MaiA ai-icon

Informationen

10 Tempat Bersejarah di Solo yang Sarat Nilai Budaya

Credit foto: Renhue / Shutterstock

Solo atau Surakarta dikenal sebagai salah satu kota yang memiliki warisan budaya dan sejarah yang masih terjaga hingga kini. Beragam tempat bersejarah di Solo, mulai dari keraton, museum, hingga kawasan tradisional, menjadi saksi perkembangan budaya Jawa selama berabad-abad. 

Sebagai bekas pusat pemerintahan Kesunanan Surakarta Hadiningrat dan Pura Mangkunegaran, kota ini terus mempertahankan berbagai peninggalan bersejarah yang dapat dikunjungi hingga sekarang.

10 Tempat Bersejarah di Solo

Ada berbagai tempat bersejarah di Solo yang tidak hanya menawarkan nilai arsitektur, tetapi juga mencerminkan perjalanan politik, seni, tradisi, dan kehidupan masyarakat pada masanya. Berikut tempat bersejarah di Solo yang dapat menjadi referensi saat Anda menjelajahi Kota Budaya ini:

1. Keraton Surakarta Hadiningrat

Keraton Surakarta Hadiningrat didirikan pada tahun 1744 oleh Sri Susuhunan Pakubuwana II yang menjadi pusat pemerintahan Kesunanan Surakarta sekaligus salah satu simbol penting sejarah Jawa. Kompleks keraton masih digunakan sebagai kediaman keluarga kerajaan dan tempat berlangsungnya berbagai upacara adat.

Di dalam kawasan keraton terdapat museum yang menyimpan koleksi pusaka, kereta kerajaan, tandu, patung, senjata kuno, naskah kuno, hingga berbagai benda bersejarah yang berkaitan dengan perjalanan Kesunanan Surakarta. Bernama Museum Keraton Solo

Jika berkunjung ke sini, Anda juga bisa mengenal berbagai tradisi yang terus dilestarikan di lingkungan keraton. Pada waktu-waktu tertentu, Keraton Kasunanan menjadi lokasi penyelenggaraan upacara adat, pertunjukan tari, hingga pementasan gamelan yang mencerminkan kekayaan budaya Jawa.

Alamat: Jl. Sasono Mulyo, Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57144 

2. Pura Mangkunegaran

Pura Mangkunegaran dibangun pada 1757 sebagai kediaman resmi Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkoenagoro I. Salah satu ciri khas Pura Mangkunegaran adalah mengusung arsitektur tradisional Jawa dengan pendopo bergaya joglo yang didominasi konstruksi kayu. 

Di dalam kompleks istana, Anda dapat menemukan berbagai koleksi bernilai sejarah dan seni, seperti topeng tradisional, wayang, perhiasan, pusaka kerajaan, alat musik, hingga naskah-naskah kuno dari masa Kerajaan Majapahit dan Mataram yang tersimpan di Perpustakaan Reksa Pustaka. 

Selain menjadi pusat kebudayaan, Pura Mangkunegaran masih aktif menyelenggarakan pertunjukan seni, pameran budaya, dan berbagai kegiatan adat yang dapat disaksikan pengunjung.

Alamat: Jl. Ronggowarsito, Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57131 

Baca Juga: Mau Wisata Unik di Indonesia? Intip 6 Benteng dari Era Kolonial Ini!

3. Benteng Vastenburg

Benteng Vastenburg merupakan benteng peninggalan VOC yang dibangun pada tahun 1745. Lokasinya berada tidak jauh dari Keraton Surakarta sebagai bagian dari sistem pertahanan pemerintah kolonial Belanda di Solo.

Bangunan bergaya militer Eropa ini masih mempertahankan bentuk benteng dengan tembok tebal, bastion di setiap sudut, serta halaman tengah yang luas. Kini kawasan benteng sering dimanfaatkan sebagai lokasi berbagai acara budaya dan festival.

Arsitektur Benteng Vastenburg memiliki kemiripan dengan benteng-benteng peninggalan Belanda lainnya di Indonesia. Kompleksnya dikelilingi tembok masif (bearing wall) dengan dua pintu masuk di sisi timur dan barat, sedangkan bangunan di dalam benteng dahulu digunakan sebagai tempat tinggal para prajurit Belanda. 

Alamat: Jl. Jend. Sudirman, Kedung Lumbu, Kecamatan Pasar. Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57133 

4. Museum Radya Pustaka

Museum Radya Pustaka merupakan museum tertua di Indonesia yang berdiri pada 1890. Tempat bersejarah di Solo ini menyimpan berbagai koleksi naskah kuno, manuskrip berbahasa Jawa, arca, keris, hingga benda-benda bersejarah lainnya.

Koleksi tersebut memberikan gambaran mengenai perkembangan sastra, seni, dan budaya Jawa dari berbagai periode sejarah. Museum Radya Pustaka juga dilengkapi fasilitas seperti ruang pameran, perpustakaan, dan tempat penelitian. 

Alamat: Jalan Slamet Riyadi Nomor 275, Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah 

5. Kampung Batik Laweyan

Kampung Batik Laweyan merupakan salah satu sentra batik tertua di Solo yang telah berkembang sejak abad ke-19. Sampai saat ini, Laweyan dikenal memiliki sekitar 250 motif batik yang telah dipatenkan. 

Dibandingkan batik Kauman yang identik dengan motif klasik dan warna-warna gelap, batik Laweyan umumnya menampilkan warna yang lebih cerah dengan ragam motif yang beragam.

Selain menjadi pusat penjualan batik, Kampung Batik Laweyan juga menawarkan pengalaman mengenal proses pembuatannya secara langsung. Anda dapat mengikuti kelas membatik singkat selama sekitar dua jam atau memilih program workshop yang lebih mendalam untuk mempelajari teknik membatik tulis maupun batik cap.

Alamat: Jl. Sidoluhur No.75B, Laweyan, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57148

6. Kampung Batik Kauman

Kampung Batik Kauman tumbuh di lingkungan sekitar Keraton Surakarta dan memiliki hubungan erat dengan tradisi membatik keluarga keraton. Dahulu, banyak pembatik di kawasan ini membuat kain batik khusus untuk kalangan bangsawan.

Dalam perkembangannya, Kampung Batik Kauman menghasilkan tiga jenis batik, yaitu batik tulis bermotif klasik, batik cap, dan batik kombinasi yang memadukan teknik tulis dan cap. Saat ini, terdapat lebih dari 30 industri rumahan yang masih aktif memproduksi batik di Kampung Batik Kauman. 

Selain menjadi tempat untuk membeli batik khas Solo, kawasan ini juga memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk melihat proses pembuatannya secara langsung, berinteraksi dengan para perajin, hingga mengikuti kegiatan belajar membatik di sejumlah rumah produksi.

Alamat: Jl. K.H Hasyim Ashari No.1, Kauman, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57112 

Baca Juga: 11 Rekomendasi Aktivitas di Yogyakarta untuk Solo Traveler!

7. Pasar Gede Hardjonagoro

Pasar Gede merupakan pasar tradisional yang mulai beroperasi pada awal abad ke-20. Bangunan utamanya dirancang oleh arsitek Belanda Thomas Karsten dengan memadukan unsur arsitektur Eropa dan Jawa.

Bukan hanya menjadi pusat perdagangan, Pasar Gede juga mencerminkan keberagaman budaya Solo karena berada di kawasan yang berkembang bersama komunitas Tionghoa dan Jawa.

Alamat: Jl. Jend. Urip Sumoharjo, Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57129 

8. Loji Gandrung

Loji Gandrung dibangun pada tahun 1830 sebagai rumah tinggal Johannes Augustinus Dezentje, seorang saudagar Belanda. Saat ini bangunan tersebut berfungsi sebagai rumah dinas Wali Kota Surakarta.

Salah satu tempat bersejarah di Solo ini mengusung gaya arsitektur Indis, yaitu perpaduan unsur arsitektur Eropa (Belanda) dan budaya lokal Jawa. Nama "Loji Gandrung" berasal dari kata loji, serapan dari bahasa Belanda loge yang merujuk pada rumah besar berdinding tembok, serta kata gandrung dalam bahasa Jawa yang berarti menyenangi atau tergila-gila. 

Seiring waktu, sebutan tersebut melekat pada bangunan ini dan tetap digunakan hingga sekarang. 

Alamat: Jalan Brigjen Slamet Riyadi Nomor 261, Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah 

9. De Tjolomadoe

Awalnya merupakan Pabrik Gula Colomadu yang didirikan pada 1861 oleh Mangkunegara IV. De Tjolomadoe kini telah direvitalisasi menjadi ruang budaya, museum industri, dan pusat penyelenggaraan berbagai acara.

Beberapa mesin produksi gula asli masih dipertahankan sehingga pengunjung dapat melihat perkembangan industri gula pada masa kolonial.

Alamat: Jl. Adi Sucipto No.1, Paulan Wetan, Malangjiwan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57177 

10. Taman Sriwedari

Taman Sriwedari dibangun pada masa pemerintahan Pakubuwana X sebagai taman rekreasi kerajaan. Kawasan ini kemudian berkembang menjadi ruang publik yang dikenal sebagai lokasi pertunjukan Wayang Orang Sriwedari serta berbagai kegiatan seni dan budaya.

Keberadaan taman ini menunjukkan bagaimana ruang terbuka telah menjadi bagian dari perkembangan kehidupan sosial masyarakat Solo sejak awal abad ke-20.

Alamat: Jalan Slamet Riyadi No. 275, Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah 

Baca Juga: Belajar Membatik Langsung dari Pengrajinnya? Yuk, di 7 Kampung Batik Berikut Ini!

Tips Berkunjung ke Tempat Bersejarah

Mengunjungi tempat bersejarah akan memberikan pengalaman yang lebih bermakna jika dilakukan dengan persiapan yang tepat. Berikut beberapa hal yang dapat diperhatikan:

  • Cari tahu terlebih dahulu jam operasional dan ketentuan kunjungan, terutama untuk keraton, museum, atau bangunan cagar budaya.
  • Gunakan pakaian yang sopan saat mengunjungi kawasan yang masih digunakan untuk kegiatan adat atau keagamaan.
  • Luangkan waktu untuk membaca informasi yang tersedia atau menggunakan jasa pemandu agar lebih memahami sejarah setiap lokasi.
  • Patuhi aturan yang berlaku, termasuk larangan menyentuh koleksi museum atau memasuki area yang dibatasi.
  • Sebaiknya datang pada pagi atau sore hari agar perjalanan lebih nyaman, terutama jika ingin berjalan kaki di kawasan bersejarah.

Setiap sudut Solo menyimpan kisah yang berbeda, mulai dari keraton, museum, hingga kampung batik yang telah berkembang selama ratusan tahun. Temukan lebih banyak inspirasi perjalanan melalui fitur Rencanakan Perjalanan Anda di Indonesia Travel. Jika ingin rekomendasi yang lebih sesuai dengan minat Anda, MaiA siap membantu menemukan destinasi, aktivitas, hingga menyusun itinerary perjalanan secara personal.

 

Referensi:

  • Visit Jawa Tengah. (2026). https://visitjawatengah.jatengprov.go.id/id/destinasi-wisata/keraton-surakarta-hadiningrat
  • Visit Jawa Tengah. (2026). https://visitjawatengah.jatengprov.go.id/id/destinasi-wisata/pura-mangkunegaran
  • Situs web resmi Mangkunegaran. (2026, July 25). Mangkunegaran. https://mangkunegaran.id/
  • ‌Benteng Vastenburg » Budaya Indonesia. (2018). Budaya-Indonesia.Org. https://budaya-indonesia.org/Benteng-Vastenburg
  • ‌Visit Jawa Tengah. (2024). https://visitjawatengah.jatengprov.go.id/id/artikel/museum-radya-pustaka-warisan-budaya-dan-sejarah-di-solo
  • ‌‌Visit Jawa Tengah. (2026). https://visitjawatengah.jatengprov.go.id/id/belanja/kampung-batik-laweyan
  • Visit Jawa Tengah. (2026). https://visitjawatengah.jatengprov.go.id/id/belanja/kampung-batik-kauman
  • ‌Visit Jawa Tengah. (2026). https://visitjawatengah.jatengprov.go.id/id/regency/kota-surakarta/destinasi-wisata/loji-gandrung-rumah-dinas-walikota-yang-bergaya-indis

INSIGHT

Travel Ideas

Entdecken Sie indonesische Batik in diesen 5 Batik-Museen

Entdecken Sie indonesische Batik in diesen 5 Batik-Museen

Gedung Sate: Majestätische Architektur und Namensursprung

Gedung Sate: Majestätische Architektur und Namensursprung

Amazing! Meet These 12 UNESCO Intangible Cultural Heritages from Indonesia

Amazing! Meet These 12 UNESCO Intangible Cultural Heritages from Indonesia