MaiA ai-icon

Informasi

Gerabah Kasongan, Kerajinan Tanah Liat Khas Bantul

Image Contributor: Shutterstock/Arif Budi C

Gerabah Kasongan adalah kerajinan tanah liat yang berkembang di kawasan Kasongan, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan ini telah lama dikenal sebagai sentra produksi gerabah dan kehidupan ekonomi serta keterampilan kriya masyarakat setempat.

Produk Kasongan berkembang dari benda-benda fungsional menjadi beragam kerajinan dekoratif. Pemerintah Kabupaten Bantul mencatat terdapat lebih dari 300 perajin aktif di sentra industri gerabah Bangunjiwo.

Sejarah Gerabah Kasongan

Tradisi pembuatan gerabah di Kasongan telah berlangsung lintas generasi. Kajian yang diterbitkan dalam repositori Kementerian Pendidikan menyebut pembuatan gerabah sebagai pekerjaan yang telah dilakukan masyarakat Kasongan secara turun-temurun. 

Kerajinan gerabah telah menjadi sumber penghidupan bagi banyak penduduk. Kawasan produksinya berkembang di sekitar Kasongan dan sejumlah permukiman di sekitarnya yang berada tidak jauh dari Sungai Bedog.

Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul mencatat Gerabah Kasongan mulai dikenal luas sejak awal abad ke-20. Dalam perkembangannya, produk yang sebelumnya berkaitan dengan kebutuhan rumah tangga mengalami diversifikasi menjadi produk seni dan dekorasi.

Pemprov DIY mencatat cerita lokal mengenai awal perkembangan Kasongan. Menurut kisah yang berkembang di masyarakat, kematian seekor kuda milik pihak Belanda di atas tanah warga menyebabkan sejumlah penduduk melepaskan tanahnya.

Mereka khawatir menghadapi konsekuensi dari pemerintah kolonial. Sebagian warga yang kemudian tidak lagi memiliki lahan beralih mengolah tanah liat menjadi mainan dan peralatan rumah tangga.

Kisah yang berasal dari tradisi tutur ini lebih tepat dipahami sebagai cerita lokal mengenai asal-usul Kasongan, bukan sebagai kronologi sejarah yang telah dibuktikan secara definitif.

Baca Juga: Cari Kerajinan Tangan di Yogyakarta? Yuk, Kunjungi 5 Tempat Ini!

Ciri Khas Gerabah Kasongan

Perkembangan Gerabah Kasongan memperlihatkan perpaduan antara teknik produksi tradisional dan inovasi bentuk. Produk-produknya tidak terbatas pada satu motif atau gaya tertentu.

1. Ragam Bentuk dan Fungsi

Pada mulanya, kerajinan gerabah banyak dibuat sebagai benda yang berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari. Perkembangannya kemudian menghasilkan produk yang lebih beragam, termasuk:

  • guci dan vas
  • pot dan perlengkapan tanaman
  • patung dan figur dekoratif
  • Loro Blonyo
  • air mancur
  • benda dekorasi interior
  • berbagai produk berbahan terakota

Showroom dan bengkel produksi di Kasongan kini menampilkan produk dengan ukuran, bentuk, serta teknik penyelesaian yang beragam.

2. Jaran Ukir sebagai Produk Khas

Salah satu bentuk yang memiliki hubungan kuat dengan perkembangan kriya Kasongan adalah Jaran Ukir yang memiliki karakter terakota serta teknik dekorasi yang berkembang melalui keterampilan tangan para kriyawan Kasongan.

Bentuk kuda tersebut juga dikaji dalam hubungannya dengan sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro di wilayah Bantul.

3. Proses Pembuatan Gerabah Kasongan

Pembuatan Gerabah Kasongan pada dasarnya melibatkan pengolahan tanah liat menjadi bentuk tertentu sebelum dikeringkan dan dibakar.

Penelitian mengenai tradisi gerabah Kasongan juga mencatat penggunaan pasir dari kawasan Sungai Bedog sebagai salah satu bahan dalam pengolahan gerabah secara tradisional.

Secara umum, proses produksinya mencakup beberapa tahap:

  • Persiapan bahan, yaitu menyiapkan dan mengolah tanah liat agar dapat dibentuk.
  • Pembentukan, dilakukan menggunakan keterampilan tangan dan peralatan pembentuk sesuai jenis produk.
  • Dekorasi, untuk produk tertentu dilakukan melalui teknik tempel, ukir, atau pembentukan ornamen.
  • Pengeringan, untuk mengurangi kandungan air sebelum benda masuk ke tahap pembakaran.
  • Pembakaran, yang mengubah tanah liat yang telah kering menjadi gerabah.
  • Finishing, yang dapat disesuaikan dengan karakter dan fungsi produk.

Pemerintah Kabupaten Bantul mencatat penggunaan teknik tempel manual dan finishing alami di sentra ini. Produk Kasongan saat ini mencakup gerabah tradisional hingga kriya dekoratif kontemporer.

Makna Gerabah Kasongan dalam Seni dan Kerajinan

Gerabah Kasongan memperlihatkan bagaimana keterampilan mengolah tanah liat dapat berkembang dari produksi benda fungsional menjadi praktik kriya dan ekspresi artistik. 

Perubahan tersebut tidak menghapus teknik tradisional, tetapi memperluas bentuk, fungsi, serta pasar produknya. Perkembangan ini juga didorong oleh keterlibatan seniman dan akademisi. 

Salah satu tokoh yang berpengaruh adalah Timbul Raharjo, seniman dan akademisi kelahiran Kasongan yang mengembangkan inovasi dalam seni kriya sekaligus berperan dalam memperkenalkan produk Kasongan ke pasar yang lebih luas.

Gerabah Kasongan juga memiliki posisi penting dalam ekonomi kreatif Bantul. Pemerintah Kabupaten Bantul menyatakan Kerajinan Gerabah Kasongan telah memperoleh perlindungan Indikasi Geografis, yang memperkuat keterkaitan produk dengan wilayah asalnya.

Lokasi Sentra Gerabah Kasongan

Sentra Gerabah Kasongan berada di Dusun Kasongan, Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasinya sekitar 7 kilometer di sebelah selatan Keraton Yogyakarta.

Dari kawasan pusat Kota Yogyakarta, Kasongan dapat dicapai melalui Jalan Bantul menuju arah selatan.

Salah satu penanda kawasan Kasongan adalah gapura besar bernuansa terakota dengan patung kuda di kedua sisinya. Setelah memasuki kawasan, terdapat berbagai bengkel produksi dan showroom kerajinan.

Baca Juga: Kerajinan Gerabah, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara

Mengenal Proses Pembuatan Gerabah di Kasongan

Kasongan tidak hanya berfungsi sebagai kawasan produksi. Pemerintah Kabupaten Bantul mencatat bahwa pengunjung Desa Wisata Kasongan dapat mengikuti kegiatan pembuatan gerabah secara langsung.

Hal ini memungkinkan proses pengolahan tanah liat hingga menjadi produk kriya dipelajari dalam konteks sentra produksinya.

Jika ingin memasukkan Kasongan ke dalam perjalanan di Yogyakarta, gunakan AI Plan Your Trip untuk menyusun rute yang menghubungkan sentra gerabah dengan destinasi budaya dan kerajinan lain di Kabupaten Bantul sesuai waktu perjalanan Anda.

Untuk mencari informasi mengenai aktivitas membuat gerabah, sentra kerajinan lain, atau destinasi budaya di sekitar Bantul dan Yogyakarta, Anda juga dapat menggunakan MaiA sebagai pendamping dalam mencari informasi perjalanan.

 

Referensi:

  • Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Notes on the Tradition of Pottery Making in the Region of Kasongan, Regency of Bantul, Yogyakarta.
    https://repositori.kemendikdasmen.go.id/3949/1/Studies%20On%20Ceramics.pdf
  • Pemerintah Kabupaten Bantul. Desa Wisata Kasongan.
    https://jelajahbantul.bantulkab.go.id/listings/desa-wisata-kasongan
  • Pemerintah Kabupaten Bantul. Sentra Industri Keramik/Gerabah di Desa Bangunjiwo.
    https://petapotensi.bantulkab.go.id/potensi-detail/sentra-industri-keramik-gerabah-di-desa-bangunjiwo
  • Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa Wisata Kasongan.
    https://visitingjogja.jogjaprov.go.id/12718/desa-wisata-kasongan/
  • Pemerintah Kabupaten Bantul. (2023). Ketua Bantul Creative Forum Jadi Guru Besar ISI.
    https://bantulkab.go.id/berita/detail/5801/diskominfo%40bantulkab.go.id
  • Pemerintah Kabupaten Bantul. (2024). Kenalkan Bantul melalui Pameran Produk Industri Kreatif.
    https://bantulkab.go.id/berita/detail/6462.html