MaiA ai-icon

Informasi

Kepulauan Derawan: Ekosistem Laut dan Budaya Pesisir Berau

Kepulauan Derawan merupakan gugusan pulau di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, yang menghadap ke Laut Sulawesi. Kawasan ini mencakup sejumlah pulau, gosong karang, terumbu karang, padang lamun, dan mangrove.

Beberapa pulau yang paling dikenal antara lain Derawan, Maratua, Sangalaki, dan Kakaban. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mencatat kawasan ini sebagai salah satu pusat wisata bahari utama di Berau.

Nilai utama Derawan tidak hanya terletak pada lanskap tropis, tetapi juga pada keanekaragaman hayati laut dan fungsi konservasinya. Kawasan ini merupakan habitat penyu hijau, penyu sisik, pari manta, dugong, lumba-lumba, serta berbagai biota laut lainnya.

 

Lokasi dan Karakter Kepulauan Derawan

Kepulauan Derawan berada di wilayah pesisir Kabupaten Berau dan mencakup kawasan Kecamatan Pulau Derawan serta Maratua. BPS Kabupaten Berau mencatat kedua kecamatan tersebut sebagai wilayah kepulauan dan pesisir penting dalam struktur geografis kabupaten.

Secara ekologis, UNESCO menjelaskan Derawan sebagai gugusan pulau yang dipengaruhi pertemuan air dari Sungai Berau dan Laut Sulawesi. Kondisi ini membentuk kombinasi delta, patch reef, fringing reef, dan atol yang mendukung keragaman ekosistem laut.

 

Sejarah dan Status Konservasi

Sejarah Kepulauan Derawan berkaitan dengan perkembangan masyarakat pesisir Berau dan pemanfaatan sumber daya laut, sementara kekayaan ekosistemnya menjadikan kawasan ini penting bagi upaya konservasi keanekaragaman hayati.

1. Derawan dalam Tentative List UNESCO

Pada 7 Februari 2005, Indonesia memasukkan Derawan Islands ke dalam Tentative List UNESCO dengan kategori situs alam dan kriteria keanekaragaman hayati. Status tersebut berarti Kepulauan Derawan telah diajukan sebagai kandidat potensial, tetapi belum berstatus Situs Warisan Dunia UNESCO.

UNESCO menyebut kawasan Derawan sebagai salah satu wilayah dengan kekayaan biologis tinggi di Indonesia. Pengakuan dalam Tentative List menekankan pentingnya nilai ekologis kawasan, bukan status warisan dunia yang sudah final.

2. Konservasi Penyu dan Ekosistem Laut

Pulau Derawan merupakan habitat peneluran penyu hijau. Penelitian Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat penurunan jumlah penyu hijau yang mendarat pada 2004–2005 akibat perubahan habitat, abrasi, aktivitas manusia, dan pembangunan di pesisir.

Pemerintah daerah hingga 2026 juga masih menempatkan perlindungan habitat penyu dan ekosistem laut sebagai bagian dari kebijakan pariwisata berkelanjutan di Derawan.

 

Daya Tarik Utama Kepulauan Derawan

Kepulauan Derawan memiliki sejumlah daya tarik utama yang mencakup ekosistem laut, pulau-pulau tropis, dan habitat berbagai spesies satwa yang dilindungi. Berikut beberapa daya tariknya:

1. Pulau Derawan

Pulau Derawan memiliki pantai berpasir, kawasan permukiman pesisir, serta akses ke berbagai titik snorkeling dan penyelaman. Desa Wisata Pulau Derawan masuk 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024, menunjukkan berkembangnya pariwisata berbasis masyarakat di pulau tersebut.

Kegiatan wisata umumnya mencakup bersepeda mengelilingi pulau, snorkeling, mengamati penyu dengan mengikuti ketentuan konservasi, serta perjalanan menuju pulau-pulau lain menggunakan speedboat.

2. Pulau Kakaban dan Danau Ubur-Ubur

Pulau Kakaban dikenal karena Danau Kakaban, danau air asin yang dihuni beberapa jenis ubur-ubur yang telah beradaptasi sehingga tidak memiliki sengatan kuat seperti kerabatnya di laut terbuka. Pemerintah Kabupaten Berau mencatat empat jenis ubur-ubur di danau tersebut.

Pada 2024, akses wisata ke Danau Kakaban sempat ditutup sementara setelah terjadi penurunan populasi ubur-ubur. Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa akses wisata dapat dibatasi untuk kepentingan pemulihan ekosistem.

3. Pulau Sangalaki

Pulau Sangalaki merupakan salah satu habitat penting penyu dan lokasi wisata bahari. Pemerintah Kabupaten Berau juga mencatat keberadaan aktivitas konservasi tukik di pulau tersebut.

Perairan Sangalaki dikenal sebagai kawasan untuk mengamati pari manta, tetapi perjumpaan dengan satwa liar tidak dapat dipastikan setiap saat dan bergantung pada kondisi alam.

4. Pulau Maratua

Maratua merupakan salah satu pulau kecil terluar Indonesia yang berbatasan dengan Malaysia. Kementerian Kelautan dan Perikanan menempatkannya sebagai kawasan strategis nasional tertentu dengan fungsi pertahanan, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

Bentang Pulau Maratua mencakup pantai, terumbu karang, gua, dan laguna. Pulau ini juga memiliki bandara yang memungkinkan akses udara dengan pesawat berukuran kecil hingga sedang, meskipun jadwal penerbangan perlu diperiksa kembali sebelum perjalanan.

 

Baca Juga: Kain Tenun Ulap Doyo yang Indah dari Hutan Kalimantan Timur

 

Budaya dan Kehidupan Masyarakat Pesisir

Kehidupan masyarakat Kepulauan Derawan berkaitan erat dengan laut, perikanan, transportasi antarpulau, dan pariwisata. Desa Wisata Pulau Derawan mencatat jejak komunitas pesisir, termasuk masyarakat Bajau atau Sama yang menjadi bagian dari sejarah permukiman pulau.

Di Maratua juga masih berkembang kegiatan adat dan kesenian pesisir. Pemerintah Berau mencatat Dakayu Malatua Fest menampilkan tarian serta pertunjukan khas masyarakat Bajau, sekaligus produk UMKM lokal.

1. Seni, Kerajinan, dan Produk Lokal

Kerajinan dan suvenir berkembang sebagai bagian dari ekonomi pariwisata. Dokumen Pemerintah Kabupaten Berau mencatat keberadaan toko cenderamata di Pulau Derawan serta pengembangan produk UMKM sebagai bagian dari kegiatan wisata.

Produk lokal sebaiknya dipahami sebagai bagian dari ekonomi masyarakat pesisir, bukan sekadar oleh-oleh. Perkembangan pariwisata memberikan peluang penghasilan, tetapi juga perlu diseimbangkan dengan daya dukung lingkungan.

2. Kuliner dan Konservasi Biota Laut

Draft lama menyebut kima-kima sebagai makanan khas. Klaim tersebut perlu dikoreksi karena kelompok kima atau giant clam termasuk biota yang dilindungi dan tidak seharusnya dipromosikan sebagai kuliner wisata.

Pemerintah Kalimantan Timur sendiri mencantumkan kima sebagai salah satu spesies yang dilindungi di kawasan Derawan.

Untuk konsumsi, pilihan yang lebih tepat adalah hasil perikanan yang legal dan diperoleh secara berkelanjutan, serta makanan olahan masyarakat setempat yang tidak berasal dari satwa dilindungi.

 

Cara Menuju Kepulauan Derawan

Kepulauan Derawan dapat dicapai melalui beberapa rute yang menggabungkan perjalanan udara, darat, dan laut menuju wilayah pesisir Kabupaten Berau.

  • Melalui Berau

Rute yang umum adalah penerbangan menuju Bandar Udara Kalimarau di Kabupaten Berau. Dari kawasan Tanjung Redeb, perjalanan dapat dilanjutkan menuju dermaga dan kemudian menggunakan speedboat ke Pulau Derawan atau Pulau Maratua.

Pemerintah Berau mendokumentasikan rute dari Dermaga Sanggam menuju Derawan dalam kunjungan resmi 2024.

  • Melalui Maratua

Maratua juga memiliki bandara sendiri. KKP mencatat rute menuju Maratua dapat dilakukan melalui Balikpapan–Berau–Maratua, sedangkan perjalanan laut dari Tanjung Redeb dapat memakan waktu sekitar tiga jam dengan speedboat.

Jadwal perjalanan kapal dan penerbangan tentu dapat berubah mengikuti musim serta operator. Maka, diperlukan pemeriksaan informasi transportasi terbaru sebelum keberangkatan.

 

Baca Juga: Pulau Semama: Suaka Margasatwa Eksotis di Kalimantan Timur

 

Kepulauan Derawan merupakan kawasan yang mempertemukan keanekaragaman laut, habitat penyu, pulau-pulau karst, tradisi masyarakat pesisir, dan ekonomi pariwisata. Nilai utamanya bergantung pada kemampuan menjaga keseimbangan antara kunjungan wisata dan konservasi ekosistem.

Untuk menyusun perjalanan yang menghubungkan Pulau Derawan, Maratua, Sangalaki, dan Kakaban berdasarkan durasi serta kondisi akses, gunakan AI Plan Your Trip di Indonesia.travel agar rute antarpulau dapat disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan.

Jika Anda membutuhkan informasi tentang status akses Danau Kakaban, pilihan transportasi, aktivitas bahari, atau rekomendasi destinasi lain di Berau, gunakan MaiA sebagai referensi tambahan sebelum menentukan itinerary.

 

Referensi:

HAL-HAL TERBAIK YANG BISA DILAKUKAN

JELAJAHI DESTINASI LAIN

INSIGHT

Ide Perjalanan

Pesona Sungai Mahakam dari Alam hingga Budaya Kalimantan

Pesona Sungai Mahakam dari Alam hingga Budaya Kalimantan

Tarian Hudoq, Ritual Unik Suku Dayak untuk Kesuburan

Tarian Hudoq, Ritual Unik Suku Dayak untuk Kesuburan

Kain Tenun Ulap Doyo yang Indah dari Hutan Kalimantan Timur

Kain Tenun Ulap Doyo yang Indah dari Hutan Kalimantan Timur