Cendana (Santalum album L.) adalah pohon aromatik yang telah lama menjadi bagian dari sejarah dan kehidupan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama di Pulau Timor.
Kayunya dikenal karena aroma khas yang berasal dari minyak alami di dalam kayu terasnya.
Sejak berabad-abad lalu, cendana bernilai tinggi sebagai komoditas perdagangan dan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari parfum, dupa, dan minyak aromatik hingga kerajinan dan cendera mata.
Sejarah Perdagangan Cendana
Perdagangan Cendana sejak Masa Lampau
Perdagangan cendana dari Timor telah berlangsung sejak setidaknya sekitar satu milenium terakhir. Sebelum kedatangan bangsa Eropa, masyarakat Timor sudah membawa cendana dari wilayah pedalaman ke kawasan pesisir menggunakan perahu kecil.
Dari pelabuhan-pelabuhan tersebut, kayu kemudian masuk ke jaringan perdagangan antarpulau dan Asia. Catatan sejarah juga menunjukkan bahwa pedagang dari berbagai wilayah tertarik pada cendana Timor karena kualitas dan aromanya.
Permintaan terbesar datang dari pasar Asia, terutama Cina dan India. Cendana digunakan sebagai bahan parfum, kosmetik, obat tradisional, dupa, serta berbagai benda seperti kipas, kotak, dan benda keagamaan.
Persaingan Perdagangan Cendana
Memasuki abad ke-16 dan ke-17, perdagangan cendana Timor semakin ramai dengan kehadiran Portugis, pedagang Makassar, dan kemudian VOC. Portugis membangun jaringan perdagangan di Nusa Tenggara, sementara pedagang Makassar menghubungkan Timor dengan pusat perdagangan di Sulawesi dan Asia.
VOC kemudian menjadikan Kupang sebagai salah satu basis pentingnya di Timor.
Kupang semakin penting dalam persaingan tersebut setelah VOC menguasainya pada 1653. Meski demikian, perdagangan cendana tetap melibatkan berbagai pihak, termasuk penguasa lokal, pedagang Makassar, Portugis, VOC, dan pedagang Cina.
Tingginya permintaan kemudian menyebabkan tekanan terhadap populasi cendana. Penebangan berlebihan dan persaingan dalam perdagangan membuat persediaan cendana di Timor semakin berkurang. Kondisi ini menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah panjang pengelolaan cendana di NTT.
Mengapa Cendana Timor Begitu Dicari?
Ada alasan kuat di balik tingginya nilai cendana Timor. Kayu terasnya menghasilkan aroma yang khas dan minyak aromatik yang digunakan untuk berbagai keperluan.
Pada masa lalu, produk berbahan cendana juga memiliki nilai prestise karena digunakan untuk benda-benda bernilai tinggi, termasuk benda dekoratif dan keagamaan. Catatan sejarah menyebut Timor sebagai wilayah yang menghasilkan cendana dengan kualitas dan aroma yang sangat baik.
Keistimewaan Kayu Cendana
-
Aroma Khas dan Tahan Lama
Minyak alami pada bagian kayu pohon membuat aroma cendana tetap tercium setelah kayu dipotong dan diolah. Karakter ini menjadi salah satu alasan cendana banyak digunakan untuk parfum, dupa, kosmetik, dan produk aromatik lainnya. - Tekstur Halus dan Mudah Diolah
Kayunya memiliki tekstur halus dengan serat yang relatif rapat. Sifat ini membuatnya sesuai untuk ukiran dan berbagai kerajinan berukuran kecil. Warna serta aroma alaminya juga menjadi bagian dari karakter produk yang dibuat. -
Semakin Tua, Semakin Tinggi Kandungan Minyaknya
Semakin tua pohon cendana, kayu terasnya semakin berkembang dan kandungan minyak atsirinya cenderung lebih tinggi. Karena bagian inilah yang paling bernilai, usia pohon menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kualitas kayu cendana.
Proses pembentukan kayu teras yang membutuhkan waktu juga membuat cendana tidak bisa dipanen dalam waktu singkat.
Baca Juga: Kuliner Menarik di Nusa Tenggara Timur
Lokasi dan Persebaran Cendana
Cendana banyak ditemukan di Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama Pulau Timor, yang sejak lama dikenal sebagai salah satu wilayah penting penghasil cendana di Indonesia. Meski begitu, tanaman ini juga tumbuh secara alami di beberapa wilayah lain di Indonesia, termasuk Jawa dan Kepulauan Sunda Kecil.
Di Pulau Timor, persebaran cendana antara lain mencakup Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, Kupang, dan sejumlah wilayah lainnya. Kondisi alam Timor yang memiliki musim kering panjang turut mendukung pertumbuhan tanaman ini.
Cendana Dimanfaatkan untuk Apa Saja?
Kerajinan dan Cendera Mata
Di Nusa Tenggara Timur, kayu cendana tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan baku, tetapi juga diolah menjadi berbagai kerajinan dan cendera mata. Beberapa produk yang dikenal antara lain kipas, tasbih, rosario, patung, dan benda ukiran. Aroma khas cendana yang tetap melekat pada kayu membuat produk-produk tersebut memiliki ciri tersendiri.
Ingin mengenal lebih banyak kekayaan budaya Nusa Tenggara Timur?
Gunakan fitur MaiA untuk menemukan informasi dan inspirasi tentang destinasi, budaya, serta berbagai pengalaman yang dapat melengkapi perjalanan Anda di NTT.
Minyak, Dupa, dan Produk Aromatik
Pemanfaatan cendana juga berkaitan erat dengan aromanya. Kayu cendana dapat diolah menjadi minyak cendana, serbuk kayu, dan dupa, sedangkan minyaknya digunakan dalam pembuatan parfum dan sejumlah produk kosmetik. Aroma khas ini berasal dari minyak alami yang terdapat pada bagian kayu teras dan akarnya.
Penggunaan dalam Pengobatan Tradisional
Selain untuk produk aromatik, cendana juga telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional. Minyak kayu cendana digunakan dalam metode Ayurveda dan pengobatan tradisional Tiongkok, termasuk dalam berbagai sediaan untuk penggunaan pada kulit.
Namun, penggunaan tradisional tidak berarti cendana terbukti dapat mengobati penyakit tertentu. Manfaatnya masih bergantung pada bentuk produk, konsentrasi, cara penggunaan, dan bukti penelitian yang tersedia.
Penting juga membedakan cendana putih (Santalum album) dengan cendana merah (Pterocarpus santalinus), karena keduanya merupakan tanaman yang berbeda dan memiliki kandungan serta penggunaan yang tidak sama.
Upaya Pelestarian Cendana di NTT
Populasi cendana di Timor pernah menurun cukup tajam akibat penebangan dan pemanfaatan yang tidak diimbangi dengan penanaman kembali. Kondisi ini kemudian mendorong berbagai upaya untuk menjaga keberadaan cendana sekaligus mengembangkannya kembali di Nusa Tenggara Timur.
Salah satunya melalui Masterplan Pengembangan dan Pelestarian Cendana NTT 2010–2030, yang menjadi panduan untuk penanaman, budidaya, perlindungan pohon, serta pemanfaatan cendana secara lebih berkelanjutan.
Pelestarian juga dilakukan melalui aturan mengenai pemanfaatan dan perdagangan. Peraturan Daerah Provinsi NTT dan Peraturan Gubernur NTT mengatur pengelolaan cendana, termasuk perizinan untuk perdagangan kayunya.
Upaya tersebut masih penting karena Santalum album saat ini berstatus Vulnerable (VU) atau rentan dalam daftar IUCN.
Baca Juga: Rusa Timor, Satwa Endemik Nusa Tenggara Timur
IUCN Red List merupakan daftar global yang menilai tingkat risiko kepunahan berbagai jenis tumbuhan dan hewan. Status Vulnerable menunjukkan bahwa suatu spesies menghadapi risiko tinggi mengalami kepunahan di alam jika ancaman terhadap populasinya terus berlangsung.
Pelestarian cendana tidak hanya berarti menanam pohon baru, tetapi juga merawat pohon yang sudah tumbuh dan memastikan pemanfaatannya tidak mengganggu regenerasi tanaman.
Setelah mengenal cendana dan sejarahnya di Nusa Tenggara Timur, saatnya menjelajahi lebih banyak kekayaan daerah ini. Gunakan fitur Rencanakan Perjalanan Anda untuk menyusun itinerary berdasarkan destinasi yang ingin Anda kunjungi di NTT.
Referensi:
- Kew Science – Santalum album
https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:780592-1/general-information - IUCN Red List – Santalum album
https://www.iucnredlist.org/species/31852/2807668 - Cambridge University Press – “Haumeni, Not Many: Renewed Plunder and Mismanagement in the Timorese Sandalwood Industry”
https://www.cambridge.org/core/journals/modern-asian-studies/article/abs/haumeninot-many-renewed-plunder-and-mismanagement-in-the-timorese-sandalwood-industry/1A6B3D073863766B3A7805EAE9985DAE - Cambridge University Press – “The Vanishing Sandalwood of Portuguese Timor”
https://www.cambridge.org/core/journals/itinerario/article/abs/vanishing-sandalwood-of-portuguese-timor/29971F19F8EDC85DF7D8F866EA3DEA13 - PubMed Central – “Sandalwood Album Oil in Dermatology”
https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC5749697/ - Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan – “Analisis Kebijakan dan Strategi Litbang Kehutanan dalam Pengembangan Cendana di NTT”
https://media.neliti.com/media/publications/29214-ID-analisis-kebijakan-dan-strategi-litbang-kehutanan-dalam-pengembangan-cendana-di.pdf - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur – “Masterplan Pengembangan dan Pelestarian Cendana NTT 2010–2030”
https://www.locjkt.or.id/application/docliblcjkt/upload/Masterplan%20pengembangan%20Cendana.pdf