Kalimantan Selatan
Kalimantan Selatan adalah sebuah provinsi yang kaya akan budaya dan tradisi Banjar. Dengan kota ibu kota Banjarmasin, provinsi ini dikenal sebagai "Kota Seribu Sungai" karena banyaknya sungai yang men
Kalimantan Selatan merupakan provinsi di bagian tenggara Pulau Kalimantan yang dikenal sebagai pusat kebudayaan Banjar, memiliki jaringan sungai yang luas, serta menjadi pintu gerbang menuju kawasan Pegunungan Meratus yang kaya keanekaragaman hayati dan budaya. Provinsi ini juga menyimpan warisan sejarah, tradisi masyarakat sungai, serta kuliner khas hasil perpaduan budaya Banjar, Dayak, dan komunitas lain, menjadikannya wilayah dengan identitas budaya yang kuat di Indonesia.
Fakta Singkat Kalimantan Selatan
- Ibu kota: Banjarbaru
- Letak: Bagian tenggara Pulau Kalimantan
- Luas wilayah: Sekitar 38.744 km²
- Jumlah wilayah administratif: 11 kabupaten dan 2 kota
- Suku asli: Banjar, Dayak Meratus, dan Bakumpai
- Bahasa daerah: Bahasa Banjar dan berbagai bahasa Dayak
- Ikon budaya: Pasar terapung, kain Sasirangan, dan Rumah Bubungan Tinggi
Di Mana Kalimantan Selatan Berada?
Provinsi Kalimantan Selatan berada di bagian tenggara Pulau Kalimantan. Wilayah ini berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Tengah di sebelah barat, Kalimantan Timur di sebelah utara, Selat Makassar di sebelah timur, serta Laut Jawa di sebelah selatan.
Secara geografis, Kalimantan Selatan memiliki bentang alam yang beragam, meliputi:
- Dataran rendah yang dialiri banyak sungai.
- Kawasan rawa dan lahan basah.
- Pesisir yang menghadap Laut Jawa dan Selat Makassar.
- Pegunungan Meratus yang membentang dari utara hingga selatan.
Keberadaan Sungai Barito, Sungai Martapura, dan sejumlah sungai besar lainnya menjadikan transportasi air sebagai bagian penting dalam perkembangan sejarah dan kehidupan masyarakat Banjar.
Pemerintahan dan Wilayah Administratif
Sejak tahun 2022, Banjarbaru resmi menjadi ibu kota Kalimantan Selatan, menggantikan Banjarmasin berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2022.
Sementara itu, Banjarmasin tetap berperan sebagai pusat perdagangan, jasa, dan kegiatan ekonomi terbesar di provinsi ini.
Saat ini, Kalimantan Selatan terdiri atas 13 wilayah administratif, yaitu:
Kabupaten:
- Balangan
- Banjar
- Barito Kuala
- Hulu Sungai Selatan
- Hulu Sungai Tengah
- Hulu Sungai Utara
- Kotabaru
- Tabalong
- Tanah Bumbu
- Tanah Laut
- Tapin
Kota:
- Banjarbaru
- Banjarmasin
Pembagian wilayah tersebut mencerminkan karakter geografis yang beragam, mulai dari kawasan pesisir, daerah aliran sungai, hingga pegunungan.
Sejarah Singkat Kalimantan Selatan
Wilayah Kalimantan Selatan telah lama menjadi bagian dari jalur perdagangan di Nusantara, terutama melalui jaringan sungai yang menghubungkan pedalaman dengan wilayah pesisir.
Pada abad ke-16, berdiri Kesultanan Banjar, yang berkembang sebagai salah satu kerajaan Islam penting di Pulau Kalimantan. Kesultanan ini berperan dalam perdagangan hasil hutan, lada, dan berbagai komoditas lainnya dengan pedagang dari Nusantara maupun mancanegara.
Pada masa kolonial, wilayah Kalimantan Selatan berada di bawah pemerintahan Hindia Belanda sebelum menjadi bagian dari Republik Indonesia setelah kemerdekaan pada tahun 1945.
Hingga kini, peninggalan sejarah Kesultanan Banjar masih dapat ditemukan melalui situs budaya, masjid bersejarah, makam sultan, serta tradisi masyarakat Banjar yang terus dilestarikan.
Suku dan Budaya Kalimantan Selatan
Budaya Kalimantan Selatan berkembang dari perpaduan berbagai kelompok etnis, dengan Suku Banjar sebagai kelompok masyarakat terbesar. Ada juga komunitas Dayak Meratus, Bakumpai, Jawa, Bugis, dan etnis lainnya yang turut membentuk keberagaman budaya di provinsi ini.
Suku Asli Kalimantan Selatan
Beberapa suku yang telah lama mendiami wilayah Kalimantan Selatan antara lain:
- Suku Banjar, yang banyak menetap di kawasan pesisir dan sepanjang aliran sungai.
- Dayak Meratus, yang tinggal di kawasan Pegunungan Meratus dan masih mempertahankan berbagai tradisi adat.
- Bakumpai, komunitas yang mendiami daerah sepanjang Sungai Barito dan memiliki hubungan budaya dengan masyarakat Banjar maupun Dayak.
Keberagaman tersebut tercermin dalam bahasa, adat istiadat, kesenian, hingga kuliner khas daerah.
Pakaian Adat Kalimantan Selatan
Salah satu pakaian adat Kalimantan Selatan yang dikenal luas adalah Baamar Galung Pancar Matahari, busana adat pengantin masyarakat Banjar yang digunakan dalam upacara pernikahan tradisional.
Selain itu, Kalimantan Selatan juga terkenal dengan kain Sasirangan, kain tradisional bercorak khas yang dibuat menggunakan teknik jelujur dan pewarnaan ikat celup.
Sasirangan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia dan menjadi salah satu identitas budaya masyarakat Banjar.
Baca Juga: Babaju Kun Galung Pacinan: Busana Khas Banjar yang Unik
Rumah Adat Bubungan Tinggi
Rumah Bubungan Tinggi merupakan rumah adat tradisional masyarakat Banjar yang memiliki atap curam menjulang tinggi. Dahulu, rumah ini menjadi tempat tinggal kalangan bangsawan dan keluarga Kesultanan Banjar.
Arsitekturnya dirancang untuk menyesuaikan kondisi lingkungan tropis, dengan penggunaan material kayu serta konstruksi yang memungkinkan sirkulasi udara berjalan baik.
Budaya Sungai
Sungai memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Kalimantan Selatan. Sejak dahulu, sungai dimanfaatkan sebagai jalur transportasi, pusat perdagangan, hingga ruang interaksi sosial.
Tradisi tersebut masih dapat dijumpai melalui keberadaan pasar terapung, penggunaan jukung (perahu tradisional), serta permukiman yang berkembang di sepanjang bantaran sungai.
Destinasi Wisata Utama di Kalimantan Selatan
Kalimantan Selatan menawarkan beragam destinasi yang memadukan wisata alam, budaya, dan sejarah. Beberapa di antaranya telah menjadi ikon provinsi ini.
1. Pasar Terapung Lok Baintan
Pasar Terapung Lok Baintan di Kabupaten Banjar merupakan salah satu pasar tradisional yang masih mempertahankan budaya perdagangan di atas sungai.
Aktivitas jual beli dilakukan menggunakan jukung, yaitu perahu kayu tradisional yang menjadi sarana transportasi masyarakat Banjar sejak lama.
Pengunjung dapat menemukan berbagai komoditas lokal, seperti:
- Buah-buahan dan sayuran.
- Ikan air tawar.
- Kue tradisional Banjar.
- Kerajinan tangan.
Pasar ini umumnya mulai beroperasi pada pagi hari dan menjadi salah satu simbol budaya sungai di Kalimantan Selatan.
Baca Juga: Berwisata Menyusuri Kemegahan Jembatan Barito
2. Pegunungan Meratus
Pegunungan Meratus membentang dari utara hingga selatan Kalimantan Selatan dan menjadi kawasan penting bagi keanekaragaman hayati Pulau Kalimantan. Wilayah ini merupakan habitat berbagai flora dan fauna endemik serta tempat tinggal masyarakat adat Dayak Meratus.
Pada tahun 2025, kawasan Geopark Meratus ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark, sebagai pengakuan atas nilai geologi, keanekaragaman hayati, dan warisan budayanya.
Aktivitas yang dapat dilakukan di kawasan ini antara lain:
- Trekking dan pendakian.
- Mengunjungi desa adat Dayak Meratus.
- Menikmati air terjun dan sungai alami.
- Mengamati flora dan fauna khas hutan hujan tropis.
3. Taman Hutan Raya Sultan Adam
Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam merupakan kawasan konservasi yang berada di Kabupaten Banjar dan Tanah Laut.
Kawasan ini memiliki hutan tropis, waduk, air terjun, serta jalur pendakian yang banyak dimanfaatkan untuk kegiatan edukasi dan wisata alam.
4. Pulau Kembang
Pulau Kembang merupakan pulau kecil di tengah Sungai Barito yang dikenal sebagai habitat monyet ekor panjang (Macaca fascicularis).
Selain wisata alam, pulau ini juga memiliki kelenteng yang menjadi tempat ibadah sekaligus tujuan wisata budaya.
Kuliner Khas Kalimantan Selatan
Kuliner Kalimantan Selatan didominasi oleh hidangan berbahan ikan sungai, rempah-rempah, dan santan yang mencerminkan budaya masyarakat Banjar.
Beberapa makanan khas yang populer antara lain:
- Soto Banjar, sup ayam berkuah bening yang disajikan dengan ketupat atau lontong, perkedel, dan telur rebus.
- Ketupat Kandangan, ketupat yang disajikan bersama ikan haruan (gabus) asap dan kuah santan berbumbu.
- Gangan Humbut, masakan berbahan umbut atau batang muda kelapa yang dimasak dengan kuah santan.
- Haruan Masak Habang, ikan gabus yang dimasak menggunakan bumbu merah khas Banjar.
- Bingka Banjar, kue tradisional bercita rasa manis dengan tekstur lembut yang sering disajikan pada acara adat maupun hari besar.
Oleh-Oleh Khas Kalimantan Selatan
Selain kuliner, Kalimantan Selatan memiliki berbagai produk kerajinan yang mencerminkan identitas budaya daerah.
Beberapa oleh-oleh khas yang banyak dicari antara lain:
- Kain Sasirangan, kain tradisional bermotif khas Banjar.
- Anyaman rotan.
- Kerajinan kayu ulin.
- Amplang ikan.
- Kopi lokal Kalimantan Selatan.
- Aneka kue tradisional Banjar.
Produk-produk tersebut dapat ditemukan di sentra kerajinan, pasar tradisional, maupun toko oleh-oleh di Banjarbaru dan Banjarmasin.
Setiap daerah di Kalimantan Selatan menawarkan pengalaman yang berbeda, mulai dari menyusuri pasar terapung, mengenal budaya Banjar, hingga menjelajahi bentang alam Pegunungan Meratus. Rencanakan Perjalanan Anda sesuai destinasi dan durasi liburan yang Anda miliki, atau tanyakan langsung rekomendasi destinasi, aktivitas, dan itinerary yang lebih personal kepada MaiA agar sesuai dengan preferensi Anda.
Referensi
- Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia – https://www.kemendagri.go.id/
- Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Selatan – https://kalsel.bps.go.id/
- Website Resmi Kalimantan Selatan - https://kalselprov.go.id
- UNESCO Global Geoparks – https://www.unesco.org/en/iggp/geoparks
- Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia – https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/
- Meratus Geopark - https://meratusgeopark.org