MaiA ai-icon

Informasi

Pasar Sukawati Bali: Pusat Oleh-oleh dan Kerajinan Khas Pulau Dewata

Image Contributor: Bayu Pamungkas/imageBROKER/Shutterstock

Pasar Sukawati, juga dikenal sebagai Pasar Seni Sukawati, merupakan pasar seni dan kerajinan yang terletak di Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali. Pasar ini menjadi salah satu pusat perdagangan produk seni dan kerajinan tangan tertua dan terbesar di Bali, dengan sejarah yang berkaitan erat dengan tradisi kesenian masyarakat setempat, khususnya dalam pembuatan patung, ukiran, lukisan, topeng, dan wayang kulit.

Kecamatan Sukawati merupakan bagian dari Kabupaten Gianyar, wilayah yang secara umum dikenal sebagai salah satu pusat kesenian tradisional di Bali, dengan sejumlah desa yang masing-masing memiliki kekhasan kerajinan tersendiri.

Awal Mula Berdiri

Cikal bakal Pasar Sukawati bermula pada 1983, ketika sejumlah pedagang kerajinan patung asal Sukawati yang sebelumnya berjualan secara berkeliling di Banjar Baluan, Kota Denpasar, kerap ditertibkan oleh petugas ketertiban setempat, karena tidak memiliki tempat berjualan yang tetap. Para pedagang tersebut kemudian mengajukan permohonan kepada pihak Desa Adat Sukawati dan Kecamatan Sukawati untuk mendapatkan lokasi berjualan yang lebih permanen. Permohonan ini disetujui dengan meminjamkan lahan di Banjar Tebuana dan Banjar Tangluk, Desa Sukawati, yang berstatus milik Desa Adat Sukawati, meski penggunaannya saat itu masih bersifat sementara.

Pada pertengahan 1983, Pemerintah Daerah Kabupaten Gianyar memprakarsai pembebasan lahan untuk membangun pasar yang lebih representatif di lokasi yang kini dikenal sebagai Blok B. Gedung Pasar Seni Sukawati kemudian diresmikan pada 25 Mei 1985 oleh Gubernur Bali saat itu, Prof. Dr. Ida Bagus Mantra.

Setelah pasar ini semakin dikenal wisatawan, para perajin dari berbagai desa di sekitar Sukawati mulai tertarik untuk berjualan di lokasi tersebut. Pada awal 1990-an, Pemerintah Kabupaten Gianyar membangun dua blok tambahan, yaitu Blok A dan Blok C, yang mulai beroperasi secara efektif pada 1991, sehingga Pasar Seni Sukawati kini terdiri atas tiga blok bangunan yang disewakan kepada pedagang dengan sistem hak guna pakai.

Pasar ini juga sempat direvitalisasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk meningkatkan kenyamanan dan kebersihan, sekaligus mendukung pemulihan ekonomi lokal pascapandemi COVID-19, dan diresmikan kembali pada 1 Februari 2023.

Lokasi dan Akses

Pasar Sukawati beralamat di Jalan Raya Sukawati, Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, sekitar 20 kilometer dari Kota Denpasar, dan tidak jauh dari kawasan wisata Ubud. Kecamatan Sukawati sendiri berada pada jalur strategis yang menghubungkan Kabupaten Badung dengan wilayah timur Bali hingga Kabupaten Karangasem, sehingga menjadikan kawasan ini mudah dijangkau dari berbagai arah, baik dari Denpasar, Kuta, maupun kawasan wisata di Gianyar lainnya seperti Ubud dan Tegallalang.

Di kawasan yang sama juga terdapat Pasar Seni Guwang, pasar dengan jenis barang dagangan yang relatif serupa, sehingga wisatawan yang berkunjung ke Sukawati kerap mengunjungi kedua lokasi tersebut sekaligus dalam satu perjalanan.

Daya Tarik dan Aktivitas di Pasar Sukawati

  1. Berbelanja Kerajinan Tangan dan Produk Seni

Pasar Sukawati menjual berbagai produk kerajinan khas Bali, meliputi patung kayu bertema dewa-dewi Hindu, barong, garuda, dan tokoh pewayangan, serta topeng kayu yang digunakan dalam seni tari tradisional Bali. Sebagian besar produk ukiran kayu ini berasal dari Desa Mas dan Desa Teges, yang dikenal sebagai sentra pemahat dan pengukir kayu di Gianyar.

  1. Tekstil dan Pakaian Tradisional Bali

Produk tekstil yang banyak dicari di pasar ini meliputi kain endek dan songket khas Gianyar, baju barong, serta pakaian pantai dan daster bermotif khas Bali. Produk tekstil ini tersedia dalam berbagai variasi warna dan motif.

  1. Lukisan Bergaya Bali

Pasar Sukawati juga menjadi tempat penjualan lukisan dengan berbagai gaya khas Bali, termasuk gaya Batuan yang detail dan gaya Kamasan yang bercorak klasik. Lukisan-lukisan ini dijual dalam rentang kualitas dan harga yang beragam.

Baca juga: 10 Kerajinan Tangan Bali yang Wajib Kamu Bawa Pulang

  1. Perhiasan Perak

Meskipun sentra utama kerajinan perak berada di Desa Celuk, sejumlah perajin dari desa tersebut turut membuka gerai penjualan perhiasan perak dengan desain granulasi di Pasar Sukawati.

  1. Tradisi Tawar-Menawar

Aktivitas tawar-menawar merupakan bagian dari praktik jual beli di pasar tradisional ini. Harga awal yang ditawarkan pedagang umumnya masih dapat dinegosiasikan oleh pembeli sebelum transaksi disepakati.

Tradisi Kesenian di Balik Pasar Sukawati

Keberadaan Pasar Sukawati tidak dapat dipisahkan dari tradisi kesenian masyarakat Kecamatan Sukawati yang telah berlangsung turun-temurun. Warga asli Sukawati secara tradisional dikenal sebagai pembuat topeng, khususnya topeng barong dan rangda yang digunakan dalam pertunjukan tari sakral Bali, serta perajin wayang kulit. Kabupaten Gianyar secara keseluruhan dikenal sebagai pusat kesenian di Bali, dengan sejumlah desa yang masing-masing memiliki spesialisasi kerajinan berbeda, seperti Desa Batubulan dan Desa Singapadu yang dikenal dengan kesenian pahat batu paras, Desa Celuk dengan kerajinan perhiasan emas dan perak, Desa Batuan dan Ubud dengan gaya lukisannya, serta Desa Mas dengan ukiran dan pahatan kayu.

Produk-produk dari desa-desa sentra kerajinan tersebut banyak dipasarkan melalui Pasar Sukawati, sehingga pasar ini berfungsi sebagai etalase dari jaringan tradisi kesenian yang lebih luas di Kabupaten Gianyar. Di kawasan Sukawati juga terdapat Rumah Topeng dan Wayang Setiadarma di Desa Kemenuh, yang berdiri sejak 2006 dan menyimpan koleksi sekitar 1.300 topeng serta 5.700 wayang dari Indonesia maupun sejumlah negara Asia dan Eropa, sebagai bagian dari upaya dokumentasi dan edukasi terkait tradisi topeng dan wayang di kawasan tersebut.

Jam Operasional Pasar Sukawati

Pasar Sukawati beroperasi setiap hari, dengan pembagian jam operasional yang berbeda antara area pasar seni dan pasar lokal. Berdasarkan sejumlah sumber, pasar seni pada umumnya buka mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WITA, sementara pasar lokal yang menjual kebutuhan sehari-hari memiliki jam operasional yang berbeda dan cenderung lebih pagi.

Sebagai pusat ekonomi kerajinan, keberadaan Pasar Sukawati turut berperan dalam menopang mata pencaharian para perajin dan pedagang di Kecamatan Sukawati serta desa-desa sentra kerajinan di sekitarnya. Jika Anda berencana mengunjungi Bali dan ingin mengeksplorasi destinasi wisata serta sentra budaya lainnya, manfaatkan AI Plan Your Trip untuk menyusun itinerary sesuai durasi dan preferensi perjalanan. Informasi mengenai lokasi, akses, waktu terbaik berkunjung, hingga berbagai destinasi menarik di Bali juga dapat ditanyakan kepada MaiA, sehingga perencanaan perjalanan menjadi lebih praktis.

 

Referensi:

https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-denpasar/baca-artikel/17944/Pasar-Seni-Sukawati-Jejak-Sejarah-dan-Manfaat-Pengelolaan-Aset-Desa-Adat-Sukawati.html

https://bali.idntimes.com/life/education/sejarah-berdirinya-pasar-sukawati-direvitalisasi-mirip-mal-01-z9kr1-3ppqn8

https://bali.suara.com/read/2021/11/24/133526/sejarah-kabupaten-gianyar-pusat-kesenian-bali-yang-terkenal-hingga-mancanegara

HAL-HAL TERBAIK YANG BISA DILAKUKAN

JELAJAHI DESTINASI LAIN

INSIGHT

Ide Perjalanan

Tiga Genre Tari Tradisional Bali: Warisan Budaya Takbenda UNESCO

Tiga Genre Tari Tradisional Bali: Warisan Budaya Takbenda UNESCO

Sundara: Kuliner Tepi Laut dengan Keindahan Alami Jimbaran

Sundara: Kuliner Tepi Laut dengan Keindahan Alami Jimbaran

Room 4 Dessert: Destinasi Kuliner Dessert Ikonik di Bali

Room 4 Dessert: Destinasi Kuliner Dessert Ikonik di Bali