MaiA ai-icon

Informasi

Semarang: Sejarah, Budaya, dan Daya Tarik Kota Pesisir

Image Contributor: Shutterstock/Hastoto Catur Nugroho

Semarang adalah ibu kota Provinsi Jawa Tengah yang berada di pesisir utara Pulau Jawa. Perkembangan kota ini berkaitan erat dengan posisi geografisnya sebagai kawasan pelabuhan dan perdagangan.

Pemerintah Kota Semarang mencatat jejak permukiman di wilayah Semarang dapat ditelusuri setidaknya hingga sekitar abad ke-8, ketika kawasan pesisir yang disebut Pragota atau Bergota merupakan bagian dari Mataram Kuno.

Letaknya di jalur perdagangan pesisir turut membentuk karakter Semarang sebagai kota multikultural. Jejak masyarakat Jawa, Tionghoa, Melayu, dan Eropa antara lain masih terlihat melalui kawasan permukiman, tempat ibadah, kuliner, serta bangunan bersejarah.

Sejarah Kota Semarang

Dalam catatan resmi Pemerintah Kota Semarang, armada Laksamana Zheng He atau Cheng Ho disebut singgah di kawasan Simongan pada 1405.

Kawasan tersebut kemudian berkaitan dengan keberadaan kompleks Sam Poo Kong atau Gedung Batu yang hingga kini menjadi salah satu situs budaya dan religi penting di Semarang.

Pada akhir abad ke-15, kawasan Semarang berkembang di bawah tokoh yang dikenal sebagai Made Pandan atau Kyai Ageng Pandan Arang.

Pemkot Semarang menetapkan 2 Mei 1547 sebagai hari jadi Kota Semarang, berdasarkan pengangkatan wilayah tersebut menjadi setingkat kabupaten pada masa Sultan Hadiwijaya dari Pajang.

Perkembangan perdagangan semakin kuat setelah Semarang berada dalam pengaruh VOC, kongsi dagang kolonial Belanda.

Pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20, kawasan yang kini dikenal sebagai Kota Lama berkembang sebagai pusat perdagangan dengan jaringan jalan, kantor, hingga fasilitas transportasi bergaya kolonial.

Baca Juga: Aktivitas Seru Selama Seharian Penuh di Semarang Buat Solo Traveler

Daya Tarik Sejarah dan Budaya Semarang

Warisan Semarang tidak hanya berasal dari satu periode. Perkembangan pelabuhan dan perdagangan menghasilkan lapisan arsitektur serta tradisi yang mencerminkan pertemuan berbagai komunitas.

1. Kota Lama Semarang

Kota Lama Semarang merupakan kawasan bersejarah di sekitar Jalan Letjen Suprapto, Semarang Utara. Pemerintah Kota Semarang mencatat kawasan ini menjadi pusat perdagangan penting pada abad ke-19 dan ke-20.

Salah satu jalan utamanya dahulu berada dalam lingkungan benteng Vijfhoek. Bangunan lama di kawasan ini kini memiliki beragam fungsi, mulai dari tempat ibadah, kantor, ruang komersial, hingga fasilitas wisata.

Revitalisasi kawasan juga mempertahankan pola jalan dan sejumlah bangunan yang menjadi bukti perkembangan kota kolonial Semarang.

2. Gereja Blenduk

Salah satu bangunan paling dikenal di Kota Lama adalah Gereja Blenduk, yang dibangun pada 1753. Nama populernya berkaitan dengan bentuk kubah besar yang menjadi ciri visual utama bangunan.

Situs resmi pariwisata Kota Semarang mencatat gereja ini sebagai salah satu gereja tua di Indonesia dan bagian penting dari lanskap bersejarah Kota Lama.

3. Kelenteng Sam Poo Kong

Sam Poo Kong berada di Jalan Simongan dan berkaitan dengan tradisi sejarah kedatangan Laksamana Cheng Ho ke Semarang. Kompleks ini berkembang menjadi tempat ibadah sekaligus situs budaya dengan bangunan bercorak arsitektur Tionghoa.

Keberadaannya menunjukkan kuatnya jejak komunitas Tionghoa dalam sejarah Semarang. Namun, cerita mengenai aktivitas Cheng Ho di kawasan ini memiliki unsur sejarah sekaligus tradisi lokal sehingga rinciannya perlu dibaca berdasarkan konteks masing-masing sumber.

4. Lawang Sewu

Lawang Sewu dibangun sejak 1904 sebagai kantor pusat perusahaan kereta api swasta Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM). Bangunan utama selesai pada 1907, sementara pembangunan tambahan berlangsung hingga sekitar 1918.

Arsitekturnya mencerminkan masa transisi dari gaya Indische Empire menuju kolonial modern. Nama Lawang Sewu berasal dari bahasa Jawa yang berarti “seribu pintu”, merujuk secara kiasan pada banyaknya pintu dan bukaan pada bangunan.

Budaya dan Kerajinan Semarang

Karakter multikultural Semarang juga tercermin dalam seni, tradisi, dan produk kerajinannya. Pemerintah kota menyebut kebudayaan Semarang berkembang melalui proses akulturasi antara budaya lokal dengan budaya masyarakat pendatang.

1. Warak Ngendhog dan Dugderan

Warak Ngendhog merupakan figur tradisional yang berkaitan dengan Dugderan, tradisi masyarakat Semarang menjelang Ramadan.

Dokumen Pemerintah Kota Semarang menempatkan Warak Ngendhog sebagai representasi akulturasi budaya yang berkembang di tengah keberagaman masyarakat kota.

Makna simboliknya memiliki beberapa interpretasi. Karena itu, penjelasan mengenai bentuk dan filosofi Warak Ngendhog lebih tepat dipahami sebagai tradisi budaya yang berkembang di masyarakat, bukan sebagai satu interpretasi tunggal.

2. Batik Semarangan

Kerajinan tekstil juga berkembang melalui Batik Semarangan. Pemerintah Kota Semarang mencatat adanya Sentra Batik Rejomulyo dengan lebih dari 25 gerai yang memproduksi dan menjual batik, sekaligus menyediakan kegiatan belajar membatik.

3. Kuliner Khas Semarang

Salah satu makanan yang paling identik dengan kota ini adalah lumpia Semarang. Pemerintah kota bahkan menempatkannya sebagai bagian dari identitas Semarang.

Isian dasarnya menggunakan rebung dan telur, kemudian berkembang dengan variasi seperti ayam, udang, serta bahan lainnya.

Jejak industri kulinernya dapat ditemukan antara lain di kawasan Kranggan, Gang Lombok, dan koridor oleh-oleh Jalan Pandanaran. Keberadaan lumpia juga mencerminkan percampuran tradisi kuliner Tionghoa dan lokal yang berkembang di Semarang.

Baca Juga: Menyusuri Kota Lama Semarang, Jejak Little Netherlands di Jawa Tengah

Lokasi dan Cara Menuju Semarang

Semarang berada di pesisir utara Jawa Tengah dan menjadi salah satu simpul transportasi utama di provinsi tersebut. Kota dapat dicapai menggunakan jalur udara, kereta api, bus, maupun laut.

  • Jalur udara: melalui Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani di Semarang Barat.
  • Kereta api: melalui Stasiun Semarang Tawang di dekat Kota Lama atau Stasiun Semarang Poncol.
  • Bus: Terminal Mangkang merupakan terminal tipe A yang melayani akses dari kawasan barat. Terminal Terboyo kini tidak lagi berfungsi seperti terminal penumpang utama sebagaimana disebut dalam draft lama dan telah dialihfungsikan terutama untuk parkir angkutan barang, meskipun masih terdapat layanan transportasi di kawasannya.
  • Jalur laut: Pelabuhan Tanjung Emas melayani kegiatan pelabuhan di Semarang.

Informasi resmi Disbudpar Kota Semarang saat ini mencantumkan Bandara Ahmad Yani, Stasiun Tawang, Stasiun Poncol, dan Terminal Mangkang sebagai titik akses transportasi kota.

Jika ingin mengenal sejarah Semarang secara lebih terstruktur, gunakan AI Plan Your Trip untuk menyusun rute yang menghubungkan Kota Lama, Lawang Sewu, Sam Poo Kong, kawasan Pecinan, serta destinasi budaya lainnya berdasarkan durasi perjalanan Anda.

Untuk mencari informasi tambahan mengenai kuliner, tempat bersejarah, transportasi, atau aktivitas di sekitar Semarang, gunakan MaiA sebagai referensi untuk melengkapi rencana perjalanan.

 

Referensi:

  • Pemerintah Kota Semarang. Sejarah Kota Semarang.

https://sikenang.semarangkota.go.id/home/cagarbudaya

  • Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang. Kota Lama Semarang.

https://pariwisata.semarangkota.go.id/frontend/web/index.php?id=69&r=site%2Fdaya-tarik-wisata-description

  • Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang. Gereja Blenduk.

https://pariwisata.semarangkota.go.id/frontend/web/index.php?id=26&r=site%2Fdaya-tarik-wisata-description

  • Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang. Sam Poo Kong.

https://pariwisata.semarangkota.go.id/frontend/web/index.php?id=28&r=site%2Fdaya-tarik-wisata-description

  • Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang. Ayo Wisata ke Semarang.

https://pariwisata.semarangkota.go.id/frontend/web/download/1699496924_Booklet_Ayo_Wisata_ke_Semarang_Nadine_Aurissya.pdf

  • Pemerintah Kota Semarang. Dokumen Sentra Industri dan Kebudayaan Kota Semarang.

https://jdih.semarangkota.go.id/assets/public/data_dokumen/691bdf0da1796_2025perda3333__006.pdf

HAL-HAL TERBAIK YANG BISA DILAKUKAN

JELAJAHI DESTINASI LAIN

INSIGHT

Ide Perjalanan

Gamelan, Alunan Musik Tradisional Warisan Nusantara

Gamelan, Alunan Musik Tradisional Warisan Nusantara

#CeritaKota - Tak Hanya Indah, 5 Wisata Alam di Semarang Ini Juga Bisa Buat Pikiran Tenang!

#CeritaKota - Tak Hanya Indah, 5 Wisata Alam di Semarang Ini Juga Bisa Buat Pikiran Tenang!

Jalan-Jalan ke Semarang? Lakukan Aktivitas Seru di 5 Tempat Estetik dan Bersejarah Ini!

Jalan-Jalan ke Semarang? Lakukan Aktivitas Seru di 5 Tempat Estetik dan Bersejarah Ini!