MaiA ai-icon

Informasi

Macan Dahan: Kucing Hutan Sumatra dan Kalimantan

Macan dahan yang hidup di Sumatra dan Kalimantan memiliki nama ilmiah Neofelis diardi dan secara internasional dikenal sebagai Sunda clouded leopard.

Spesies ini berbeda dari macan dahan daratan Asia, Neofelis nebulosa. Pemisahan keduanya didasarkan pada perbedaan genetik, kromosom, bentuk tengkorak, dan pola bulu.

 

Ciri-Ciri Macan Dahan

Macan dahan Sunda merupakan anggota famili Felidae berukuran sedang. IUCN Cat Specialist Group mencatat berat tubuhnya sekitar 11–25 kilogram, panjang tubuh 60–108 sentimeter, serta ekor 61–91 sentimeter.

Ekor yang panjang dan kaki yang kuat membantu pergerakannya di lingkungan berhutan. Nama "macan dahan" berkaitan erat dengan kemampuannya menggunakan pepohonan sebagai bagian dari ruang hidupnya.

Namun, satwa ini tidak sepenuhnya hidup di atas pohon karena juga bergerak dan berburu di permukaan tanah.

1. Pola Bulu Menyerupai Awan

Tubuh Neofelis diardi memiliki bercak besar yang menyerupai bentuk awan dengan tepi gelap. Dibandingkan Neofelis nebulosa, warna dasar bulunya cenderung lebih gelap dan pola awannya mempunyai karakter yang berbeda.

Pola tersebut berfungsi sebagai kamuflase ketika satwa bergerak di antara vegetasi hutan dengan kombinasi cahaya dan bayangan.

2. Ekor Panjang dan Kemampuan Memanjat

Macan dahan memiliki ekor panjang yang membantu menjaga keseimbangan. Kaki belakang dan persendiannya juga sangat fleksibel sehingga mendukung aktivitas memanjat, termasuk menuruni batang pohon dengan kepala lebih dahulu.

Meskipun dikenal sebagai pemanjat yang baik, penelitian lapangan menunjukkan perilakunya lebih kompleks daripada anggapan bahwa macan dahan sepenuhnya arboreal.

3. Gigi Taring Relatif Panjang

Salah satu karakter anatominya adalah gigi taring yang sangat panjang dibandingkan ukuran tengkoraknya. Pada Neofelis diardi, struktur tersebut mendukung fungsi sebagai predator yang memangsa berbagai vertebrata di hutan.

Baca Juga: Kenali Tapir Asia, Hewan Unik yang Terancam Punah

 

Habitat dan Persebaran Macan Dahan

Macan dahan Sunda secara alami hanya ditemukan di Sumatra dan Kalimantan/Borneo. IUCN Cat Specialist Group membedakan dua subspesies, yaitu Neofelis diardi diardi di Sumatra dan Kepulauan Batu serta Neofelis diardi borneensis di Kalimantan.

Habitat utamanya adalah kawasan berhutan. Cat Specialist Group mencatat spesies ini dapat ditemukan di hutan primer maupun kawasan hutan yang telah mengalami perubahan, meskipun keberadaan hutan yang luas dan terhubung tetap penting bagi kelangsungan populasinya.

1. Persebaran di Sumatra

Di Sumatra, macan dahan tercatat antara lain di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Dokumentasi KSDAE memasukkannya sebagai salah satu mamalia penting yang ditemukan di taman nasional tersebut.

Survei kamera jebak di Taman Nasional Gunung Leuser pada 2023 juga merekam keberadaan Neofelis diardi, menunjukkan bahwa spesies ini masih menghuni sebagian bentang hutan utara Sumatra.

2. Persebaran di Kalimantan

Di Kalimantan, spesies ini ditemukan di berbagai bentang hutan, termasuk kawasan Wehea-Kelay di Kalimantan Timur.

KSDAE mencatat macan dahan bersama orangutan Kalimantan, beruang madu, rusa sambar, dan berbagai satwa lainnya dalam bentang alam tersebut.

Distribusinya tidak berarti satwa mudah dijumpai. Macan dahan memiliki kepadatan populasi rendah dan perilaku yang sulit diamati langsung.

 

Makanan dan Perilaku Macan Dahan

Macan dahan Sunda adalah karnivora yang memangsa vertebrata darat maupun arboreal. Catatan ekologis menyebut mangsanya dapat mencakup kijang, kancil, babi berjanggut, musang, primata, burung, ikan, dan landak.

Pengetahuan mengenai perilakunya di alam masih terbatas karena satwa ini sulit diamati. Anggapan lama bahwa macan dahan sepenuhnya nokturnal juga tidak sepenuhnya tepat. Data menunjukkan aktivitas dapat terjadi pada malam maupun siang hari.

Macan dahan umumnya dianggap hidup soliter, kecuali ketika berkembang biak atau ketika induk betina bersama anaknya.

 

Status Konservasi Macan Dahan

IUCN Cat Specialist Group mencatat Neofelis diardi berstatus Vulnerable atau Rentan, dengan tren populasi menurun. Kedua subspesiesnya bahkan dinilai berstatus Endangered.

Di Indonesia, Neofelis diardi juga termasuk satwa yang dilindungi. Nama spesies ini tercantum dalam daftar jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi pada regulasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

 

Ancaman terhadap Macan Dahan

Ancaman utama terhadap macan dahan berkaitan dengan perubahan habitat serta eksploitasi satwa liar.

1. Kehilangan dan Fragmentasi Hutan

Pembukaan hutan untuk pertanian, perkebunan, permukiman, infrastruktur, serta kegiatan lain dapat mengurangi luas habitat dan memutus hubungan antarkawasan hutan. Kondisi tersebut juga mengurangi ketersediaan satwa mangsa.

Fragmentasi menjadi penting karena macan dahan memerlukan bentang habitat yang relatif luas untuk bergerak dan mendapatkan makanan.

2. Perburuan dan Perdagangan Ilegal

Macan dahan juga menghadapi risiko perburuan untuk kulit maupun bagian tubuh lainnya. Selain perburuan langsung, satwa dapat menjadi korban perangkap yang sebenarnya dipasang untuk jenis lain.

Perdagangan internasional spesies ini dikontrol ketat karena Neofelis diardi tercantum dalam CITES Appendix I, kategori yang mencakup spesies dengan pembatasan perdagangan internasional paling ketat.

Baca Juga: Labuan Bajo, Ketika Warga dan Hewan Purba Hidup Berdampingan

 

Upaya Konservasi Macan Dahan

Konservasi macan dahan terutama dilakukan melalui perlindungan habitat, pengelolaan kawasan konservasi, survei kamera jebak, pengendalian perburuan, serta penjagaan konektivitas bentang hutan.

Pemantauan menggunakan kamera jebak penting karena memungkinkan peneliti mengetahui keberadaan satwa tanpa harus menangkap atau mendekatinya.

Pendekatan tersebut telah digunakan di kawasan seperti Gunung Leuser untuk memantau macan dahan dan mamalia lain.

Pelestarian macan dahan juga berkaitan dengan perlindungan keseluruhan ekosistem hutan Sumatra dan Kalimantan. Sebagai predator, keberadaannya bergantung pada habitat yang masih mampu menyediakan tutupan vegetasi serta populasi mangsa.

Ingin mengenal lebih jauh kawasan konservasi di Sumatra dan Kalimantan yang menjadi habitat satwa liar seperti macan dahan? Gunakan AI Plan Your Trip untuk menyusun perjalanan ke taman nasional dan destinasi alam berdasarkan waktu serta wilayah yang ingin Anda kunjungi.

Untuk mencari informasi mengenai taman nasional, satwa Indonesia, akses menuju kawasan konservasi, atau destinasi alam lainnya, gunakan MaiA sebagai referensi tambahan dalam merencanakan perjalanan.

 

Referensi:

IUCN SSC Cat Specialist Group. Sunda Clouded Leopard (Neofelis diardi)

https://www.catsg.org/living-species-sundacloudedleopard

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Panduan Identifikasi Mamalia Dilindungi

https://ksdae.menlhk.go.id/assets/publikasi/BUKU%20PANDUAN%20IDENTIFIKASI%20MAMALIA%20DILINDUNGI_020819.pdf

Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser. Laporan Kinerja 2023

https://tngunungleuser.ksdae.menlhk.go.id/publikasi/download/23012024120142_LKJ%20BBTNGL%202023%20ok_opt.pdf

Direktorat Jenderal KSDAE. Informasi Kawasan Konservasi Region Kalimantan dan Sulawesi

https://ksdae.menlhk.go.id/assets/publikasi/Buku_KEE_draf_3.pdf

Direktorat Jenderal KSDAE. Informasi Taman Nasional Kerinci Seblat

https://ksdae.menlhk.go.id/assets/publikasi/BUKU%20KERINCI%20INDO.pdf

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Daftar Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi

https://jdih.menlhk.go.id/kiosk/files/P.92-2018%20TSL%20Rev.pdf

HAL-HAL TERBAIK YANG BISA DILAKUKAN

JELAJAHI DESTINASI LAIN

INSIGHT

Ide Perjalanan

Pesona Sungai Mahakam dari Alam hingga Budaya Kalimantan

Pesona Sungai Mahakam dari Alam hingga Budaya Kalimantan

Tarian Hudoq, Ritual Unik Suku Dayak untuk Kesuburan

Tarian Hudoq, Ritual Unik Suku Dayak untuk Kesuburan

Kain Tenun Ulap Doyo yang Indah dari Hutan Kalimantan Timur

Kain Tenun Ulap Doyo yang Indah dari Hutan Kalimantan Timur