MaiA ai-icon

Informasi

Pasar Badung: Panduan Berkunjung ke Pasar Tradisional Terbesar di Bali

Image Contributor: Shutterstock/Ganggas Randu

Pasar Badung merupakan salah satu pasar tradisional terbesar di Bali dan berada di pusat Kota Denpasar. Pasar ini menjadi tempat perdagangan berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari bahan makanan, rempah-rempah, pakaian, perlengkapan upacara, hingga produk kerajinan dan busana tradisional Bali. 

Lokasinya berada di kawasan heritage Gajah Mada dan berseberangan dengan Pasar Kumbasari, dengan Tukad Badung berada di antara keduanya.

Sejarah Pasar Badung

Sejarah Pasar Badung berkaitan erat dengan perkembangan kawasan perdagangan di pusat Denpasar. Kawasan tersebut telah menjadi pusat aktivitas ekonomi sejak masa Kerajaan Badung. 

Pada 1907, pasar yang sebelumnya berada di kawasan Jalan Gajah Mada dipindahkan ke lokasi yang menjadi kawasan Pasar Badung saat ini. Perkembangan perdagangan di sekitar Jalan Gajah Mada turut mempertemukan pedagang dan masyarakat dari berbagai latar belakang, sehingga kawasan ini berkembang sebagai salah satu pusat perdagangan Kota Denpasar.

Pada 29 Februari 2016, kebakaran besar melanda Pasar Badung dan menghanguskan sebagian besar bangunan pasar. Para pedagang kemudian dipindahkan sementara ke lokasi bekas Tiara Grosir di Jalan Cokroaminoto selama proses pemulihan dan pembangunan kembali berlangsung.

Bangunan pasar yang baru mulai beroperasi kembali pada 2019. Revitalisasi tersebut menghasilkan pasar bertingkat dengan berbagai fasilitas modern, termasuk lift, eskalator, area parkir, dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya. 

Pemerintah Kota Denpasar juga mengembangkan konsep smart heritage market dengan fasilitas seperti Wi-Fi, timbangan digital, dan sistem pembayaran non-tunai.

Lokasi Pasar Badung

Pasar Badung berada di kawasan pusat Kota Denpasar, di Jalan Sulawesi No. 1, Desa Dauh Puri, Kecamatan Denpasar Barat. Kawasan ini termasuk dalam Kawasan Heritage Gajah Mada, yang juga mencakup Pasar Kumbasari, Tukad Badung, Jalan Gajah Mada, Museum Bali, Pura Jagatnatha, dan Lapangan Puputan Badung.

Posisinya membuat Pasar Badung cukup mudah dimasukkan ke dalam rute wisata kota. Anda bisa menggabungkan kunjungan ke pasar dengan berjalan menuju Pasar Kumbasari melalui jembatan yang menghubungkan kedua kawasan tersebut.

Jam Operasional Pasar Badung:

Gedung Utama (Lantai 1–4): Pukul 08.00 – 17.00 WITA 

Kuliner Malam: Pukul 15.30 – 23.00 WITA

Area Pelataran Pasar: Pukul 15.30 – 06.00 WITA

Apa yang Bisa Dibeli di Pasar Badung?

Bahan makanan dan rempah-rempah

Bagian utama Pasar Badung tetap berfungsi sebagai pasar kebutuhan sehari-hari. Anda dapat menemukan berbagai sayuran, buah-buahan, bumbu dapur, rempah-rempah, bahan makanan, dan kebutuhan rumah tangga. 

Produk yang dijual terutama ditujukan untuk kebutuhan masyarakat lokal, sehingga pengalaman berbelanja di sini berbeda dengan pusat oleh-oleh yang memang dirancang khusus untuk wisatawan.

Bila Anda tertarik dengan kuliner Bali, area bahan pangan juga dapat memberikan gambaran mengenai bahan yang digunakan dalam masakan maupun kegiatan sehari-hari masyarakat setempat.

Pakaian dan busana tradisional Bali

Pasar Badung juga menyediakan berbagai jenis pakaian, termasuk pakaian adat Bali dan perlengkapan yang digunakan dalam kegiatan keagamaan. 

Pilihan ini membuat pasar menjadi salah satu tempat yang dapat dikunjungi untuk mencari kebutuhan busana atau perlengkapan tradisional dengan pilihan yang lebih beragam daripada toko suvenir biasa.

Perlengkapan upacara

Salah satu ciri Pasar Badung adalah keberadaan pedagang yang menjual perlengkapan upacara dan kebutuhan keagamaan Hindu Bali. 

Produk semacam ini digunakan dalam berbagai kegiatan keagamaan masyarakat Bali dan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan sekadar barang dekorasi untuk wisatawan.

Karena itu, wisatawan sebaiknya memahami bahwa beberapa barang yang terlihat di pasar memiliki fungsi keagamaan. Tidak semua benda yang menarik secara visual merupakan cendera mata atau barang dekoratif.

Baca Juga: Mengenal Suku Bali dan Kekayaan Budayanya

Daya Tarik Pasar Badung

Pasar tradisional yang masih aktif

Pasar Badung tetap menjadi pusat perdagangan kebutuhan sehari-hari masyarakat Denpasar, mulai dari bahan pangan hingga pakaian dan perlengkapan upacara. Aktivitas perdagangan yang berlangsung setiap hari memperlihatkan kehidupan pasar tradisional Bali secara langsung. 

Berburu rempah-rempah

Kuliner Bali terkenal akan bumbu rempahnya yang khas. Di Pasar Badung, Anda bisa mengeksplorasi berbagai jenis rempah yang kerap digunakan dalam masakan khas Pulau Dewata ini.

Berada di kawasan heritage Gajah Mada

Pasar Badung berada di kawasan heritage Gajah Mada, yang juga mencakup Pasar Kumbasari, Tukad Badung, Museum Bali, Pura Jagatnatha, dan Lapangan Puputan Badung. Lokasi tersebut memungkinkan beberapa destinasi dikunjungi dalam satu rute. 

Berseberangan dengan Pasar Kumbasari

Pasar Badung dan Pasar Kumbasari berada di dua sisi Tukad Badung dan dihubungkan oleh jembatan. Pasar Badung lebih banyak menjual kebutuhan sehari-hari, sedangkan Kumbasari dikenal dengan produk seni dan kerajinan.

Menyusuri Tukad Badung

Tukad Badung di antara kedua pasar telah ditata sebagai ruang publik dengan jalur pejalan kaki, jembatan, dan pencahayaan. Kawasan ini dapat menjadi bagian dari rute berjalan kaki setelah mengunjungi pasar.

Jika ingin mengetahui lebih banyak tentang budaya, kuliner, dan destinasi menarik di sekitar Denpasar selama menjelajahi Pasar Badung, fitur MaiA dapat membantu memberikan informasi dan rekomendasi sesuai kebutuhan perjalanan Anda.

Waktu Terbaik untuk Mengunjungi Pasar Badung

Pasar Badung dikenal sebagai pasar yang beraktivitas sepanjang hari. Informasi Pemerintah Kota Denpasar menyebut aktivitas pasar berlangsung selama 24 jam, dengan aktivitas perdagangan siang dan malam yang memiliki karakter berbeda.

Pagi hingga Sore Hari

  • Pusat kebutuhan pangan dan rumah tangga

Gedung utama dan pelataran pasar digunakan untuk pedagang sembako, sayuran, buah-buahan, daging ayam, hasil laut, serta kebutuhan rumah tangga.

  • Pakaian dan kebutuhan adat

Lantai dua menyediakan pakaian kantor dan sekolah, kain, pakaian adat Bali, serta perlengkapan untuk upacara Hindu.

  • Perlengkapan rumah tangga dan obat tradisional

Lantai tiga berisi tikar, ember, barang pecah belah, obat-obatan herbal, ramuan Tiongkok, serta kios emas dan perak.

  • Aktivitas pemasok dan pedagang grosir

Di sisi barat pasar terdapat kendaraan pemasok yang membawa bunga, janur, buah, sayuran, dan komoditas lain dalam jumlah besar dari berbagai wilayah Bali dan Jawa Timur.

Sore hingga Malam Hari

  • Pusat wisata kuliner malam di area pelataran

Area pelataran dan sekitar luar Pasar Badung hidup sebagai pusat wisata kuliner malam yang sangat ramai. Tersedia berbagai macam makanan lokal khas Bali, jajanan tradisional, hingga kuliner modern atau street food.

  • Pedagang pakaian bekas

Pada malam hari, Anda juga bisa menemukan pusat penjualan pakaian bekas atau thrift yang berlokasi di area belakang atau sebelah timur gedung utama. Tempat ini terkenal dengan harga pakaian yang sangat terjangkau, dan paling ramai dikunjungi pada waktu sore hingga malam hari.

  • Lapak di sekitar jembatan Tukad Badung

Jembatan yang menghubungkan Pasar Badung dan Pasar Kumbasari juga disebut digunakan sebagai area berjualan dari sore hingga pagi hari.

Bila ingin ke Pasar Badung, sebaiknya Anda menyesuaikan waktu kunjungan dengan tujuan. Jika ingin berbelanja dengan suasana yang relatif aktif tetapi masih nyaman untuk menjelajah, pagi hingga menjelang siang dapat menjadi pilihan. 

Pada periode menjelang hari raya keagamaan, kawasan pasar dapat menjadi jauh lebih padat karena meningkatnya aktivitas belanja masyarakat.

Baca Juga: 10 Destinasi Wisata Budaya Bali yang Harus Dikunjungi

Tips Berkunjung ke Pasar Badung

Beberapa hal sederhana dapat membuat kunjungan ke pasar lebih nyaman:

  • Gunakan pakaian yang nyaman karena area pasar cukup luas dan aktivitas perdagangan cukup padat.
  • Bawa uang tunai secukupnya, terutama jika ingin membeli barang dari pedagang kecil, meskipun fasilitas pembayaran non-tunai sudah tersedia di sebagian area pasar.
  • Tanyakan harga sebelum membeli, terutama untuk barang yang tidak memiliki harga tetap.
  • Hormati aktivitas keagamaan dan jangan sembarangan memegang atau memotret perlengkapan upacara.
  • Perhatikan barang bawaan ketika berada di area yang ramai.
  • Jika ingin mengunjungi pasar dan kawasan sekitarnya sekaligus, sisihkan waktu untuk berjalan menuju Pasar Kumbasari dan Tukad Badung.

Catatan khusus: Perlu diperhatikan pula bahwa kondisi fasilitas pasar dapat berubah karena perawatan atau perbaikan. 

Pada 2025, misalnya, Pasar Badung dan Pasar Kumbasari sempat terdampak banjir besar yang menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur dan fasilitas pasar. Aktivitas perdagangan kemudian kembali berjalan, tetapi beberapa fasilitas memerlukan pemulihan.

Setelah mengunjungi Pasar Badung, Anda dapat melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi budaya dan wisata di kawasan Denpasar maupun wilayah Bali lainnya. 

Gunakan fitur Rencanakan Perjalanan Anda untuk menyusun itinerary yang menggabungkan Pasar Badung dengan destinasi lain sesuai waktu dan minat perjalanan Anda.

 

Referensi

HAL-HAL TERBAIK YANG BISA DILAKUKAN

JELAJAHI DESTINASI LAIN

INSIGHT

Ide Perjalanan

Tiga Genre Tari Tradisional Bali: Warisan Budaya Takbenda UNESCO

Tiga Genre Tari Tradisional Bali: Warisan Budaya Takbenda UNESCO

Sundara: Kuliner Tepi Laut dengan Keindahan Alami Jimbaran

Sundara: Kuliner Tepi Laut dengan Keindahan Alami Jimbaran

Room 4 Dessert: Destinasi Kuliner Dessert Ikonik di Bali

Room 4 Dessert: Destinasi Kuliner Dessert Ikonik di Bali