dalam berbagai gaya khat, yaitu Naskhi, Diwani, Riqah, Tsulus, dan Kufik.

Elemen kaligrafi tersebut dipadukan dengan motif hias berbentuk tumbuh-tumbuhan (floral) yang khas Kalimantan, sebagai bagian dari tradisi seni hias pada bangunan masjid di berbagai belahan dunia yang menghindari penggambaran figur manusia atau hewan.

Konsep Estetika dan Filosofi Desain

Perancangan elemen hias Masjid Raya Sabilal Muhtadin didasarkan pada tiga pokok pijakan konseptual, yaitu menumbuhkan rasa keagamaan yang lebih dalam bagi jemaah, menghadirkan ornamen dekoratif yang selaras dan fungsional dengan arsitektur masjid, serta menampilkan ciri khas atau identitas yang mencerminkan kekayaan budaya lingkungan Kalimantan. Ketiga prinsip ini menjadi dasar pemilihan bentuk kaligrafi, motif hias, dan tata ruang interior masjid.

Nilai Sejarah dan Simbolisme

Pemilihan nama Sabilal Muhtadin bukan sekadar penamaan, melainkan bentuk penghormatan formal terhadap warisan keilmuan Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari, tokoh ulama yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah penyebaran Islam di Kalimantan Selatan sejak abad ke-18. Posisi bangunan masjid yang berdiri di atas lahan bekas Benteng Tatas, peninggalan pertahanan kolonial Belanda, menjadikan masjid ini sekaligus sebagai penanda transformasi ruang kota dari fungsi militer kolonial menjadi pusat spiritual masyarakat Muslim Kalimantan Selatan.

Fungsi Sosial dan Keagamaan

Selain digunakan untuk pelaksanaan salat berjemaah, Masjid Raya Sabilal Muhtadin secara rutin menjadi tempat penyelenggaraan majelis taklim dan peringatan hari besar Islam. Dalam sejarahnya, kegiatan majelis taklim di masjid ini pernah diisi oleh sejumlah ulama, termasuk K.H. Ahmad Bakeri dan K.H. Ahmad Zuhdiannoor.

Kompleks masjid juga menjadi lokasi berdirinya sejumlah lembaga, antara lain Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Selatan, Kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Kantor Badan Wakaf Indonesia, serta Kantor Badan Arbitrase Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (BASYARNAS-MUI).

Fasilitas Pendidikan dan Kelembagaan

Di kompleks Masjid Raya Sabilal Muhtadin turut dikembangkan Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Sabilal Muhtadin, mencakup jenjang Taman Kanak-Kanak Islam (1987), Sekolah Dasar Islam (1988), Sekolah Menengah Pertama Islam (1992), dan Sekolah Menengah Atas Islam (1999). Bangunan PAUD, SD, dan SMP berada di area kompleks masjid, sementara SMA, SMK, dan Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STIKIP) Sabilal Muhtadin berlokasi di Kompleks Malkon Temon, Jalan Sultan Adam, Banjarmasin.

Menariknya, pada tahun 2025, Masjid Raya Sabilal Muhtadin ditetapkan sebagai Pemenang 1 kategori Masjid Raya Percontohan dalam Program Anugerah Masjid Percontohan dan Ramah (AMPeRa), yang diselenggarakan oleh Seksi Kemasjidan, Bidang Urusan Agama dan Bina Syariah, Direktorat Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia. Pengakuan ini menegaskan posisi masjid sebagai salah satu rujukan pengelolaan masjid raya di tingkat nasional.

Masjid Raya Sabilal Muhtadin dapat menjadi salah satu destinasi menarik bagi Anda yang ingin menikmati wisata religi di Kalimantan Selatan. Jika masih kesulitan menyusun perjalanan di Banjarmasin maupun wilayah sekitarnya, manfaatkan AI Plan Your Trip untuk membuat itinerary berdasarkan durasi dan preferensi Anda. Berbagai informasi seputar destinasi, lokasi, akses, waktu terbaik untuk berkunjung, hingga hal menarik lainnya juga dapat ditanyakan kepada MaiA agar perjalanan terasa lebih praktis dan terencana.



Referensi:

HAL-HAL TERBAIK YANG BISA DILAKUKAN

JELAJAHI DESTINASI LAIN

INSIGHT

Ide Perjalanan

Rumah Gajah Manyusu, Keunikan Arsitektur Banjar

Rumah Gajah Manyusu, Keunikan Arsitektur Banjar

Rumah Balai Laki

Rumah Balai Laki

Balian

Balian