Image Contributor: Ekho Budi Utomo/Shutterstock
Danau Segara Anak adalah danau vulkanik yang berada di dalam kaldera kompleks Gunung Rinjani, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Danau ini berada di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani pada ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut. Badan Geologi mencatat ketinggian permukaan air Danau Segara Anak sekitar 2.025 meter di atas permukaan laut.
Danau Segara Anak merupakan bagian dari bentang alam vulkanik Rinjani. Kawasan Rinjani-Lombok ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark pada 2018. UNESCO menggambarkan kawasan geopark ini sebagai bentang alam yang didominasi unsur vulkanik.
Nama Segara Anak dapat diartikan sebagai “anak laut”. Kajian mengenai toponimi di Lombok mengaitkan nama tersebut dengan penampilan air danau yang menyerupai laut. Selain memiliki nilai geologi, kawasan Segara Anak juga digunakan untuk kegiatan pendakian, perkemahan, memancing, serta kegiatan keagamaan tertentu.
Daya Tarik Danau Segara Anak
Danau Segara Anak memiliki sejumlah daya tarik yang berkaitan dengan kondisi geologi, bentang alam, aktivitas pendakian, dan kegiatan budaya di kawasan Gunung Rinjani. Berikut beberapa karakteristik dan aktivitas yang berkaitan dengan kawasan danau.
Danau Kawah di Kaldera Rinjani
Danau Segara Anak menempati bagian barat kaldera Rinjani. Penelitian Badan Geologi mencatat luas danau sekitar 11 kilometer persegi dengan kedalaman mencapai sekitar 230 meter.
Pembentukan bentang alam kawasan ini berkaitan dengan sejarah vulkanisme kompleks Rinjani-Samalas. Penelitian yang diterbitkan dalam Scientific Reports mencatat bahwa Gunung Samalas mengalami erupsi besar pada 1257, salah satu erupsi vulkanik terbesar pada era Masehi dan sumber anomali sulfat besar yang ditemukan pada inti es di Arktik dan Antarktika.
Gunung Barujari
Di dalam kaldera terdapat Gunung Barujari, kerucut vulkanik yang terbentuk setelah pembentukan kaldera. Badan Geologi mencatat keberadaan Barujari di dalam kaldera Segara Anak, sementara penelitian geologi menggambarkannya sebagai kerucut vulkanik aktif pada kompleks Rinjani.
Keberadaan danau kawah, dinding kaldera, dan kerucut vulkanik Barujari menjadikan Segara Anak penting tidak hanya dalam konteks wisata alam, tetapi juga untuk memahami sejarah geologi Gunung Rinjani.
Nilai Budaya dan Keagamaan
Danau Segara Anak juga digunakan sebagai lokasi kegiatan keagamaan. Pemerintah Provinsi NTB mencatat pelaksanaan Upacara Danu Kertih atau Mulang Pakelem oleh umat Hindu di kawasan Danau Segara Anak, termasuk kegiatan yang dijadwalkan pada 24-29 Oktober 2023.
Dalam praktiknya, upacara tersebut berkaitan dengan penghormatan terhadap alam dan sumber air. Karena itu, pengunjung perlu menghormati kegiatan keagamaan dan aturan konservasi yang berlaku di kawasan danau.
Berkemah dan Memancing
Area Segara Anak telah lama menjadi salah satu lokasi perkemahan dalam perjalanan pendakian Rinjani. Balai TNGR juga mencatat keberadaan ikan di danau yang memungkinkan aktivitas memancing.
Namun, seluruh aktivitas di dalam taman nasional harus mengikuti ketentuan pengelola kawasan. Pendaki tidak dianjurkan mengandalkan informasi lama mengenai area yang boleh digunakan karena jalur, lokasi perkemahan, dan akses tertentu dapat berubah mengikuti kondisi cuaca, konservasi, maupun aktivitas vulkanik.
Lokasi dan Informasi Operasional Danau Segara Anak
Danau Segara Anak berada di dalam Taman Nasional Gunung Rinjani, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Lokasinya tidak dapat dicapai langsung dengan kendaraan bermotor. Pengunjung harus masuk melalui jalur pendakian resmi dan berjalan kaki menuju kawasan kaldera.
Akses pendakian Rinjani dikelola oleh Balai Taman Nasional Gunung Rinjani melalui sistem eRinjani. Pada musim pendakian 2026, pengelola juga menerapkan penguatan sistem keselamatan dan pengelolaan pendakian berbasis digital.
Ketentuan resmi yang diumumkan pada Juni 2026 antara lain mewajibkan pendakian dalam kelompok minimal dua orang, pendaki wajib menggunakan pemandu atau didampingi pendaki berpengalaman, memiliki pengalaman mendaki sebelumnya, pendampingan dan izin orang tua/wali bagi pendaki di bawah 17 tahun, serta penggunaan wadah makan dan minum yang dapat digunakan kembali. SOP lengkap tersedia melalui aplikasi eRinjani.
TNGR juga menerapkan penutupan berkala. Pada 2026, seluruh destinasi pendakian ditutup pada 1 Januari - 31 Maret untuk mitigasi risiko bencana hidrometeorologi dan pemulihan ekosistem. Karena jadwal pembukaan, kuota, dan kondisi jalur dapat berubah, calon pendaki perlu memeriksa pengumuman terbaru Balai TNGR sebelum melakukan reservasi.
Cara Menuju Danau Segara Anak
Perjalanan menuju kawasan Gunung Rinjani dapat diawali melalui Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid di Lombok Tengah atau melalui pelabuhan di Pulau Lombok. Dari titik kedatangan, perjalanan dilanjutkan melalui jalur darat menuju pintu pendakian yang dipilih.
Melalui Jalur Sembalun
Sembalun merupakan salah satu jalur resmi pendakian Gunung Rinjani. Dalam informasi jalur Balai TNGR, rute ini menghubungkan Sembalun, Pelawangan Sembalun, kawasan puncak, dan Danau Segara Anak. Untuk menuju danau, pendaki harus menuruni jalur dari kawasan Pelawangan Sembalun.
Bagian turun dari Pelawangan Sembalun menuju Segara Anak memiliki medan yang perlu diperhitungkan dengan serius. Persiapan fisik, perlengkapan yang sesuai, dan mengikuti arahan pemandu merupakan bagian penting dari keselamatan perjalanan.
Melalui Jalur Senaru
Senaru merupakan jalur resmi lain yang dapat digunakan untuk mencapai Danau Segara Anak. Balai TNGR mencatat rute Senaru - Pelawangan Senaru - Danau Segara Anak. Durasi perjalanan dapat berbeda menurut kondisi fisik pendaki, cuaca, dan kondisi jalur.
Rute pendakian menuju Segara Anak dapat berubah atau ditutup sewaktu-waktu karena cuaca, pemulihan ekosistem, keselamatan, atau kondisi vulkanik. Oleh sebab itu, rute yang digunakan harus mengikuti izin dan arahan resmi Balai TNGR pada tanggal pendakian.
Untuk menyusun perjalanan ke Lombok sebelum memasuki kawasan Rinjani, gunakan fitur Rencanakan Perjalanan Anda di Indonesia.travel untuk mengatur rute, waktu kunjungan, dan destinasi lain yang relevan.
Informasi destinasi dan pilihan aktivitas di Lombok juga dapat ditelusuri melalui MaiA sesuai kebutuhan perjalanan.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Gunung Rinjani merupakan kawasan konservasi sekaligus kompleks gunung api aktif. Informasi mengenai aktivitas vulkanik perlu merujuk pada PVMBG/Badan Geologi, sedangkan status jalur, registrasi, dan ketentuan pendakian mengikuti pengumuman Balai Taman Nasional Gunung Rinjani.
Pendaki juga perlu membawa kembali sampah, menggunakan perlengkapan sesuai ketentuan, menjaga jarak dari area yang dinyatakan berbahaya, serta tidak mengganggu kegiatan adat atau keagamaan yang berlangsung di sekitar danau.
Referensi:
- Rinjani National Park. https://www.rinjaninationalpark.id/detail/ketentuan-wajib-bagi-para-pendaki
- Rinjani National Park. https://www.rinjaninationalpark.id/detail/agenda-rinjani-musim-pendakian-2026
- Rinjani National Park. https://www.rinjaninationalpark.id/detail/penutupan-destinasi-wisata-alam-pendakian-taman-nasional-gunung-rinjani
- Perpustakaan Badan Geologi. https://geologi.esdm.go.id/perpustakaan/?id=21259&keywords=&p=show_detail
- Unesco. https://www.unesco.org/en/iggp/geoparks
- Nature.com. https://www.nature.com/articles/srep34868
- Pemerintahan Provinsi Nusa Tenggara Barat. https://ntbprov.go.id/post/menerima-audiensi-panitia-pelaksana-upacara-sad-kertih-dari-phdi-ntb-pj-gubernur-harmonisasi-daerah-ntb