MaiA ai-icon

Information

Hero Image

Bappenas Membuka Transformasi Ekonomi Hijau Indonesia Lewat Green Economy Expo 2024

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas telah sukses menyelenggarakan Green Economy Expo 2024: Advancing Technology, Innovation, and Circularity pada 3–5 Juli 2024 di Jakarta Convention Center (JCC). Acara ini dibuka secara resmi oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, serta dihadiri oleh perwakilan duta besar negara sahabat dan lembaga internasional.

Gelaran tersebut menjadi platform strategis untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan inklusif dan berkelanjutan melalui penerapan ekonomi hijau dan ekonomi sirkular. Menteri Suharso menegaskan pentingnya menjaga kualitas lingkungan hidup sebagai fondasi utama pengembangan ekonomi hijau di Indonesia.

“Indonesia terus mempertahankan kualitas lingkungan, mengingat posisi kita sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi dan sumber daya alam melimpah. Indeks kualitas lingkungan hidup meningkat menjadi 72,53 poin pada 2023,” ujar Menteri Suharso dalam sambutannya.

Sementara itu, Menteri Airlangga Hartarto menekankan bahwa transformasi menuju ekonomi hijau akan menjadi pendorong terciptanya lapangan kerja hijau, investasi berkelanjutan, serta pembangunan infrastruktur ramah lingkungan untuk mewujudkan kesejahteraan sosial dan kelestarian alam.



Mendorong Transformasi Menuju Visi Indonesia Emas 2045

Penyelenggaraan Green Economy Expo 2024 menjadi bagian penting dari komitmen nasional dalam mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045, yakni menjadikan Indonesia sebagai negara maju, berdaulat, dan berkelanjutan. Transformasi ekonomi hijau dipandang sebagai langkah strategis dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan hidup.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Suharso meluncurkan dua dokumen penting, yaitu Peta Jalan dan Rencana Aksi Nasional Ekonomi Sirkular Indonesia, serta Peta Jalan Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan (Food Loss and Waste). Kedua dokumen ini menjadi panduan strategis bagi implementasi ekonomi sirkular di berbagai sektor.

“Jika diterapkan serius di lima sektor prioritas pangan, elektronik, kemasan plastik, konstruksi, dan tekstil ekonomi sirkular dapat meningkatkan PDB Indonesia hingga Rp 638 triliun, menciptakan 4,4 juta lapangan kerja hijau, serta mengurangi emisi karbon hingga 126 juta ton CO₂ pada tahun 2030,” jelas Suharso.

Tiga Hari Penuh Inovasi, Teknologi, dan Kolaborasi

Selama tiga hari penyelenggaraan, Green Economy Expo 2024 menghadirkan beragam kegiatan interaktif yang dibagi dalam tiga subtema utama.

  • Hari pertama mengangkat tema “The Circular Leap: Roadmap, Action, and Strategic Collaboration,” yang membahas peta jalan dan kolaborasi strategis dalam ekonomi sirkular.
  • Hari kedua berfokus pada “Industrial Decarbonization through Circular Practice,” dengan pembahasan praktik dekarbonisasi industri menuju produksi bersih.
  • Hari ketiga mengusung tema “Bio-Innovation: Catalyst for Circularity,” yang menyoroti peran inovasi bioteknologi dalam mempercepat ekonomi hijau.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, Kepala BRIN, serta Acting Mission Director USAID Indonesia Mohib Ahmed, yang turut mendukung kolaborasi lintas sektor menuju net zero emissions.

 

Kolaborasi Global untuk Masa Depan Berkelanjutan

Green Economy Expo 2024 juga menjadi wadah penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat. Forum ini menegaskan bahwa transisi menuju ekonomi hijau bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan kerja kolektif untuk masa depan yang lebih baik.

Menteri Suharso menutup acara dengan ajakan untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor.

“Saya mengajak kita semua untuk menjadi bagian dari ekonomi hijau sebagai akselerator perubahan. Acara ini harus menjadi titik temu ide, inovasi, dan solusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan,” pungkasnya.



See on Gmaps

DATE

03 July 2024 - 05 July 2024

MORE EVENTS

Other Events in The Region

INSIGHT

Travel Ideas