Image Contributor: Renhue/imageBROKER/Shutterstock
Pasar Klewer merupakan salah satu pasar yang banyak dikunjungi wisatawan saat bepergian ke Surakarta (Solo), Jawa Tengah. Pasar ini dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan tekstil dan batik grosir terbesar di kota tersebut, dengan bangunan yang terletak di sisi barat kompleks Keraton Kasunanan Surakarta.
Sejarah Berdirinya Pasar Klewer
Cikal bakal Pasar Klewer berasal dari kawasan pemberhentian kereta api pada masa pendudukan Jepang di Indonesia (1942-1945), yang saat itu digunakan sebagai lokasi berjualan sejumlah pedagang kecil dengan nama Pasar Slompretan. Nama tersebut berasal dari kata "slompret" dalam bahasa Jawa yang berarti terompet, merujuk pada bunyi klakson kereta api yang menyerupai suara terompet.
Sebelum menempati lokasi tersebut, para pedagang awalnya berjualan di kawasan Banjarsari dan Supit Urang, sebelum akhirnya dipindahkan ke area dekat pemberhentian kereta api yang berkembang pesat pada periode 1942 hingga 1968. Nama "Klewer" sendiri muncul dari kebiasaan para pedagang kain batik yang menyampirkan barang dagangan di bahu mereka, sehingga tampak "kleweran" atau menjuntai tidak beraturan apabila dilihat dari kejauhan.
Bangunan pasar permanen bertingkat mulai dibangun pada 9 Juni 1970 dan diresmikan pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Sejumlah catatan turut menyebutkan adanya penyelesaian pembangunan tambahan yang ditandai penandatanganan prasasti oleh Gubernur Jawa Tengah pada 27 Desember 1986, yang menjadi renovasi besar terakhir sebelum peristiwa kebakaran pada akhir 2014.
Kebakaran 2014 dan Revitalisasi
Pada 27 Desember 2014, Pasar Klewer mengalami kebakaran besar yang diduga disebabkan oleh korsleting listrik. Kebakaran ini menghanguskan sebagian besar bangunan pasar di sisi barat dan berdampak pada lebih dari 2.300 kios pedagang. Pascakebakaran, ribuan pedagang direlokasi sementara ke kawasan Alun-Alun Lor Keraton Kasunanan Surakarta selama proses pembangunan kembali berlangsung.
Proses revitalisasi Pasar Klewer (Barat) rampung setelah sekitar dua tahun, dan bangunan baru diresmikan pada 21 April 2017. Selain bangunan Pasar Klewer Barat yang telah direnovasi tersebut, pemerintah turut membangun Pasar Klewer Timur sebagai fasilitas tambahan, yang diresmikan pada 6 November 2020 dengan kapasitas 509 kios, dilengkapi area basement untuk parkir kendaraan.
Daya Tarik dan Aktivitas
Pasar Klewer berfungsi sebagai pusat perdagangan grosir kain batik, tekstil, dan produk pakaian jadi, dengan mekanisme tawar-menawar harga sebagai bagian dari tradisi jual beli yang berlangsung di kawasan ini. Bangunan pasar kini dilengkapi fasilitas modern, seperti lift dan eskalator, yang tidak tersedia pada bangunan lama sebelum kebakaran 2014.
Pasar Klewer terbagi menjadi dua bangunan utama, yaitu Pasar Klewer Barat, yang umumnya menyediakan produk jadi dan aksesori terkait batik, dan Pasar Klewer Timur, yang menawarkan kain batik serta tekstil. Kawasan sekitar pasar turut menyediakan area kuliner, termasuk pilihan makanan khas Solo seperti tengkleng dan aneka jajanan tradisional, yang dapat ditemukan di sekitar bangunan pasar maupun area food court yang berada di salah satu lantai bangunan.
Lokasi pasar yang berdekatan dengan Keraton Kasunanan Surakarta dan Masjid Agung Surakarta turut menjadikan kawasan ini bagian dari satu rangkaian kawasan bersejarah di pusat Kota Solo, dengan arsitektur bangunan di sekitarnya yang turut mencerminkan warisan budaya Jawa dan masa kolonial.
Baca juga: 10 Tempat Bersejarah di Solo yang Sarat Nilai Budaya
Lokasi dan Akses
Pasar Klewer beralamat di Jalan Dr. Radjiman, Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah, tepat di sisi barat kompleks Keraton Kasunanan Surakarta.
Akses dari Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo
Wisatawan dapat menggunakan taksi atau transportasi online dengan waktu tempuh sekitar 30-40 menit, tergantung kondisi lalu lintas.
Akses dari Stasiun Solo Balapan
Wisatawan dapat menggunakan taksi, transportasi online, atau becak, dengan waktu tempuh sekitar 10-15 menit.
Akses Transportasi Umum
Pasar ini dapat dijangkau menggunakan angkutan kota yang melintasi kawasan Pasar Kliwon menuju Jalan Dr. Radjiman. Area parkir kendaraan bermotor tersedia di sekitar bangunan pasar, termasuk fasilitas basement parkir pada bangunan Pasar Klewer Timur.
Produk yang Dijual
Produk utama yang diperjualbelikan di Pasar Klewer mencakup kain dan pakaian batik dengan berbagai tingkat kualitas, mulai dari standar hingga premium, yang ditawarkan dengan harga grosir. Selain batik, pasar ini turut menjual tekstil tradisional dan modern lain, seperti lurik dan songket, busana muslim, kebaya, dan pakaian tradisional lainnya, serta aksesori seperti tas, dompet, dan pernak-pernik khas Solo.
Skala dan Kapasitas
Adapun luas bangunan Pasar Klewer dilaporkan sekitar 12.500 meter persegi, dengan bangunan utama terdiri atas dua lantai, ditambah area lantai tambahan yang difungsikan sebagai food court pada sebagian bangunan. Jumlah pedagang dan kios yang tercatat menunjukkan sekitar 2.211 pedagang berkios, dan 765 pedagang tanpa kios yang berbaur di kawasan tersebut. Bangunan Pasar Klewer Timur yang lebih baru menambahkan 509 unit kios sebagai fasilitas tambahan bagi para pedagang.
Harga Produk
Harga produk yang dijual di Pasar Klewer, khususnya kain dan pakaian batik, bervariasi tergantung jenis bahan, teknik pembuatan (cap atau tulis), dan kualitas, dengan mekanisme tawar-menawar yang lazim diterapkan antara pedagang dan pembeli. Biaya tambahan yang mungkin dikenakan kepada pengunjung mencakup tarif parkir kendaraan, serta biaya penggunaan toilet umum.
Sementara itu, Pasar Klewer beroperasi setiap hari, dengan jam operasional pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Calon pengunjung disarankan mengecek jadwal operasional terbaru melalui kanal resmi pengelola pasar sebelum berkunjung.
Sebagai salah satu simbol sejarah Kota Solo, Pasar Klewer turut menjadi saksi perkembangan ekonomi kota ini sejak era kolonial Jepang hingga masa modern, dengan fungsi utamanya sebagai pusat perdagangan tekstil yang tetap dipertahankan hingga saat ini. Kawasan ini juga tercatat sebagai salah satu pusat perdagangan batik dan tekstil grosir dengan skala signifikan di Pulau Jawa, sejalan dengan peran historisnya sebagai pusat distribusi kain batik dari berbagai daerah penghasil batik, termasuk Pekalongan, Yogyakarta, dan sejumlah kota penghasil batik lain di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Pasar Klewer menjadi salah satu destinasi menarik di Solo untuk berburu batik, kain tradisional, dan berbagai produk khas daerah. Selain berbelanja, mengunjungi Pasar Klewer juga dapat menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat budaya dan kehidupan masyarakat Solo. Jika Anda ingin menjelajahi Pasar Klewer serta berbagai destinasi wisata lainnya, manfaatkan AI Plan Your Trip untuk merancang perjalanan sesuai durasi dan minat Anda. Berbagai informasi tentang lokasi, akses, waktu terbaik berkunjung, hingga rekomendasi wisata di Solo juga dapat ditanyakan kepada MaiA, agar perjalanan Anda semakin praktis dan berkesan.
Referensi:
https://bpbd.surakarta.go.id/berita/detail/2017-04-20/116
https://jatengprov.go.id/beritadaerah/pasar-klewer-timur-diresmikan/
https://visitjawatengah.jatengprov.go.id/id/belanja/pasar-klewer