MaiA ai-icon

資訊

Mengulik Tempat Bersejarah di Semarang yang Kaya Akan Cerita

Credit Foto: Shutterstock/dewa_muji

Sebagai salah satu kota pelabuhan tertua di pesisir utara Jawa, Semarang menyimpan rekam jejak peradaban yang amat kaya. Perpaduan budaya Jawa, Melayu, Tionghoa, hingga peninggalan arsitektur kolonial Eropa berpadu harmonis membentuk identitas Kota Atlas yang begitu menawan.

Bagi Anda yang gemar mengeksplorasi latar belakang masa lalu, menyusuri tempat bersejarah di Semarang akan memberikan pengalaman seru yang baru dan mengasyikan. 

9 Tempat Bersejarah di Semarang

Mulai dari arsitektur unik hingga kisah perjuangan di masa lalu, berikut adalah 9 destinasi wisata bersejarah di Semarang beserta latar belakang historisnya:

1. Puri Gedeh

Awalnya bangunan Puri Gedeh dibangun pada 1952 dengan nama Huize Helly oleh arsitek T.TH. van Oyen dan dikerjakan oleh kontraktor Liem Bwan Tjie, salah satu arsitek pribumi pertama di Indonesia. 

Mengusung gaya arsitektur kolonial Belanda, Puri Gedeh menampilkan perpaduan desain yang elegan dengan tata ruang yang menyesuaikan iklim tropis. Seiring perkembangan Kota Semarang, bangunan ini kemudian dialihfungsikan menjadi rumah dinas Gubernur Jawa Tengah. 

Gubernur Soepardjo Roestam, yang menjabat pada periode 1974-1982, menjadi gubernur pertama yang menempati Puri Gedeh sebagai kediaman resmi. Hingga kini, Puri Gedeh tetap digunakan sebagai rumah dinas gubernur sekaligus menjadi salah satu bangunan cagar budaya yang merepresentasikan warisan arsitektur kolonial di Semarang.

Alamat: Jl. Gubernur Budiono, Gajahmungkur, Kec. Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah

2. Masjid Layur Kampung Melayu

Tempat bersejarah di Semarang Masjid Layur Kampung Melayu - Indonesia Travel

Credit Foto: Shutterstock/Mardian Sundaynur

Masjid Layur atau Masjid Menara Kampung Melayu terletak di tepi Kali Semarang dan menjadi salah satu bangunan bersejarah yang merepresentasikan perkembangan Kota Semarang sebagai kota maritim. Ciri khasnya adalah menara tinggi yang pada mulanya merupakan mercusuar pelabuhan lama sebelum fungsinya digantikan oleh Mercusuar Willem III. 

Setelah itu, mercusuar lama dialihfungsikan menjadi langgar yang digunakan oleh warga Kampung Melayu dan para pelintas Sungai Semarang untuk beribadah. Pada awalnya, langgar ini berbentuk bangunan panggung dengan struktur kayu dan atap tajug yang ditopang oleh saka guru. 

Lantai bawah difungsikan sebagai tempat wudu, sedangkan lantai atas yang berlapis papan kayu menjadi ruang salat. Renovasi yang diperkirakan berlangsung pada sekitar 1930-1950 mengubah konstruksi kayu menjadi bangunan batu, sementara perubahan pada awal abad ke-21 dilakukan untuk melindungi bangunan dari banjir rob. Meski mengalami berbagai penyesuaian, menara bersejarahnya tetap dipertahankan dan hingga kini menjadi salah satu ikon penting kawasan Kampung Melayu.

Alamat: Jl. Layur, Dadapsari, Kec. Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah 

3. Lawang Sewu

Lawang Sewu merupakan bangunan bersejarah yang terletak di kawasan Tugu Muda, Semarang. Gedung megah peninggalan kolonial Belanda ini dibangun sebagai kantor pusat perusahaan kereta api swasta Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Dirancang oleh arsitek Belanda Prof. Jacob F. Klinkhamer dan B.J. Queendag, pembangunannya dimulai pada 1903 dan diresmikan pada 1 Juli 1907.

Masyarakat Semarang mengenalnya dengan sebutan Lawang Sewu, yang dalam bahasa Jawa berarti "seribu pintu". Julukan tersebut merujuk pada banyaknya pintu yang menjadi ciri khas bangunan ini. 

Kini, Lawang Sewu menjadi salah satu destinasi wisata sejarah unggulan di Semarang yang memikat pengunjung melalui keindahan arsitektur kolonialnya, ruang bawah tanah,dan ruang pamer yang kerap digunakan untuk berbagai kegiatan budaya.

Alamat: Jl. Pemuda No.160, Sekayu, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 

4. Gereja Katolik St. Yusuf dan Pastoran Semarang (Gedangan)

Gereja Santo Yusuf, yang juga dikenal sebagai Gereja Gedangan, merupakan gereja Katolik pertama di Kota Semarang. Sejarahnya bermula dari perkembangan komunitas Katolik sejak 1809, yang ditandai dengan pelaksanaan baptisan pertama. Semakin bertambahnya jumlah umat, pembangunan gedung gereja permanen dimulai pada 1 Oktober 1870 atas prakarsa Pastor J. Lijnen di atas tanah hibah dari pemerintah. 

Meskipun sempat roboh saat proses pembangunan pada 1873, gereja ini akhirnya selesai diperbaiki dan diberkati pada 12 Desember 1875. Hingga kini, Gereja Santo Yusuf tetap menjadi salah satu bangunan bersejarah yang merekam perkembangan awal Gereja Katolik di Semarang. 

Alamat: Jl. Ronggowarsito No.9-11, Tanjung Mas, Kec. Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah 

Baca Juga: Jalan-Jalan ke Semarang? Lakukan Aktivitas Seru di 5 Tempat Estetik dan Bersejarah Ini!

5. Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI)

Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) didirikan pada 27 Januari 1990 oleh Jaya Suprana bersama keluarga Jamu Jago sebagai bagian dari upaya mendokumentasikan berbagai rekor dan pencapaian luar biasa karya anak bangsa. 

Berlokasi di kompleks Jamu Jago di Semarang, museum ini menghadirkan beragam koleksi rekor unik dari berbagai bidang, mulai dari seni, budaya, ilmu pengetahuan, olahraga, hingga inovasi. Kehadirannya menjadi wadah untuk mengapresiasi kreativitas, dedikasi, dan prestasi masyarakat Indonesia yang memiliki nilai luar biasa. 

Alamat: Jl. Perintis Kemerdekaan No.275, Srondol Kulon, Kec. Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah 

6. Mercusuar Pelabuhan Tanjung Emas (Mercusuar Willem III) 

Tempat bersejarah di Semarang Pelabuhan Tanjung Emas - Indonesia Travel

Credit Foto: Shutterstock/Fotografer Garuda

Mercusuar Pelabuhan Tanjung Emas atau yang dikenal juga Menara Willem III merupakan bagian penting dari pengembangan Pelabuhan Semarang Baru pada akhir abad ke-19, ketika pelabuhan mulai dikembangkan agar dapat disinggahi kapal-kapal barang berukuran lebih besar. 

Pembangunan kanal sodetan baru (Kalibaru) serta integrasi berbagai moda transportasi turut mendorong Semarang berkembang menjadi kota niaga modern dengan keunggulan dalam ekspor produk pertanian dan hasil bumi.

Hingga kini, mercusuar di kawasan Pelabuhan Tanjung Mas tersebut masih berdiri dan berfungsi dengan baik, menjadi salah satu penanda sejarah kejayaan maritim Kota Semarang bersama Menara Masjid Kampung Melayu .

Alamat: Jl. Yos Sudarso, Bandarharjo, Kec. Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah 

7. Pasar Johar Semarang

Dirancang oleh arsitek Belanda Thomas Karsten pada sekitar 1930, Pasar Johar Semarang pernah dikenal sebagai salah satu pasar terbesar dan paling modern di Asia Tenggara pada masanya.

 Bangunan ini memiliki ciri khas berupa kolom beton bertulang berbentuk jamur (mushroom columns) yang memungkinkan pencahayaan alami dan sirkulasi udara berlangsung secara optimal. Inovasi desain tersebut menjadikan Pasar Johar sebagai salah satu karya arsitektur modern yang ikonik di Kota Semarang.

Alamat: Jl. K.H. Agus Salim, Kauman, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50138

8. Kelenteng Sam Poo Kong

Tempat bersejarah di Semarang Sam Poo Kong- Indonesia Travel

Credit Foto: Shutterstock/GeorginaCaptures

Tempat ibadah sekaligus menjadi situs bersejarah, Sam Poo Kong merupakan tempat pendaratan dan persinggahan pertama Laksamana Cheng Ho (Zheng He), penjelajah Muslim terkenal asal Tiongkok, pada abad ke-15. Kompleks bangunan ini memadukan corak arsitektur khas Tiongkok dan Jawa yang semarak, serta menjadi simbol akulturasi budaya dan toleransi beragama yang sangat kuat di Kota Semarang.

Alamat: Jl. Simongan No.129, Bongsari, Kec. Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah 

9. Benteng Pendem Ambarawa (Fort Willem I)

Benteng Willem I, yang lebih dikenal sebagai Benteng Pendem Ambarawa, dibangun pada 1834- 1845 pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch. Benteng ini difungsikan sebagai kompleks pertahanan sekaligus barak militer untuk memperkuat pertahanan Belanda di wilayah Jawa Tengah. 

Julukan "Benteng Pendem" diberikan oleh masyarakat karena sebagian bangunannya tampak berada di bawah permukaan tanah. Kini, sisa-sisa bangunan berciri kolonial tersebut menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang menawarkan jejak arsitektur dan pertahanan militer pada masa Hindia Belanda. 

Alamat: Bugisari, Lodoyong, Kec. Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah 50611

Baca Juga: Menyusuri Kota Lama Semarang, Jejak Little Netherlands di Jawa Tengah

Perhatikan Ini Saat Berkunjung ke Tempat Bersejarah

Agar perjalanan wisata sejarah Anda di Semarang tetap aman, berkesan, serta menghormati nilai-nilai setempat, perhatikan beberapa poin penting berikut:

  • Mengenakan Pakaian yang Sopan: Saat mendatangi tempat ibadah aktif atau area cagar budaya seperti Masjid Layur atau Kelenteng Sam Poo Kong, kenakan pakaian yang rapi, tertutup, dan santun.
  • Mengecek Jam Operasional Destinasi: Selalu pastikan jadwal buka dan tutup tempat tujuan Anda, terutama objek wisata dengan jam operasional terbatas seperti Lawang Sewu, MURI, atau museum lokal.
  • Memakai Alas Kaki yang Nyaman: Mengingat banyaknya objek sejarah yang paling memuaskan apabila dijelajahi dengan berjalan kaki atau berkeliling naik skuter, gunakan sepatu atau sandal yang ramah untuk kaki.
  • Menjaga Kebersihan Lingkungan: Budayakan membuang sampah pada tempatnya agar bangunan bersejarah dan lingkungan sekitarnya tetap asri dan terjaga dari kerusakan.
  • Menjaga Etika dan Kelestarian Bangunan: Patuhi aturan yang berlaku di lokasi, hindari coret-moret (vandalisme), serta tidak merusak ornamen atau dinding bangunan tua yang lapuk.

Jelajahi ragam pesona Kota Atlas dan temukan rekam jejak sejarah yang memukau di setiap sudut jalannya. Mulai Rencanakan Perjalanan Anda bersama Indonesia Travel, dan gunakan MaiA, asisten perjalanan berbasis AI cerdas dari Indonesia Traveluntuk menyusun itinerary, memilih aktivitas favorit, serta mendapatkan saran destinasi terbaik selama mengandangkan momen berkesan di Semarang!

 

Sumber/Referensi: 

  • Cagar Budaya Semarang - https://cagarbudaya.semarangkota.go.id
  • Bangga Semarang - https://banggasemarang.id/2023/09/04/puri-gedeh-rumah-dinas-gubernur-dengan-gaya-belanda-yang-dibangun-arsitek-indonesia/
  • Visit Jawa Tengah - https://visitjawatengah.jatengprov.go.id/id/destinasi-wisata/lawang-sewu
  • Keuskupan Agung Semarang - https://kas.or.id/paroki-di-kevikepan-semarang/paroki-st-yusuf-gedangan/
  • Indonesia Kaya - https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/menilik-koleksi-unik-di-museum-rekor-dunia-indonesia/
  • Perpus Jawa Tengah - https://perpus.jatengprov.go.id/berita/detail/ini-dia-wisata-sejarah-di-kota-semarang-yang-wajib-kamu-kunjungi
  • Data Pemprov Semarang Kota - https://scymark.semarangkota.go.id/v18/konten.php?data=alamatbangunan-bersejarah&lang=in

INSIGHT

Travel Ideas

足不出戶,讓這5種印尼獨特傳統樂器打動你

足不出戶,讓這5種印尼獨特傳統樂器打動你

婆羅浮屠:觀賞最佳風景的景點

婆羅浮屠:觀賞最佳風景的景點

婆罗浮屠:山顶的千佛寺

婆罗浮屠:山顶的千佛寺