MaiA ai-icon

Informasi

Dataran Tinggi Dieng, Wisata Negeri di Atas Awan

Dataran Tinggi Dieng merupakan kawasan pegunungan vulkanik di Jawa Tengah yang berada pada ketinggian sekitar 2.000–2.100 meter di atas permukaan laut. Kawasan ini berada di wilayah administratif Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara serta memiliki bentang alam berupa kawah, telaga, perbukitan, dan kompleks gunung api.

Selain keragaman geologi, Dieng mempunyai nilai sejarah dan budaya yang berkaitan dengan peninggalan Hindu serta tradisi masyarakat setempat. Pada tahun 2025, kawasan Dieng resmi ditetapkan sebagai Geopark Nasional melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 172.K/GL.01/MEM.G/2025.

Tentang Dataran Tinggi Dieng

Dataran Tinggi Dieng merupakan kawasan plato vulkanik yang terbentuk dari aktivitas gunung api. Secara geologis, Dieng merupakan kawasan vulkanik aktif dengan sekitar 22 kawah yang tersebar di Banjarnegara, Wonosobo, dan Batang. 

Nama "Dieng" diyakini berasal dari kata "di" (tempat/gunung) dan "hyang" (dewa) dalam bahasa Kawi atau Sanskerta, yang berarti kediaman para dewa. Karena posisinya yang sering diselimuti lautan awan, Dieng dijuluki "Negeri di Atas Awan".

Dieng memiliki kompleks candi Hindu yang diperkirakan dibangun pada abad ke 7–8 Masehi sehingga menjadikannya situs percandian tertua di Jawa. Delapan candi yang masih berdiri adalah Arjuna, Semar, Srikandi, Puntadewa, Sembadra, Dwarawati, Bhima, dan Gatotkaca.

Masyarakat Dieng memiliki tradisi anak berambut gimbal alami atau "anak bajang", yang rambutnya hanya boleh dipotong melalui ritual ruwatan. Saat ini, ruwatan merupakan agenda utama Dieng Culture Festival.

Lokasi dan Cara Menuju Dataran Tinggi Dieng

Dieng berjarak sekitar 27 km dari pusat Kota Wonosobo. Dari Yogyakarta, rute yang umum dilewati adalah Magelang–Wonosobo–Dieng dengan waktu tempuh sekitar 4–5 jam. Dari Semarang, rute yang biasa diambil adalah Temanggung–Wonosobo dengan durasi serupa. 

Dari Purwokerto, ada rute lebih singkat via Banjarnegara, sekitar 3–4 jam. Sementara dari Jakarta, rute umum adalah via Purwokerto–Banjarnegara–Wonosobo–Dieng dengan titik keberangkatan seperti Terminal Pulo Gadung atau Lebak Bulus. 

Jalan menuju kawasan ini didominasi medan menanjak dan berkelok sehingga pastikan kendaraan Anda dalam dalam kondisi. Akses transportasi umum tersedia via Terminal Mendolo Wonosobo yang dilanjutkan angkutan pedesaan.

Baca Juga: Pemandangan Candi Gunung yang Aneh dan Indah dari Dieng Kulon

Harga Tiket Masuk

Harga tiket wisata di Dataran Tinggi Dieng berbeda berdasarkan objek yang dikunjungi dan dapat berubah sesuai kebijakan pengelola. Berikut beberapa harga tiket objek wisata di kawasan Dataran Tinggi Dieng.

  • TPR Garung: Rp10.000
  • Candi Arjuna: Rp7.500
  • Kawah Sikidang: Rp7.500
  • Bukit Sikunir: Rp10.000
  • Museum Kailasa: Rp5.000
  • Telaga Warna dan Pengilon: Rp12.500 (Senin–Jumat), Rp15.000 (Sabtu–Minggu)

Gunakan fitur Rencanakan Perjalanan Anda di website indonesia.travel untuk membantu menyusun itinerary yang dipersonalisasi berdasarkan durasi, minat, dan preferensi perjalanan Anda di Dataran Tinggi Dieng.

Daya Tarik

Dieng memiliki daya tarik yang berasal dari kombinasi fenomena vulkanik, bentang alam pegunungan, situs arkeologi, dan budaya masyarakat. Berikut beberapa hal yang bisa Anda dapatkan jika berkunjung ke Dataran Tinggi Dieng.

Telaga Warna

Telaga Warna dikenal karena permukaan airnya menampilkan gradasi warna hijau, biru, hingga kemerahan akibat kandungan belerang dan pantulan cahaya matahari. Terletak di ketinggian sekitar 2.000 mdpl dengan luas sekitar 40 hektare, telaga ini dikelilingi panorama Gunung Prau. 

Berdampingan dengannya terdapat Telaga Pengilon yang airnya jernih menyerupai cermin. Kawasan ini juga mencakup Gua Semar dan Gua Jaran.

Kawah Sikidang

Kawah Sikidang bercirikan lubang-lubang lumpur mendidih yang letaknya dapat berpindah seiring aktivitas geotermal. Kawah ini tergolong dangkal sehingga dapat diakses berjalan kaki melalui jembatan kayu. Aroma belerang cukup menyengat di sekitar area ini. Kawah ini berada di Desa Batur, Kecamatan Batur, Banjarnegara.

Bukit Sikunir

Bukit Sikunir dikenal sebagai salah satu titik terbaik menyaksikan matahari terbit di Asia Tenggara. Pendakian ke puncak umumnya dimulai dini hari agar tiba sebelum fajar. Dari puncak, Anda dapat menyaksikan lautan awan dengan latar Gunung Sindoro dan Sumbing. 

Baca Juga: Telaga Menjer, Tempat Menikmati Tenangnya Alam Wonosobo

Kompleks Candi Arjuna

Kompleks Candi Arjuna dibangun sekitar abad ke-8 Masehi dan menjadi salah satu kompleks candi tertua di Jawa. Kompleks ini menjadi area pusat ritual ruwatan rambut gimbal dalam Dieng Culture Festival. Jumlah pengunjung di kawasan percandian Dieng kerap dibatasi untuk menjaga kelestarian struktur dan kondisi tanah.

Batu Pandang Ratapan Angin

Titik pandang di kawasan perbukitan Dieng ini memungkinkan Anda Telaga Warna dari ketinggian. Nama Ratapan Angin berasal dari suara angin yang melintasi celah bukit sehingga menciptakan desau seperti suara tangis atau ratapan. Batu Pandang Ratapan Angin termasuk salah satu destinasi utama yang berada di zona wisata Dieng. 

Telaga Dringo

Telaga Dringo merupakan salah satu geosite di kawasan Geopark Dieng yang berada pada ketinggian sekitar 2.222 meter di atas permukaan laut. Telaga ini terbentuk pada cekungan bekas aktivitas vulkanik Gunung Sinila setelah letusan pada tahun 1786. Cekungan ini kemudian terisi air hujan sehingga membentuk telaga di kawasan pegunungan.

Padang Savana

Berada di kawasan Dieng Plateau, Padang Savana menghadirkan hamparan padang rumput dikelilingi perbukitan. Bentang alamnya berbeda dari lanskap Dieng pada umumnya yang didominasi ladang dan candi. Kontur lahannya yang landai membuatnya cocok untuk trekking santai dan berkemah.

Museum Kailasa

Berdiri di atas lahan seluas 560 meter persegi, Museum Kaliasa menjadi tempat penyimpanan berbagai benda yang berhubungan dengan candi di kawasan Dataran Tinggi Dieng, seperti arca, makara, lingga dan yoni, dan mala. Anda juga dapat mengetahui sejarah terbentuknya Dataran Tinggi Dieng di Museum Kaliasa.

Dieng Culture Festival

Dieng Culture Festival (DCF) merupakan festival budaya dengan salah satu agenda utamanya adalah ritual cukur rambut anak gimbal. Selain ritual budaya, festival ini menampilkan kirab budaya, penebangan lampion, dan pameran UMKM, dan kegiatan lainnya. DCF merupakan acara tahunan yang biasa digelar pada bulan Agustus.

Gunakan fitur Rencanakan Perjalanan Anda di website Indonesia.travel untuk menyusun itinerary di Dataran Tinggi Dieng yang disesuaikan dengan preferensi pribadi Anda.

Tips ke Dataran Tinggi Dieng

Beberapa hal berikut sebaiknya Anda perhatikan sebelum mengunjungi Dataran Tinggi Dieng agar liburan lebih nyaman dan aman.

Gunakan pakaian hangat: Suhu di Dieng terbilang cukup rendah atau dingin sepanjang hari. Gunakan jaket, pakaian berlapis, penutup kepala, dan sarung tangan, terutama saat beraktivitas pada dini hari.

Periksa kondisi kendaraan: Jalur menuju Dieng memiliki banyak tanjakan dan tikungan sehingga kendaraan harus dalam kondisi baik, terutama bagian rem, ban, dan mesin.

Pantau aktivitas vulkanik: Dieng memiliki sejumlah titik kawah yang masih aktif. Periksa informasi dari Badan Geologi, patuhi batas aman, dan ikuti arahan selama berwisata.

Pertimbangan waktu kunjungan: Bulan Mei–Agustus merupakan waktu yang banyak disarankan untuk wisata ke Dieng untuk cuaca cerah dan peluang menyaksikan embun beku.

Anda bisa menggunakan bantuan fitur MaiA untuk menentukan destinasi di kawasan Dataran Tinggi Dieng. Fitur MaiA juga dapat memberikan informasi perjalanan lengkap sesuai gaya liburan Anda.

 

Referensi

HAL-HAL TERBAIK YANG BISA DILAKUKAN

JELAJAHI DESTINASI LAIN

INSIGHT

Ide Perjalanan

The Exotic DIENG CULTURE FESTIVAL 2018

The Exotic DIENG CULTURE FESTIVAL 2018

Cicipi Kelezatan 10 Makanan Khas Kudus yang Melegenda

Cicipi Kelezatan 10 Makanan Khas Kudus yang Melegenda

Mencicipi Makanan Khas Tegal, dari Soto hingga Tahu Aci yang Legendaris

Mencicipi Makanan Khas Tegal, dari Soto hingga Tahu Aci yang Legendaris