Image Contributor: Shutterstock/Travellingdede
Sate klatak adalah kuliner tradisional berbahan daging kambing yang berasal dari Kabupaten Bantul. Hidangan ini dibedakan dari sate kambing lain oleh penggunaan tusuk besi menyerupai jeruji sepeda, bumbu yang relatif sederhana, serta disajikan bersama kuah gulai.
Sate Klathak Jejeran telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2019 dalam domain Kemahiran dan Kerajinan Tradisional.
Sejarah dan Asal-usul Sate Klatak
Sate klatak berkembang sebagai bagian dari tradisi kuliner masyarakat Jejeran dan Wonokromo di Bantul. Kawasan di sekitar Pleret dan Jalan Imogiri Timur hingga kini dikenal sebagai salah satu sentra penjual sate klatak dan berbagai olahan kambing.
Asal Nama Sate Klatak
Asal-usul istilah klathak atau atau sate klathak memiliki beberapa versi. Sumber Pemerintah Daerah DIY menyebut nama tersebut dikaitkan dengan bunyi “klathak-klathak” yang muncul ketika daging berbumbu terkena panas selama proses pembakaran.
Sumber yang sama juga mencatat kemungkinan hubungan dengan kata Jawa nglethak, yang berarti menggigit. Karena penjelasan tersebut merupakan bagian dari tradisi penamaan kuliner, asal katanya tidak dapat dipastikan hanya dari satu versi.
Ciri Khas dan Keunikan Sate Klatak
Karakter sate klatak terutama ditentukan oleh teknik pembakaran, penggunaan tusuk logam, dan bumbu yang lebih sederhana dibandingkan sejumlah jenis sate Nusantara lainnya.
1. Tusuk Besi sebagai Ciri Utama
Salah satu karakter paling mudah dikenali adalah penggunaan jeruji besi sebagai tusuk sate, bukan bambu. Besi menghantarkan panas ke bagian dalam potongan daging selama pembakaran sehingga membantu proses pemasakan berlangsung lebih merata.
Material tersebut juga relatif kuat untuk menopang potongan daging kambing yang berukuran cukup besar. Dalam penyajian tradisionalnya, satu porsi dapat terdiri atas sedikit tusuk dengan potongan daging berukuran besar.
Praktik ini berbeda dari banyak sate Indonesia yang menggunakan sejumlah tusuk bambu berisi potongan daging lebih kecil, seperti pada sate maranggi atau sate padang.
2. Bumbu Sate Klatak
Bumbu sate klatak tidak menggunakan saus kacang sebagai bumbu utama. Racikan dapat berbeda antarpedagang, tetapi sumber Pemerintah DIY mencatat penggunaan bawang, garam, ketumbar, dan merica.
Pada beberapa warung, termasuk Pak Bari, dagingnya secara khusus hanya dibumbui garam sebelum dibakar.
Kesederhanaan bumbu tersebut membuat rasa daging kambing dan aroma hasil pembakaran menjadi karakter utama. Penggunaan daging kambing muda juga umum digunakan dalam pengolahan sate klatak.
3. Penyajian dengan Kuah Gulai
Salah satu makanan khas Yogyakarta ini umumnya disajikan bersama kuah gulai, berbeda dari sate kambing yang menggunakan saus kacang atau kecap sebagai pendamping utama. Kuah berbumbu rempah tersebut dapat disiramkan pada sate atau disantap bersama nasi.
Bank Indonesia juga mencatat kuah gulai sebagai salah satu karakter penyajian sate klatak khas Bantul.
4. Lokasi dan Sentra Sate Klatak di Bantul
Sentra tradisional sate klatak berada di Jejeran dan Wonokromo, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, terutama di sekitar Jalan Imogiri Timur dan Jalan Sultan Agung.
Dari pusat Kota Yogyakarta, kawasan ini dapat dicapai melalui jalur menuju Terminal Giwangan dan Jalan Imogiri Timur. Perkembangannya tidak lagi terbatas di Bantul. Warung yang menyajikan sate klatak juga dapat ditemukan di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman.
Baca Juga: Wisata di Pusat Kota, Bikin Kamu Rindu Yogyakarta
3 Rekomendasi Sate Klatak di Yogyakarta dan Bantul
Berikut tiga tempat yang dikenal menyajikan sate klatak. Harga bersifat indikatif berdasarkan informasi daring yang tersedia dan dapat berubah menurut kebijakan restoran, ukuran porsi, serta kanal pemesanan.
1. Sate Klathak Pak Pong
Pak Pong merupakan salah satu nama yang dikenal di sentra sate klatak Jejeran. Bank Indonesia mencatat tempat ini bersama Pak Bari sebagai dua warung sate klatak yang dikenal di Bantul. Selain sate klatak, tersedia pula berbagai olahan kambing seperti gulai, tongseng, tengkleng, dan kicik.
- Alamat: Jl. Sultan Agung No. 18, Jejeran II, Wonokromo, Pleret, Bantul, DIY
- Kisaran harga: sekitar Rp27.000 per porsi; harga aktual dapat berubah.
2. Sate Klathak Pak Bari
Pak Bari berlokasi di kawasan Pasar Wonokromo dan dikenal sebagai warung yang beroperasi pada malam hari setelah aktivitas utama pasar selesai. Ciri penyajiannya mempertahankan jeruji besi sebagai tusuk dan penggunaan garam sebagai bumbu dasar daging.
- Alamat: Pasar Wonokromo, Jl. Imogiri Timur No. 5, Wonokromo, Pleret, Bantul, DIY
- Kisaran harga: sekitar Rp25.000–Rp50.000 per porsi, tergantung jumlah dan menu yang dipesan. Harga aktual perlu dikonfirmasi langsung.
3. Sate Klathak Pak Jede
Pak Jede menyediakan alternatif sate klatak di kawasan utara Yogyakarta. Dinas Pariwisata DIY mencatat penggunaan daging kambing muda, jeruji besi, bumbu sederhana, dan kuah gulai sebagai karakter sate klatak di tempat ini.
- Alamat: Jl. Nologaten No. 46, Nologaten, Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY
- Kisaran harga: sekitar Rp31.000 per porsi berdasarkan daftar harga daring yang diperbarui Juli 2026; harga di restoran dapat berbeda.
Baca Juga: Candi Kalasan: Sejarah Kerajaan Mataram Kuno di Yogyakarta
Sate Klatak sebagai Warisan Kuliner Bantul
Sate klatak menunjukkan keterkaitan antara bahan pangan lokal, teknik memasak, dan kebiasaan kuliner masyarakat Bantul. Identitasnya tidak hanya terletak pada daging kambing, tetapi juga pada teknik pembakaran dengan tusuk logam dan pola penyajian yang diwariskan di sentra kuliner Jejeran.
Pengakuannya sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2019 menempatkan Sate Klathak Jejeran sebagai bagian dari warisan budaya kuliner Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ingin memasukkan wisata kuliner Bantul ke dalam perjalanan di Yogyakarta? Gunakan AI Plan Your Trip untuk menyusun rute yang menggabungkan sentra sate klatak di Jejeran dengan destinasi budaya, sejarah, dan wisata lain di sekitarnya.
Untuk mencari informasi tambahan mengenai kuliner khas Yogyakarta, waktu kunjungan, atau destinasi di sekitar Bantul, gunakan MaiA sebagai asisten perjalanan untuk memperoleh referensi yang sesuai dengan kebutuhan perjalanan Anda.
Referensi: