MaiA ai-icon

Informasi

Tirta Gangga: Taman Air Kerajaan yang Memukau di Bali Timur

Taman Air Tirta Gangga merupakan bekas istana air peninggalan Kerajaan Karangasem yang berada di Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali. Nama "Tirta Gangga" berasal dari kata "tirta" yang berarti air suci dan "Gangga", merujuk pada nama sungai suci di India, sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi Hindu. 

Sejarah Taman Air Tirta Gangga

Tirta Gangga merupakan peninggalan Kerajaan Karangasem yang dibangun atas prakarsa Raja Karangasem terakhir, yaitu Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem. Pembangunannya dimulai pada tahun 1946 dan berlangsung hingga akhir dekade 1940-an.

Pembangunan taman ini terinspirasi oleh keberadaan mata air Rejasa, sumber air alami dengan debit besar yang oleh masyarakat setempat dipercaya memiliki nilai spiritual. Kompleks Tirta Gangga menggabungkan arsitektur tradisional Bali dengan pengaruh gaya Eropa dan Tiongkok.

Pada tahun 1963, letusan Gunung Agung menyebabkan kerusakan pada sebagian konstruksi bangunan akibat guncangan gempa tektonik, meskipun aliran lahar tidak melewati lokasi taman secara langsung.

Setelah tragedi tersebut, proses pemugaran sempat terhenti karena keterbatasan dana. Rekonstruksi baru dilanjutkan pada tahun 1979 oleh putra terakhir raja Karangasem, yaitu Anak Agung Made Djelantik.

Pada tahun 1981, kawasan ini turut menerima bantuan dana pemugaran dari pemerintah Belanda yang melibatkan sejumlah ahli arsitektur, seni rupa, dan sejarah. Restorasi kemudian dilanjutkan oleh generasi penerus keluarga kerajaan hingga taman mencapai bentuk yang seperti saat ini.

Tirta Gangga resmi dibuka untuk umum sebagai destinasi wisata sejak tahun 1970 dan kini dikelola oleh Badan Pengelola Taman Tirta Gangga bersama pemerintah daerah Karangasem.

Daya Tarik Taman Air Tirta Gangga

Taman Air Tirta Gangga menggabungkan nilai sejarah kerajaan, arsitektur tradisional Bali, dan fungsi keagamaan dalam satu kawasan seluas sekitar 1,2 hektare. Bangunannya mengikuti kontur lahan di kaki Gunung Agung sehingga memiliki daya tarik tersendiri.

Keindahan Arsitektur

Tirta Gangga dirancang sebagai labirin kolam dan air mancur yang dikelilingi taman rimbun serta patung-patung bergaya Hindu dan Tiongkok. Taman ini terbagi menjadi tiga tingkatan, dengan tingkat tertinggi berupa sumber mata air yang dikelilingi pohon beringin, tingkat tengah berupa kolam yang dapat digunakan untuk berenang, dan tingkat terendah berupa kolam hias dengan air mancur. 

Kolam Teratai dan Stepping Stone

Salah satu elemen paling dikenal di Tirta Gangga adalah kolam besar berisi bunga teratai dan ikan hias yang dilengkapi dengan barisan batu pijakan (stepping stone) berbentuk menyerupai altar kecil yang membentang di atas permukaan air. 

Pengunjung dapat berjalan melintasi kolam melalui batu-batu tersebut menuju bagian tengah kolam. Area ini menjadi salah satu titik yang paling banyak difoto oleh wisatawan. Kolam ini terletak di area utama taman yang dapat diakses langsung dari pintu masuk.

Baca Juga: 5 Aktivitas Seru di Amed Beach, Hidden Gem di Bali Timur

Mata Air Suci Rejasa

Sumber air yang mengaliri seluruh kompleks Tirta Gangga berasal dari mata air Rejasa yang digunakan pula untuk keperluan upacara adat Hindu Bali. Mata air ini terletak di titik tertinggi kompleks yang kemudian mengalir ke seluruh kolam di tingkatan lebih rendah. Air dari mata air ini tetap mengalir secara berkelanjutan tanpa bergantung pada sistem irigasi buatan.

Menara Air Berundak Nawa Sanga

Di salah satu sudut taman terdapat menara air berundak setinggi sekitar 10 meter bernama Nawa Sanga dengan bentuk menyerupai atap pura bertingkat. Menara ini dilengkapi aliran air terjun kecil yang mengalir dari puncak menuju kolam di bawahnya. 

Bentuk arsitektur menara ini merepresentasikan konsep kosmologi Hindu Bali mengenai sembilan penjuru mata angin. Struktur ini menjadi salah satu elemen visual yang membedakan Tirta Gangga dari taman air lain di Bali.

Lokasi dan Harga Tiket Masuk Taman Air Tirta Gangga

Taman Air Tirta Gangga berlokasi di Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali. Dari Kota Denpasar, jarak tempuh menuju Tirta Gangga sekitar 2–3 jam. Selain menggunakan kendaraan pribadi, Anda bisa menuju Taman Air Tirta Gangga dengan angkutan lokal jalur Amlapura–Datah.

Berdasarkan pembaruan tarif yang berlaku sejak 1 Maret 2025, berikut adalah harga tiket masuk Taman Air Tirta Gangga:

  • Anak di bawah 5 tahun: Gratis
  • Anak usia 5–12 tahun: Rp25.000 (domestik), Rp45.000 (mancanegara
  • Dewasa: Rp45.000 (domestik), Rp35.000 (KTP Bali), Rp90.000 (mancangeraga)
  • Dewasa mancanegara di atas 65 tahun: Rp70.000
  • Parkir: Rp2.000 (motor), Rp5.000 (mobil), Rp10.000 (bus)
  • Sewa perahu: Rp20.000
  • Jam buka: 07.00–19.00 WITA

Biaya tambahan mungkin dikenakan jika Anda ingin menerbangkan drone, melakukan shooting, atau melakukan sesi prewedding.Harga tiket dan jam operasional mungkin berubah sewaktu-waktu.

Tips ke Taman Air Tirta Gangga

Kunjungan ke Tirta Gangga melibatkan aktivitas di area terbuka sehingga pengunjung mungkin perlu memperhatikan kondisi cuaca dan pakaian. Pengunjung juga perlu memahami bahwa sebagian kawasan memiliki nilai keagamaan dan merupakan situs peninggalan sejarah.

  • Gunakan tabir surya dan pakaian yang nyaman:Meskipun berada di dataran yang relatif sejuk di kaki Gunung Agung, paparan sinar matahari di area terbuka tetap cukup menyengat di siang hari.
  • Pertimbangkan kunjungan di musim kemarau (April–Oktober): Periode ini umumnya lebih cerah dan pemandangan Gunung Agung lebih jelas dibandingkan musim hujan (November–Maret).
  • Datang di pagi hari: Kunjungan di jam-jam awal operasional cenderung lebih sepi dan memiliki cahaya yang lebih baik untuk fotografi.
  • Siapkan pakaian ganti: Tiket masuk saat ini sudah mencakup akses kolam renang sehingga pengunjung yang berencana berenang perlu membawa perlengkapan sendiri.
  • Gunakan alas kaki yang tidak licin: Beberapa jalur di sekitar kolam dan batu pijakan dapat licin akibat percikan air.

Gunakan fitur Rencanakan Perjalanan Anda di website Indonesia.travel untuk menyusun itinerary dengan mempertimbangkan lokasi destinasi dan kondisi sekitar.

Baca Juga: Pura Lempuyang, Gate of Heaven yang Ikonik di Bali Timur

Destinasi di Sekitar Taman Air Tirta Gangga

Kawasan Bali Timur di sekitar Tirta Gangga memiliki sejumlah destinasi alam dan budaya yang umumnya dikunjungi dalam satu rangkaian. Sebagian besar tempat ini dapat dicapai dalam waktu kurang dari satu jam dari kompleks Tirta Gangga.

Pura Lempuyang

Pura Lempuyang merupakan kompleks pura di kawasan Gunung Lempuyang, dikenal dengan gapura batu yang menghadap langsung ke Gunung Agung dan populer disebut sebagai "Gerbang Surga". Pura ini berjarak sekitar 9 kilometer dari kawasan Tirta Gangga dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 30–35 menit. 

Maha Gangga Valley

Maha Gangga Valley adalah destinasi wisata berjarak sekitar 1 kilometer dari Tirta Gangga yang menawarkan lanskap lembah dengan area persawahan, sungai, dan sejumlah spot foto di tengah alam terbuka. Kawasan ini juga menyediakan fasilitas glamping bagi pengunjung yang ingin bermalam. 

Taman Ujung Soekasada

Taman Ujung atau dikenal pula sebagai Taman Sukasada merupakan taman air peninggalan Kerajaan Karangasem lainnya yang berjarak sekitar 11 kilometer dari Tirta Gangga. Kompleks ini juga berfungsi sebagai tempat peristirahatan keluarga kerajaan pada masa lampau dan memiliki arsitektur kolam serta bangunan yang serupa dengan Tirta Gangga. 

Pura Besakih

Pura Besakih terletak di lereng Gunung Agung dan merupakan kompleks pura terbesar di Bali. Kawasan ini terdiri atas sejumlah pura dengan fungsi keagamaan dan sejarah. Pura Besakih dapat menjadi pelengkap perjalanan untuk melihat hubungan antara lanskap Gunung Agung, sejarah Karangasem, dan kebudayaan Hindu Bali.

Pantai Amed dan Tulamben

Kawasan pesisir Amed dan Tulamben terletak sekitar 16–22 kilometer dari Tirta Gangga dan dikenal sebagai lokasi menyelam dan snorkeling, termasuk titik penyelaman bangkai kapal USAT Liberty di Tulamben. Kedua kawasan ini menjadi destinasi lanjutan yang populer bagi wisatawan yang telah mengunjungi situs budaya di Bali Timur.

Anda bisa menggunakan bantuan fitur MaiA untuk menentukan destinasi di sekitar Taman Air Tirta Gangga. Fitur MaiA juga dapat memberikan informasi perjalanan lengkap sesuai gaya liburan Anda.

 

Referensi

HAL-HAL TERBAIK YANG BISA DILAKUKAN

JELAJAHI DESTINASI LAIN

INSIGHT

Ide Perjalanan

Kenali Warisan Budaya Asli Bali dengan berkunjung ke Desa Ini

Kenali Warisan Budaya Asli Bali dengan berkunjung ke Desa Ini

Nikmati Serunya Road Trip di 6 Spot Campervan Bali Ini!

Nikmati Serunya Road Trip di 6 Spot Campervan Bali Ini!

Cari Destinasi Baru? Ini 5 Ide Jelajah Seru ke Desa Wisata di Bali

Cari Destinasi Baru? Ini 5 Ide Jelajah Seru ke Desa Wisata di Bali