MaiA ai-icon

Informasi

Pulau Maratua, Destinasi Bahari dan Habitat Penyu di Kepulauan Derawan

Image Contributor:/Shutterstock

 

Pulau Maratua merupakan salah satu pulau utama di Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Pulau ini dikenal sebagai destinasi wisata bahari yang memiliki ekosistem terumbu karang, perairan tropis, dan habitat berbagai satwa laut, termasuk penyu hijau (Chelonia mydas) dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata). Kepulauan Derawan sendiri terdiri atas sekitar 31 pulau, dengan Maratua, Derawan, Sangalaki, dan Kakaban sebagai beberapa pulau yang paling dikenal.

Maratua juga termasuk pulau kecil terluar Indonesia dan memiliki nilai strategis dari sisi ekologi maupun kedaulatan wilayah. Pada 2026, Kementerian Kelautan dan Perikanan menyebut luas Pulau Maratua sekitar 22,94 km², sehingga klaim lama dalam berbagai materi promosi yang menyebut luas 384 km² tidak lagi tepat untuk digunakan sebagai luas daratan pulau.

Perairan Maratua merupakan bagian dari kawasan Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle), salah satu kawasan dengan keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia. Kawasan Kepulauan Derawan juga memiliki kawasan konservasi laut yang mencakup sekitar 1,27 juta hektare.

 

Daya Tarik Pulau Maratua

Ekosistem laut dan terumbu karang

Daya tarik utama Maratua berkaitan dengan ekosistem bawah lautnya. Berbagai lokasi penyelaman terdapat di sekitar pulau, antara lain Turtle Traffic, Jetty Dive Spot, Mid Reef, Eel Garden, Hanging Garden, Cabbage Garden, dan The Channel. Jenis habitat yang dijumpai mencakup terumbu karang keras dan lunak, dinding karang, serta kawasan perairan yang menjadi tempat hidup berbagai jenis ikan dan satwa laut.

Maratua juga dikenal di kalangan penyelam karena keberadaan satwa laut berukuran besar. Pada lokasi tertentu, penyelam dapat menjumpai penyu, pari, hiu, barakuda, dan berbagai ikan pelagis. Kondisi arus berbeda-beda pada setiap lokasi sehingga tingkat kesulitan penyelaman juga tidak seragam.

Turtle Traffic dan penyu

Salah satu lokasi yang paling dikenal adalah Turtle Traffic. Situs penyelaman ini memiliki populasi penyu hijau dan penyu sisik yang dapat dijumpai di sekitar struktur terumbu karang. PADI mencatat Turtle Traffic sebagai lokasi penyelaman dengan kemunculan penyu hijau yang tinggi, sementara data Desa Wisata Payung-Payung juga menyebut keberadaan penyu hijau dan penyu sisik di lokasi tersebut.

Istilah “Turtle Capital of Indonesia” atau “Ibu Kota Penyu Indonesia” sering digunakan untuk menggambarkan Maratua karena tingginya perjumpaan penyu di perairannya. Namun, istilah tersebut lebih tepat dipahami sebagai sebutan pariwisata daripada status konservasi resmi. Untuk aktivitas peneluran penyu, kawasan Kepulauan Derawan secara keseluruhan memiliki arti yang lebih luas. Berau disebut sebagai salah satu habitat peneluran penyu hijau terbesar di Asia Tenggara, sementara Sangalaki merupakan salah satu lokasi utama peneluran di gugusan tersebut.

The Channel dan Big Fish Country

Maratua juga memiliki lokasi penyelaman yang dikenal sebagai The Channel atau Big Fish Country. Kawasan ini dipengaruhi arus laut yang kuat dan menjadi habitat berbagai ikan pelagis. Karena karakteristik arusnya, lokasi tersebut diperuntukkan bagi penyelam berpengalaman dan membutuhkan pengawasan operator selam yang memahami kondisi pasang surut.

 

Aktivitas Wisata di Pulau Maratua

Diving dan snorkeling

Diving merupakan aktivitas utama di Maratua. Pengunjung dapat memilih lokasi berdasarkan kemampuan menyelam, kondisi arus, dan tujuan pengamatan satwa. Untuk penyelam pemula, pemilihan lokasi sebaiknya dilakukan bersama instruktur atau operator bersertifikat.

Snorkeling juga dapat dilakukan di sejumlah kawasan perairan dangkal. Aktivitas ini memungkinkan pengunjung mengamati terumbu karang dan biota laut tanpa melakukan penyelaman dengan peralatan scuba.

Menjelajahi desa dan kehidupan pesisir

Selain wisata bahari, Maratua memiliki kawasan permukiman dan desa wisata yang memperlihatkan kehidupan masyarakat pesisir. Desa Wisata Payung-Payung, misalnya, menjadi salah satu basis aktivitas wisata bahari dan penyelaman di pulau tersebut.

 

Cara Menuju Pulau Maratua

Akses menuju Maratua dapat dilakukan melalui jalur udara maupun laut. Pulau ini memiliki Bandara Maratua, yang menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan memiliki landasan sepanjang sekitar 1.600 meter dan dapat melayani pesawat berukuran kecil hingga sedang. Salah satu rute yang pernah dicantumkan pemerintah adalah melalui Balikpapan dan Berau sebelum menuju Maratua.

Alternatif lain adalah menuju Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan speedboat. Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat perjalanan laut dari Dermaga Sanggam, Tanjung Redeb, menuju kawasan Derawan dapat memerlukan sekitar tiga jam, bergantung pada kondisi perjalanan. Jadwal dan waktu tempuh dapat berubah sehingga perlu dikonfirmasi kepada operator lokal sebelum berangkat.

Baca Juga: Taman Sanggam Berau, Ruang Hijau Asri di Berau

 

Informasi dan Konservasi

Maratua berada dalam konteks pengelolaan pulau kecil dan konservasi laut. Pemerintah menetapkan Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kepulauan Derawan dan Perairan Sekitarnya melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 87 Tahun 2016.

Aspek legalitas pemanfaatan ruang laut juga menjadi perhatian. Pada April 2026, KKP menghentikan sementara operasional pembangunan sebuah resor di Maratua karena tidak memiliki dokumen Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL). Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata di pulau kecil perlu memperhatikan ketentuan tata ruang dan perlindungan lingkungan.

 

Tips Berkunjung

Pengunjung disarankan menggunakan operator wisata atau penyelaman yang memiliki izin dan memahami kondisi perairan setempat. Saat snorkeling atau diving, jangan menyentuh, memberi makan, atau mengejar penyu dan satwa laut lainnya.

Gunakan tabir surya yang sesuai untuk aktivitas bahari, hindari membuang sampah ke laut, serta jangan mengambil karang atau biota laut. Untuk lokasi dengan arus kuat seperti The Channel, kemampuan menyelam dan kondisi cuaca perlu menjadi pertimbangan utama.

 

Rencanakan Perjalanan dengan AI Plan Your Trip dan MaiA

AI Plan Your Trip dapat digunakan untuk menyusun itinerary perjalanan ke Maratua berdasarkan durasi kunjungan, minat terhadap diving atau snorkeling, serta preferensi aktivitas dan perjalanan.

Sementara itu, MaiA dapat membantu menjawab pertanyaan mengenai destinasi, memberikan rekomendasi aktivitas, serta menyediakan informasi dan tips perjalanan yang dapat digunakan untuk menyusun rencana wisata di Kepulauan Derawan.

 

Referensi

  1. https://kkp.go.id/djpkrl/maratua-surganya-para-penyelam65fa489041e83/
  2. https://kkp.go.id/news/news-detail/kkp-hentikan-sementara-operasional-resor-milik-wna-di-pulau-maratua-kaltim-v8JV.html
  3. https://jadesta.kemenpar.go.id/desa/payungpayung?utm
  4. https://travel.padi.com/dive-site/indonesia/turtle-traffic/
  5. https://www.ykan.or.id/en/publications/articles/press-release/berau-frontline-defenders-of-sea-turtle-nesting-beaches/
HAL-HAL TERBAIK YANG BISA DILAKUKAN

JELAJAHI DESTINASI LAIN

INSIGHT

Ide Perjalanan

Pesona Sungai Mahakam dari Alam hingga Budaya Kalimantan

Pesona Sungai Mahakam dari Alam hingga Budaya Kalimantan

Tarian Hudoq, Ritual Unik Suku Dayak untuk Kesuburan

Tarian Hudoq, Ritual Unik Suku Dayak untuk Kesuburan

Kain Tenun Ulap Doyo yang Indah dari Hutan Kalimantan Timur

Kain Tenun Ulap Doyo yang Indah dari Hutan Kalimantan Timur