MaiA ai-icon

Informasi

Keunikan Baju Adat Pesa’an, Warisan Budaya Khas Madura

Pesa'an merupakan baju adat pria khas Suku Madura, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Baju ini menjadi salah satu simbol identitas budaya Madura yang dikenal luas di Indonesia dan sering ditampilkan dalam acara adat, festival budaya, serta pertunjukan tradisi seperti Karapan Sapi. Pesa'an juga dikenal dengan sebutan lain, yaitu baju Sakera, merujuk pada tokoh yang dikaitkan dengan sejarah pakaian ini.

Sejarah Baju Adat Pesa'an

Pesa'an pada mulanya merupakan pakaian kerja sehari-hari masyarakat Madura, terutama petani, nelayan, dan pedagang, sehingga desainnya dibuat longgar agar nyaman digunakan saat beraktivitas fisik. Kelengkapan Pesa'an seperti odheng (penutup kepala) dan sabuk katemang memiliki kaitan sejarah dengan hubungan antara penguasa Sumenep, Arya Panoleh, dan kerabatnya di Ponorogo pada masa Kerajaan Majapahit.

Nama lain Pesa'an, yaitu baju Sakera, berasal dari sosok Sakera, seorang mandor perkebunan tebu di Bangil, Pasuruan, pada abad ke-19, yang dikenal melakukan perlawanan terhadap pihak kolonial Belanda. Menurut catatan sejarah yang merujuk pada laporan asisten residen Bangkalan pada periode 1847-1849, situasi keamanan di Madura pada masa itu diwarnai oleh berbagai kerusuhan, sehingga kemunculan tokoh perlawanan, seperti Sakera diperkirakan berkaitan dengan konteks sosial-politik masa kolonial tersebut.

Sakera identik dengan penggunaan celurit, senjata tradisional Madura berbentuk sabit melengkung. Awalnya, Sakera merupakan alat pertanian, sebelum berkembang menjadi simbol perlawanan. Alat ini kemudian menjadi bagian dari budaya carok, yaitu tradisi duel untuk mempertahankan kehormatan yang dikenal dalam masyarakat Madura.

Sejumlah sumber akademik turut mengaitkan penamaan "Pesa'an" dengan legenda tokoh tersebut, meski penelusuran etimologis yang lebih ketat mengenai asal kata ini belum banyak didokumentasikan pada sumber akademik yang tersedia.

Lokasi dan Persebaran

Pesa'an berasal dari Pulau Madura, yang secara administratif terbagi menjadi empat kabupaten di Provinsi Jawa Timur, yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Pakaian ini digunakan oleh masyarakat Madura di keempat kabupaten tersebut, maupun oleh komunitas perantau Madura yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Pesa'an turut dikenal luas di tingkat nasional sebagai representasi pakaian adat Provinsi Jawa Timur, khususnya untuk mewakili unsur budaya Madura yang berbeda dari budaya Jawa di wilayah lain provinsi tersebut.

Baca juga: Mengenal Sejarah Baju Sakera Khas Madura yang Unik

Ciri Khas dan Kelengkapan Busana

Kaos Belang dan Kemeja Longgar

Bagian paling dikenal dari Pesa'an adalah kaos bergaris horizontal (belang) berwarna merah-putih atau merah-hitam, yang dikenakan sebagai dalaman dari kemeja longgar berwarna hitam. Kemeja luar yang longgar merupakan representasi dari nilai penghargaan masyarakat Madura terhadap kebebasan bergerak, sekaligus mengakomodasi kebutuhan praktis untuk aktivitas fisik, seperti bertani dan melaut.

Celana Longgar (Gombor/Komprang)

Celana yang dipakai bersama Pesa'an disebut celana gombor atau komprang, berwarna hitam dan longgar, umumnya berbahan katun atau tenun ringan. Panjang celana bervariasi antara sebatas lutut hingga mata kaki, tergantung pada daerah dan konteks pemakaiannya.

Odheng

Odheng adalah penutup kepala tradisional pria Madura yang terbuat dari kain, umumnya bermotif batik. Berdasarkan bentuknya, odheng dibedakan menjadi dua jenis utama, yaitu odheng tongkosan (berukuran kecil) dan odheng peredhan (berukuran besar).

Variasi motif odheng lainnya mencakup motif garik atau jingga, dul-cendul, serta bere' songay atau toh biru. Terdapat pula variasi odheng tapoghan yang berbentuk segitiga dengan bagian atas terbuka, dan berbahan kain batik bermotif bunga atau lidah api berwarna merah soga.

Sarung, Sabuk Katemang, dan Terompah

Kelengkapan lain dari Pesa'an mencakup sarung kotak-kotak yang dililitkan di pinggang, sabuk katemang yang menurut sejumlah sumber berasal dari Ponorogo, serta alas kaki berupa terompah atau selop tertutup.

Celurit

Celurit merupakan senjata tradisional Madura berbentuk sabit melengkung yang kerap disertakan sebagai aksesori Pesa'an dalam konteks budaya maupun pertunjukan. Bentuknya yang melengkung dimaknai secara simbolis oleh sejumlah budayawan Madura, salah satunya sebagai representasi karakter masyarakat Madura yang memiliki rasa ingin tahu tinggi.

Filosofis Baju Adat Pesa'an

Kesederhanaan dan Kepraktisan

Desain Pesa'an yang sederhana dan longgar mencerminkan nilai kesederhanaan, kesetaraan, dan kebersamaan dalam kehidupan sosial masyarakat Madura. Bentuk longgar pada kemeja dan celana juga berfungsi praktis untuk menunjang aktivitas kerja fisik sehari-hari.

Keberanian dan Ketegasan

Warna merah pada kaos belang dimaknai sebagai simbol keberanian dan ketegasan, sementara kombinasi dengan warna hitam atau putih menambah kesan tegas sekaligus, pada warna putih, melambangkan kesucian dan niat yang tulus. Kombinasi warna ini secara keseluruhan dikaitkan dengan mental pejuang yang melekat pada citra masyarakat Madura.

Kehormatan dan Status Sosial

Bentuk dan cara pemakaian odheng turut dikaitkan dengan status sosial pemakainya; semakin tegak posisi kelopak odheng, semakin tinggi derajat kebangsawanan yang direpresentasikan menurut tradisi setempat. Aksesori tambahan seperti keris turut digunakan dalam sejumlah konteks adat untuk memperkuat kesan kehormatan.

Pasangan Busana Perempuan: Kebaya Rancongan

Dalam konteks busana adat berpasangan, Pesa'an untuk pria umumnya dipadukan dengan kebaya rancongan untuk perempuan. Nama "rancongan" berasal dari kata "roncong", sejenis keris Jawa Timur yang melambangkan martabat dan kebangsawanan. Kebaya rancongan berciri warna mencolok seperti merah, hijau, atau biru, dipadukan dengan sarung batik bermotif Tabiruan, Storjan, atau Lasem, serta aksesori seperti cucuk sisir dan cucuk dinar berbahan emas. Filosofi kebaya ini dikaitkan dengan citra perempuan Madura yang tangguh, percaya diri, dan tegas, namun tetap menjunjung kesopanan.

Penggunaan dalam Tradisi dan Acara Adat

Pesa'an digunakan dalam berbagai konteks budaya Madura, di antaranya upacara adat pernikahan, pertunjukan musik tradisional Saronen, festival budaya Madura, penyambutan tamu penting dalam acara kedaerahan, serta tradisi Karapan Sapi (pacuan sapi) yang menjadi salah satu ikon budaya paling dikenal dari Madura. Pesa'an juga pernah menjadi rujukan kostum representasi budaya Indonesia pada ajang internasional Miss Grand International 2021, memperkuat statusnya sebagai identitas visual Madura di tingkat nasional maupun internasional.

Pesa'an kerap diasosiasikan secara populer dengan profesi penjual sate Madura yang banyak ditemukan di berbagai wilayah Indonesia, meski asosiasi ini bersifat budaya populer dan bukan merupakan fungsi resmi maupun asal-usul historis dari pakaian tersebut. Kajian akademik terkini juga mencatat bahwa nilai filosofis Pesa'an tetap relevan dan terus dilestarikan oleh masyarakat Madura di tengah perkembangan zaman, baik dalam bentuk aslinya maupun melalui adaptasi desain modern yang ditampilkan pada acara-acara formal, atau ajang kebudayaan.

Baju adat Pesa’an tidak hanya menjadi bagian dari identitas budaya Madura, tetapi juga mencerminkan nilai dan tradisi masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Jika Anda ingin mengenal lebih jauh budaya Madura sekaligus menjelajahi berbagai destinasi menarik di Jawa Timur, manfaatkan AI Plan Your Trip untuk menyusun itinerary sesuai durasi dan preferensi perjalanan. Informasi mengenai lokasi, akses, waktu terbaik berkunjung, hingga berbagai daya tarik wisata juga dapat ditanyakan kepada MaiA, sehingga perjalanan Anda semakin nyaman sekaligus memberikan pengalaman budaya yang berkesan.

 

Referensi:

https://regional.kompas.com/read/2021/03/28/061600578/mengenal-pakaian-adat-madura-pesa-an-yang-menjadi-inspirasi-miss-grand?page=all

https://www.kompas.com/skola/read/2025/02/03/163527069/pakaian-adat-pesaan-berasal-dari-daerah-madura-jawa-timur

https://www.antaranews.com/berita/4290943/mengenal-pesaan-kebaya-madura-serta-filosofinya

https://www.gramedia.com/best-seller/pakaian-adat-madura/

https://www.detik.com/jatim/budaya/d-7027104/kebaya-rancongan-pakaian-adat-jawa-timur-yang-kental-budaya-madura

https://journal.unj.ac.id/unj/index.php/qualia/article/download/50592/20610/166922