Pawarengan merupakan bagian penting dalam rumah adat Bali yang berfungsi sebagai dapur tradisional. Ruangan ini digunakan untuk menyimpan bahan makanan serta memasak dengan cara yang masih mempertahankan metode tradisional. Biasanya, pawarengan terletak di bagian selatan rumah utama, sesuai dengan konsep tata ruang dalam arsitektur Bali. Lokasinya yang terpisah dari bangunan utama bertujuan untuk menjaga kebersihan dan menghindari asap masuk ke ruang utama.
Dapur tradisional ini memiliki ciri khas berupa tungku berbahan tanah liat atau batu bata yang digunakan untuk memasak. Beberapa rumah adat Bali juga melengkapi pawarengan dengan tempat penyimpanan hasil bumi dan peralatan masak berbahan kayu atau bambu. Selain sebagai tempat memasak, pawarengan juga menjadi bagian dari ritual adat, terutama saat upacara keagamaan yang membutuhkan persiapan makanan khusus. Keberadaan pawarengan menunjukkan bagaimana masyarakat Bali menjaga tradisi dan filosofi hidup yang harmonis dengan lingkungan.