Image contributor: Rojaja/Shutterstock
Candi Borobudur di Magelang menjadi salah satu destinasi populer bagi wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara. Sudah ada sejak ratusan tahun lalu, candi ini memiliki arsitektur bangunan yang khas menyerupai piramida. Candi ini juga masih menjadi tempat ibadah aktif bagi umat agama Buddha di Indonesia.
Mengenal Sejarah Candi Borobudur
Candi Borobudur adalah monumen Buddha terbesar dan terkenal di dunia yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Pembangunannya diperkirakan dimulai sekitar tahun 775 Masehi pada masa Dinasti Syailendra dan memakan waktu hampir satu abad hingga rampung pada tahun 824 Masehi, sebagaimana tercatat dalam Prasasti Kayumwungan. Candi ini dibangun sebagai pusat ibadah dan ziarah umat Buddha Mahayana di Pulau Jawa.
Setelah pusat Kerajaan Mataram Kuno bergeser ke Jawa bagian timur, Candi Borobudur berangsur terlupakan dan tertutup material vulkanik hingga ditemukan kembali oleh Sir Thomas Stamford Raffles pada tahun 1814.
Pemugaran besar-besaran dilakukan pada 1973–1983 dengan dukungan UNESCO. Pada 1991, Candi Borobudur resmi ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO bersama Candi Pawon dan Candi Mendut dalam kawasan Borobudur Temple Compounds.
Kompleks candi ini menjadi bukti penting kejayaan seni, budaya, dan spiritual masyarakat Nusantara pada masa Dinasti Syailendra. Sampai saat ini, Candi Borobudur bukan hanya menjadi mahakarya yang penuh sejarah, tetapi juga menjadi destinasi wisata yang menyimpan nilai spiritual mendalam bagi siapa saja yang datang.
Fakta Penting Candi Borobudur untuk Wisatawan
Selain nilai sejarahnya, ada banyak fakta penting seputar Candi Borobudur, mulai dari luas dan arsitektur bangunan, jumlah relief dan stupa, hingga harga tiket masuk terbaru.
1. Luas dan Arsitektur Candi
Luas permukaan Candi Borobudur yaitu 2.500 meter persegi dengan dinding dan pagar langkan yang dihiasi dengan relief rendah yang halus. Secara arsitektural, bangunan dirancang menyerupai piramida bertingkat yang terdiri atas lima teras persegi di bagian bawah dan tiga pelataran melingkar di bagian atas dengan sebuah stupa induk di puncaknya. Susunan ini mencerminkan konsep kosmologi Buddha dan perjalanan spiritual manusia menuju pencerahan.
Ribuan panel relief pada dinding dan pagar langkan menggambarkan ajaran Buddha, kisah kehidupan Sang Buddha, serta simbol-simbol spiritual. Pada tingkat atas terdapat 72 stupa berlubang, masing-masing berisi arca Buddha. Keseluruhan struktur Borobudur merepresentasikan tiga tingkatan eksistensi dalam ajaran Buddha, dari dunia keinginan hingga dunia bebas bentuk.
2. Aktivitas di Sekitar Area
Sebelum menaiki struktur Candi Borobudur, pengunjung akan melewati Kampung Seni Borobudur. Kemudian, di area sekitar candi tersedia museum, amfiteater, galeri seni, pendapa, serta pusat kuliner dan cendera mata yang menampung ribuan perajin lokal. Wisatawan dapat menjelajahi aktivitas budaya sebelum maupun sesudah mengunjungi candi.
3. Jam Buka dan Harga Tiket Masuk
Jam buka bagi wisatawan yang ingin menaiki struktur Candi Borobudur yaitu antara pukul 08.30 hingga 17.00 WIB. Sementara jam buka untuk wisatawan yang hanya ingin berada di pelataran Borobudur jamnya yaitu antara jam 06.30 sampai 16.30 WIB.
Untuk tiket Naik Candi Borobudur, harga mulai Rp100.000 untuk anak dan Rp150.000 untuk dewasa. Tiket tersebut sudah termasuk akses naik struktur candi, tiket gelang (wristband), upanat (sandal khusus kawasan candi), dan pemandu wisata. Sementara tiket Pelataran Candi Borobudur mulai Rp25.000 untuk anak dan Rp50.000 untuk dewasa. Untuk wisatawan mancanegara, harga tiket masuk mulai dari Rp305.000.
Cara Menuju Candi Borobudur
Candi Borobudur dapat diakses dengan relatif mudah dari berbagai kota besar di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari Kota Yogyakarta, jarak menuju Candi Borobudur sekitar 40 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 1–1,5 jam perjalanan darat. Wisatawan dapat menggunakan kendaraan pribadi, bus wisata, maupun transportasi daring.
Jika menggunakan kereta api, wisatawan dapat turun di Stasiun Tugu Yogyakarta atau Stasiun Lempuyangan, kemudian melanjutkan perjalanan dengan kendaraan darat menuju kawasan Borobudur. Alternatif lainnya adalah melalui Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo, yang memiliki akses jalan menuju Magelang dan Borobudur.
Akses jalan menuju kawasan candi sudah memadai dan dilengkapi dengan penunjuk arah yang jelas, sehingga memudahkan wisatawan lokal maupun mancanegara.
Untuk memperoleh informasi mengenai destinasi budaya, transportasi, rekomendasi aktivitas, maupun tips perjalanan ke Borobudur, MaiA siap membantu menjawab berbagai kebutuhan perjalanan Anda.
Tujuan Wisata Lain di Sekitar Borobudur
Daerah sekitar Borobudur menyimpan destinasi menarik lain. Simak tiga tujuan wisata lain di daerah sekitar Candi Borobudur berikut ini.
1. Desa Wisata Candirejo
Berjarak sekitar 3 kilometer dari Candi Borobudur, Desa Wisata Candirejo menawarkan pengalaman menjelajahi kehidupan pedesaan Jawa, mulai dari kunjungan ke home industri makanan dan kerajinan, agrowisata pertanian, hingga pertunjukan tari tradisional. Wisatawan dapat masuk kawasan ini dengan tiket terjangkau, sekitar Rp20.000 per orang.
2. Punthuk Setumbu
Punthuk Setumbu adalah bukit di Dusun Kurahan yang menjadi lokasi terbaik untuk menyaksikan matahari terbit dengan latar Candi Borobudur serta Gunung Merapi dan Merbabu yang diselimuti kabut. Untuk mencapai titik pandang, pengunjung perlu berjalan kaki menanjak sekitar 300 meter dari area parkir. Tiket masuknya sekitar Rp15.000 untuk wisatawan domestik dan Rp30.000 untuk wisatawan mancanegara.
3. Bukit Rhema (Gereja Ayam)
Berjarak sekitar 4 kilometer dari Candi Borobudur, Bukit Rhema atau yang populer disebut Gereja Ayam adalah bangunan doa lintas agama berarsitektur unik menyerupai burung merpati bermahkota. Selain menjadi lokasi syuting film Ada Apa dengan Cinta 2, tempat ini menawarkan pemandangan perbukitan Menoreh dari tujuh lantai bangunannya. Harga tiket masuk reguler sekitar Rp20.000 per orang.
Tips Berkunjung ke Objek Wisata yang Juga Tempat Ibadah
Karena berstatus tempat ibadah aktif sekaligus destinasi wisata, penting bagi setiap pengunjung memahami etika kunjungan agar tidak mengganggu kekhusyukan umat yang beribadah maupun melanggar norma adat setempat.
- Kenakan pakaian sopan; gunakan kain atau selendang bila diwajibkan pengelola. Khusus di Candi Borobudur, bagian bahu dan lutut harus tertutup.
- Jaga sikap dan volume suara, terutama saat prosesi ibadah berlangsung.
- Hormati area yang dibatasi untuk umat yang beribadah dan ikuti aturan setempat.
- Hindari memanjat bangunan suci atau berpose tidak pantas, apalagi untuk konten media sosial.
- Buang sampah pada tempatnya dan jaga kebersihan lingkungan sekitar tempat suci.
Sebagai mahakarya arsitektur sekaligus situs spiritual yang masih hidup, Candi Borobudur menawarkan pengalaman seutuhnya. Dengan mengetahui jam buka, harga tiket, hingga etika berkunjung, wisatawan dapat menikmati keindahan warisan dunia ini sekaligus turut menjaga kelestariannya untuk generasi mendatang.
Apabila berencana mengunjungi Borobudur atau Magelang dalam waktu dekat, Rencanakan Perjalanan Anda di Indonesia.travel untuk menyusun itinerary yang dipersonalisasi berdasarkan durasi, minat, dan preferensi perjalanan.
Sumber:
- https://whc.unesco.org/en/list/592/
- https://travel.kompas.com/read/2022/06/07/170700427/sejarah-candi-borobudur-peninggalan-dinasti-syailendra?page=all
- https://injourneydestination.id/cara-masuk-ke-candi-borobudur/
- https://ticket.injourneydestination.id/id/candi-borobudur/
- https://jadesta.kemenpar.go.id/desa/candirejo
- https://travel.kompas.com/read/2024/05/14/150300727/harga-tiket-dan-jam-buka-gereja-ayam-bukit-rhema-di-borobudur
- https://regional.kompas.com/read/2022/06/06/233159978/punthuk-setumbu-borobudur-daya-tarik-harga-tiket-dan-rute?page=all
- https://www.idntimes.com/travel/tips/tips-berlibur-rumah-ibadah-c1c2-01-rh22t-ld37nn