Orong Bukal adalah destinasi wisata alam berupa kawasan laguna yang dikelilingi tebing karang di Desa Buwun Mas, Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kombinasi air laut jernih, gugusan pulau kecil, serta formasi tebing batu yang curam membuat Orong Bukal dinilai mirip dengan Raja Ampat.
Nama "Orong Bukal" berasal dari bahasa Sasak, di mana "orong" berarti tempat, sedangkan "bukal" merujuk pada kelelawar yang dikaitkan dengan gua berisi air yang dihuni kelelawar di kawasan laguna.
Tentang Orong Bukal
Orong Bukal merupakan bagian dari gugusan pesisir selatan Sekotong yang berbatasan langsung dengan Selat Lombok. Kawasan ini berupa laguna yang diapit tebing-tebing karang tinggi dan air laut berwarna biru kehijauan yang jernih.
Untuk mencapai lokasi, pengunjung harus trekking melalui perbukitan dan semak karena kawasan ini tidak dapat diakses langsung menggunakan kendaraan bermotor. Karakter geografis ini membuat Orong Bukal masih minim pembangunan fasilitas wisata dibandingkan destinasi pantai populer lain di Lombok.
Seiring dengan meningkatnya jumlah kunjungan, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) saat ini tengah melakukan pembangunan di Orong Bukal agar setara dengan Senggigi yang telah lebih dulu populer.
Daya Tarik
Daya tarik utama Orong Bukal terletak pada perpaduan bentang alam pesisir yang belum banyak tersentuh pembangunan, seperti panorama tebing, laguna, dan gugusan pulau kecil.
Gugusan Tebing Karang
Tebing-tebing karang yang menjulang di sepanjang garis pantai menjadi ciri khas utama kawasan ini. Formasi tebing tersebut membentuk laguna semi tertutup dengan air laut yang relatif tenang. Di salah satu sisi tebing terdapat titik yang dimanfaatkan untuk lompat tebing (cliff jumping) setinggi sekitar 10 meter, sekaligus lokasi pengamatan panorama laut lepas.
Jalur Trekking
Untuk mencapai Orong Bukal, pengunjung perlu menempuh jalur trekking melalui perbukitan dan hutan semak di pesisir selatan. Medan jalur berupa tanah berbatu dan cenderung licin saat kering dengan waktu tempuh sekitar 45 menit. Sepanjang perjalanan, Anda akan menikmati pemandangan vegetasi savana pesisir dan laut dari ketinggian.
Spot Snorkeling
Air laut di laguna Orong Bukal tergolong jernih dengan gradasi biru kehijauan. Aliran air di sini cenderung tenang sehingga banyak dimanfaatkan untuk snorkeling dibandingkan sisi laut lepas. Anda perlu membawa peralatan snorkeling sendiri karena belum ada fasilitas penyewaan di lokasi.
Spot Foto
Kombinasi tebing karang, laguna biru, dan gugusan pulau kecil menjadikan Orong Bukal memiliki sejumlah sudut fotografi. Beberapa titik di jalur trekking maupun puncak tebing dimanfaatkan sebagai pos istirahat sekaligus titik pengambilan gambar, terutama di pagi dan sore hari.
Baca Juga: Gugusan Gili Cantik Desa Sekotong Barat, Surga Keindahan Bahari di Lombok Barat
Lokasi dan Harga Tiket
Orong Bukal berlokasi di Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Timur. Objek wisata ini terletak sekitar 45 kilometer dari Kota Mataram.
Orong Bukal dapat dikunjungi setiap hari, pukul 07.00–17.00 WITA. Tiket masuk berkisar Rp5.000–Rp15.000 per orang, ditambah parkir sekitar Rp10.000 untuk motor dan Rp20.000 untuk mobil.
Pertimbangkan jasa pemandu lokal dengan biaya sekitar Rp150.000 per kelompok untuk memudahkan Anda saat menyusuri jalur trekking.
Cara Menuju Orong Bukal
Dari Kota Mataram, perjalanan menuju Orong Bukal dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi, sepeda motor maupun mobil ke arah selatan menuju Kecamatan Sekotong. Perjalanan ini mungkin memakan waktu sekitar 1,5 jam.
Setelah tiba di titik parkir sekitar Desa Buwun Mas atau Sekotong Barat, perjalanan dilanjutkan dengan trekking melewati perbukitan dan semak selama kurang lebih 45 menit.
Akses jalan menuju titik parkir masih berupa jalan desa yang belum sepenuhnya beraspal. Sampai saat ini, belum tersedia transportasi umum menuju lokasi sehingga pengunjung umumnya menggunakan kendaraan sewa atau jasa tur lokal.
Tips ke Orong Bukal
Sejumlah hal berikut dapat dipertimbangkan sebelum berkunjung, mengingat kawasan ini masih minim fasilitas dan menuntut aktivitas fisik berupa trekking.
- Alas kaki anti slip: Gunakan sepatu atau sandal gunung yang tidak licin karena jalur trekking berupa tanah berbatu.
- Gunakan tabir surya: Sebagian jalur terbuka terhadap matahari sehingga tabir surya, topi, dan kacamata hitam dapat membantu mengurangi paparan langsung.
- Bawa air minum dan makanan: Trekking membutuhkan energi, sedangkan fasilitas penunjang di kawasan masih terbatas.
- Pertimbangkan musim kemarau: Bulan Mei–September merupakan cuaca dengan curah hujan rendah sehingga cocok untuk kegiatan di luar ruangan.
- Hindari berenang saat gelombang kuat: Air jernih tidak selalu berarti kondisi laut aman. Perhatikan arus, ombak, dan arahan setempat.
- Jaga lingkungan: Bawa kembali sampah dan jangan mengambil biota laut, batuan, atau merusak vegetasi serta terumbu karang.
- Gunakan jasa pemandu lokal: Jalur menuju Orong Bukal relatif belum memiliki penanda resmi sehingga akan lebih aman menggunakan jasa pemandu lokal.
- Siapkan uang tunai: Pembayaran non-tunai umumnya belum tersedia di lokasi.
Gunakan fitur Rencanakan Perjalanan Anda di website Indonesia.travel untuk menyusun itinerary dengan mempertimbangkan lokasi destinasi dan kondisi sekitar.
Baca Juga: Desa Wisata Sesaot: Pesona Alam dan Budaya di Lombok Barat
Destinasi di Sekitar Orong Bukal
Kawasan Sekotong memiliki sejumlah destinasi alam lain yang berdekatan dengan Orong Bukal dan kerap dikunjungi dalam satu rangkaian perjalanan. Berikut beberapa di antaranya.
Gili Nanggu
Gili Nanggu adalah pulau kecil tak berpenghuni di Kecamatan Sekotong dan termasuk kawasan wisata yang dikenal sebagai GITANADA (Gili Tangkong, Nanggu, dan Sudak). Pulau ini dapat dicapai dengan perahu dari Pelabuhan Tawun sekitar 25–30 menit. Gili Nanggu dikenal dengan pantai berpasir putih dengan air laut biru toska.
Pantai Piling
Pantai Piling terletak di Desa Piling, Kecamatan Sekotong dan dikenal karena pesisirnya yang didominasi hamparan batu halus, berbeda dengan pantai berpasir putih pada umumnya di Lombok. Pantai Piling relatif masih sepi, tetapi kerap dijadikan area berkemah.
Pantai Ela-Ela (Elaq-Elaq)
Pantai Ela-Ela berada di Desa Tawun, Kecamatan Sekotong yang berbentuk tanjung kecil menyerupai lidah menjulur ke laut. Sesuai namanya, "ela-ela" dalam bahasa Sasak berarti lidah. Pantai ini didominasi pasir putih dengan beberapa titik bebatuan dan terdapat Gili Penyu di ujung tanjung yang dapat dicapai dengan berjalan kaki saat air laut surut.
Anda bisa menggunakan bantuan fitur MaiA untuk menentukan destinasi di sekitar Orong Bukal. Fitur MaiA juga dapat memberikan informasi perjalanan lengkap sesuai gaya liburan Anda.
Referensi