Pahat tradisional Papua merupakan alat penting dalam seni ukir yang diwarisi oleh berbagai suku di wilayah ini. Alat ini digunakan untuk mengukir kayu, tulang, hingga batu dalam pembuatan patung, perisai, dan peralatan adat. Salah satu suku yang terkenal dengan seni pahatnya adalah suku Asmat, yang menciptakan ukiran kayu dengan simbol-simbol khas mereka. Proses pemahatan dilakukan secara manual dengan teknik turun-temurun, mencerminkan nilai budaya dan spiritual masyarakat Papua. Setiap ukiran memiliki makna tersendiri yang berkaitan dengan kehidupan sosial atau ritual adat.
Selain seni ukir, pahat juga digunakan dalam pembuatan perahu tradisional Papua yang disebut "Kakaro". Perahu ini sering dihias dengan ukiran khas yang mencerminkan hubungan manusia dengan alam. Beberapa suku juga menggunakan pahat untuk menghiasi rumah adat dan benda upacara lainnya. Pembuatan ukiran ini membutuhkan ketelitian tinggi dan keahlian yang diwariskan dari generasi ke generasi. Meski kini teknologi modern mulai masuk, pahat tradisional Papua tetap digunakan sebagai simbol identitas budaya yang perlu dilestarikan.