Image Contributor: AMZ_Borneo/imageBROKER/Shutterstock
Selain terkenal dengan alam dan pantainya yang indah, Bali juga memiliki banyak atraksi wisata lainnya yang tak kalah menarik, salah satunya Bali Zoo. Berlokasi di Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, taman satwa ini resmi beroperasi pada 4 September 2002.
Bali Zoo berdiri di atas lahan seluas sekitar 12 hektare dengan konsep taman tropis yang memadukan area penangkaran satwa, dan ruang terbuka hijau bernuansa khas Bali. Menurut catatan sejarahnya, satwa pertama yang menghuni kebun binatang ini hanya berjumlah tiga ekor, yaitu seekor rusa, seekor kasuari, dan seekor orangutan, yang hingga kini masih dianggap sebagai simbol identitas Bali Zoo.
Koleksi dan Karakteristik Satwa
Bali Zoo memiliki koleksi satwa yang berasal dari Indonesia maupun mancanegara. Berdasarkan berbagai sumber, jumlah individu satwa yang dipelihara berkisar antara 350 hingga lebih dari 600 ekor, mencakup sekitar 60 spesies dari kelompok mamalia, burung, reptil, dan amfibi.
Beberapa satwa langka dan dilindungi yang menjadi koleksi utama meliputi gajah Sumatra, harimau Sumatra, orangutan, beruang madu, dan binturong. Kebun binatang ini juga memelihara satwa asli Indonesia lainnya, seperti komodo dari Flores, rusa, dan kasuari, yang bersama orangutan menjadi ikon Bali Zoo sejak awal pendiriannya.
Selain itu, terdapat pula satwa dari luar negeri, seperti singa Afrika, unta, dan berbagai jenis kera, termasuk kera Jepang. Kelompok reptil di Bali Zoo mencakup ular piton, ular hijau, biawak, buaya, dan iguana, sementara kelompok unggas terdiri dari burung merak, burung hantu, elang, kakaktua, dan jalak.
Penataan kandang di Bali Zoo memanfaatkan elemen alami berupa bebatuan, vegetasi tropis, dan ornamen khas Bali yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing spesies. Selain berfungsi sebagai destinasi wisata, Bali Zoo turut menjalankan program pertukaran satwa dengan sejumlah kebun binatang lain di Indonesia, sebagai bagian dari upaya pengembangbiakan dan konservasi spesies langka.
Daya Tarik dan Aktivitas di Bali Zoo
- Elephant Mud Fun
Aktivitas ini menggantikan program menaiki gajah yang sebelumnya ditawarkan Bali Zoo. Dalam program ini, pengunjung dapat masuk ke kolam lumpur bersama gajah Sumatra untuk membantu proses memandikan dan menggosok tubuh gajah di bawah pengawasan langsung dari pawang (mahout). Perubahan dari elephant riding menjadi elephant mud fun merupakan bagian dari penyesuaian standar kesejahteraan satwa yang diterapkan pengelola.
- Breakfast with Orangutans
Program ini menawarkan sesi sarapan bagi pengunjung yang duduk berdampingan dengan orangutan di area terbuka. Sesi ini umumnya dimulai lebih pagi dari jam operasional reguler, sekitar pukul 07.30 waktu setempat, dan memerlukan reservasi terlebih dahulu.
- Night at the Zoo (Safari Malam)
Program kunjungan malam ini memungkinkan pengunjung mengamati aktivitas satwa nokturnal yang berbeda dari perilaku satwa pada siang hari. Rangkaian acara mencakup pemberian pakan rusa di area Deer Park, santap malam dengan pilihan menu, serta tur menyusuri area kebun binatang menggunakan penerangan obor bersama pemandu.
Baca juga: 11 Hidden Gem Bali yang Wajib Dikunjungi untuk Pengalaman Liburan Tak Terlupakan
- Deer Park
Area ini menyediakan ruang interaksi langsung antara pengunjung dan rusa, termasuk kegiatan memberi pakan berupa sayuran yang telah disediakan pengelola.
- Jungle Splash Waterpark
Fasilitas wahana air ini termasuk dalam akses tiket masuk reguler dan ditujukan sebagai sarana pendingin bagi pengunjung, terutama keluarga dengan anak-anak, setelah menjelajahi area kebun binatang.
- Animal Encounter dan Presentasi Satwa
Bali Zoo menyelenggarakan sesi interaksi terjadwal dengan sejumlah satwa tertentu, termasuk kesempatan berfoto bersama satwa di bawah pengawasan petugas, serta presentasi edukatif mengenai karakteristik dan perilaku satwa yang ditampilkan.
Lokasi dan Akses
Bali Zoo beralamat di Jalan Raya Singapadu, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali 80582. Lokasi ini berjarak sekitar 15 menit berkendara dari Ubud dan sekitar 30 menit dari Kota Denpasar, sehingga relatif mudah dijangkau dari kawasan wisata utama Bali seperti Kuta, Sanur, Seminyak, dan Nusa Dua.
Kawasan Singapadu sendiri dikenal sebagai desa seni tradisional di Gianyar, dan berdekatan dengan sejumlah destinasi wisata lain, antara lain Air Terjun Tegenungan dan Bali Bird Park. Akses menuju lokasi dapat ditempuh menggunakan kendaraan pribadi, taksi, sepeda motor sewaan, maupun layanan antar-jemput yang disediakan oleh sejumlah operator wisata, atau pihak pengelola Bali Zoo sendiri.
Jam Operasional dan Tiket Masuk
Bali Zoo beroperasi setiap hari, dengan jam buka pukul 09.00 dan tutup pukul 17.00 waktu setempat. Kunjungan terakhir umumnya dibatasi hingga pukul 16.00 WITA.
Program khusus seperti Breakfast with Orangutans memiliki jadwal tersendiri yang dimulai lebih pagi dari jam operasional reguler. Harga tiket masuk bervariasi tergantung jenis paket, mulai dari tiket masuk reguler hingga paket yang mencakup aktivitas tambahan, seperti Elephant Mud Fun, Night at the Zoo, atau transportasi antar-jemput.
Adapun harga tiket masuk ke Bali Zoo dibanderol sebesar Rp 140.000 untuk dewasa dan Rp 100.000 untuk anak-anak berusia 2-12 tahun. Harga tiket ini berlaku untuk weekdays maupun weekend.
Sedangkan jika Anda ingin merasakan sarapan bersama orangutan, harga tiketnya dibanderol sebesar Rp 825.000 per orang untuk dewasa, dan Rp 580.000 per anak berusia 2-12 tahun. Nantinya, Anda bisa menikmati pengalaman seru ini dengan maksimal check-in di pukul 08.30 waktu setempat.
Tips Berlibur di Bali Zoo
Jika Anda berencana berlibur ke Bali Zoo, ada beberapa tips yang bisa disimak agar liburan semakin nyaman dan aman. Berikut tipsnya:
- Pengunjung disarankan untuk datang pada pagi hari, karena satwa cenderung lebih aktif dan suhu udara masih relatif sejuk.
- Bagi yang berencana mengikuti program interaksi khusus, seperti Elephant Mud Fun atau Breakfast with Orangutans, reservasi sebaiknya dilakukan beberapa hari sebelum kunjungan mengingat kuota peserta yang terbatas.
- Waktu kunjungan disarankan minimal empat jam untuk menjelajahi seluruh area kebun binatang secara menyeluruh. Durasi ini perlu ditambah apabila mengikuti program interaksi satwa atau safari malam.
- Pengunjung wajib mengikuti seluruh aturan yang ditetapkan pengelola, termasuk larangan memberi makan satwa di luar area dan waktu yang ditentukan, guna menjaga keselamatan pengunjung maupun kesejahteraan satwa.
- Pakailah pakaian yang nyaman, alas kaki tertutup, serta perlindungan dari sinar matahari seperti topi dan sunscreen, karena sebagian besar area kunjungan berada di ruang terbuka.
- Bawalah air minum secukupnya, terutama saat berkunjung pada siang hari dengan cuaca panas khas iklim tropis Bali.
Bali Zoo menjadi salah satu pilihan menarik untuk menikmati wisata edukasi sekaligus mengenal beragam satwa bersama keluarga. Setelah menjelajahi Bali Zoo, Anda juga dapat melanjutkan perjalanan dengan mengunjungi berbagai destinasi wisata Bali lainnya.
Agar perjalanan lebih mudah direncanakan, manfaatkan AI Plan Your Trip untuk menyusun itinerary sesuai durasi dan preferensi Anda. Berbagai informasi seputar lokasi, akses, waktu terbaik berkunjung, hingga rekomendasi destinasi di Bali juga dapat ditanyakan kepada MaiA, sehingga liburan di Pulau Dewata semakin nyaman dan berkesan.
Referensi:
https://pickyourtrail.com/attractions/bali/bali-zoo-gianyar