Credit Foto: Shutterstock/Pacya
Kota Medan menyimpan kekayaan warisan masa lampau yang tercermin dari berbagai bangunan arsitektur kolonial, religius, hingga istana kesultanan yang megah.
Menelusuri destinasi penuh nilai historis ini memberikan wawasan mendalam mengenai perjalanan peradaban kota di Sumatra Utara.
10 Tempat Bersejarah di Medan
Kawasan metropolitan ini kaya akan peninggalan tempo dulu yang berdiri megah dan menjadi ikon kebanggaan masyarakat setempat hingga kini. Berikut adalah sepuluh tempat bersejarah di Medan yang wajib Anda kunjungi:
1. Istana Maimun
Istana megah ini dibangun atas perintah Sultan Ma'moen Al Rasyid Perkasa Alamsjah, dengan peletakan batu pertama pada 26 Agustus 1888 dan rampung pada 18 Mei 1891. Lokasi bangunan ini terletak di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan.
Kompleks Istana Maimun memiliki luas 2.772 meter persegi ini memiliki 30 ruangan dengan struktur bangunan utama serta sayap kiri dan kanan. Arsitekturnya memadukan unsur kebudayaan Melayu Deli, Timur Tengah, Spanyol, India, Belanda, hingga gaya Italia.
Di dalam kompleks istana, pengunjung dapat menjumpai situs legendaris Meriam Puntung yang menyimpan cerita pertempuran masa lalu. Hingga kini, bangunan bersejarah ini tetap menjadi destinasi pariwisata unggulan yang menampilkan kemewahan arsitektur Kesultanan Deli.
2. Kesawan
Kawasan koridor Jalan Ahmad Yani yang dikenal sebagai Kesawan Square ini merupakan kawasan tertua di Medan yang terletak di Kecamatan Medan Barat. Wilayah ini awalnya dihuni oleh masyarakat Melayu sebelum kedatangan kaum Tionghoa dari Malaka yang menetap dan membangun pusat perdagangan.
Setelah peristiwa kebakaran besar pada tahun 1890, kawasan ini kembali dibangun dan dipenuhi deretan bangunan arsitektur peninggalan Tionghoa serta kolonial Belanda. Area strategis ini kini bertransformasi menjadi pusat aktivitas bisnis serta ikon warisan budaya yang ramai dikunjungi.
Sebagai koridor heritage penting, Kesawan mempertahankan pesona arsitektur tempo dulu melalui bangunan tua di sekitarnya. Lokasi ini menawarkan pengalaman wisata menyusuri lorong waktu yang merekam dinamika perekonomian Medan sejak masa kolonial.
3. Graha Bunda Maria Annai Velangkanni
Gereja Katolik unik ini didirikan berkat inisiatif komunitas Katolik Tamil di Medan serta dedikasi pelayanan pastoral sejak masa lampau. Komplek ziarah religi ini beralamat di Jalan Sakura III, Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan.
Graha Bunda Maria Annai Velangkanni diresmikan secara resmi pada tanggal 1 Oktober 2005 oleh Uskup Agung Medan bersama para tokoh rohaniwan. Ciri khas utamanya terletak pada gaya arsitektur berornamen kuil India yang dipadukan dengan sentuhan nuansa seni lokal Nusantara.
Destinasi spiritual ini terbuka bagi siapa saja yang ingin mengagumi keindahan arsitektur sekaligus meresapi kedamaian batin. Kehadirannya memperkaya keragaman simbol kerukunan antarumat beragama di tengah kota multikultural ini.
4. Rumah Tjong A Fie
Rumah besar bergaya kolonial Tionghoa ini dibangun sekitar tahun 1900 oleh seorang saudagar terkemuka bernama Tjong A Fie. Bangunan bersejarah ini terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 105, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat.
Objek cagar budaya yang dikenal juga dengan Tjong A Fie Mansion ini resmi dibuka untuk umum sebagai museum pada tanggal 18 Juni 2009 untuk memperingati hari ulang tahun sang tokoh. Struktur bangunannya mempertahankan keaslian interior seperti perabotan antik, guci, meja, hingga tata ruang altar pemujaan.
Arsitektur rumah megah ini memadukan tiga gaya budaya sekaligus, yakni Tionghoa, Melayu, dan Eropa secara harmonis. Tempat ini menjadi saksi bisu perkembangan sosial masyarakat kosmopolitan di Medan sejak awal abad ke-20.
5. Warenhuis
Gedung pertokoan serba ada pertama di Medan ini dirancang oleh arsitek Gerard Bos pada tahun 1918 atas prakarsa N.V. Medan Warenhuis. Lokasi bangunan bersejarah ini berada tepat di persimpangan Jalan Ahmad Yani dan Jalan Hindu di pusat kota.
Bangunan dua lantai ini berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 8.000 meter persegi dengan fasad melengkung mengikuti kontur tikungan jalan. Pada masa kejayaannya, pusat perbelanjaan eksklusif ini hanya dikunjungi oleh kalangan kaum elit berkedudukan tinggi.
Interior gedung dilengkapi elemen megah seperti jendela kaca patri serta hiasan lampu gantung kristal di tengah ruangan. Kompleks bangunan niaga tempo dulu ini mencerminkan kemajuan modernitas komersial di Medan pada era kolonial.
Baca Juga: Danau Toba: Keajaiban Danau di Sumatra Utara
6. Masjid Raya Al Mashun
Masjid agung peninggalan Kesultanan Deli ini mulai dibangun pada tahun 1906 di masa pemerintahan Sultan Maamun AlRasyid Perkasa Alamsjah. Pelaksanaan ibadah salat Jumat perdana di masjid ini dilangsungkan pada tanggal 10 September 1909 Masehi.
Lokasi tempat ibadah megah ini berada di Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Mesjid, Kecamatan Medan Kota, tidak jauh dari kawasan Istana Maimun. Gaya arsitekturnya memadukan unsur kebudayaan Melayu, Timur Tengah, India, dan Spanyol secara artistik dan elegan.
Bagian atapnya beratapkan bentuk oktagonal dengan lima kubah hitam yang mendominasi keindahan lanskap arsitektur bangunan. Kompleks masjid bersejarah ini menggunakan teknik beton bertulang modern yang dihiasi jendela kaca patri serta ornamen geometris klasik.
7. Kuil Shri Mariamman
Kuil Shri Mariamman adalah kuil Hindu tertua di Kota Medan ini didirikan pada tahun 1884 sebagai bentuk apresiasi pemerintah kolonial kepada para pekerja Tamil. Tempat peribadatan ini berlokasi strategis di persimpangan Jalan Teuku Umar dan Jalan K.H. Zainul Arifin.
Bangunan suci ini menghadap ke arah timur dan didedikasikan khusus untuk memuja dewa-dewi utama seperti Dewi Mariamman, Dewa Pillaiyar, dan Dewa Murugan. Arsitektur bangunan kuil ini mengadopsi corak gaya Dravidia yang sangat khas dan mudah dikenali.
Keberadaan kuil ini merekam jejak kontribusi historis para pekerja asal India selatan dalam pembangunan infrastruktur perkotaan. Kompleks peribadatan tersebut tetap berfungsi aktif sekaligus menjadi landmark warisan budaya lintas etnis.
8. Kebun Bunga Tjong Yong Hian
Kawasan taman bersejarah ini dibangun sebagai bentuk penghormatan bagi Tjong Yong Hian, saudara kandung dari tokoh Tjong A Fie. Situs taman bergaya Tiongkok ini terletak di Jalan Kejaksaan, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah.
Area ruang terbuka hijau dan galeri ini resmi dibuka untuk umum pada tahun 2011 untuk melestarikan peninggalan masa lalu. Di dalam kompleks taman terdapat bangunan galeri yang menyimpan koleksi foto sejarah, lukisan, serta artefak berharga.
Tempat ini dikelilingi lanskap asri berkolam khas arsitektur oriental yang menghadirkan suasana tenang di tengah hiruk-pikuk kota. Taman bersejarah tersebut kini menjadi ruang publik edukatif yang merekam harmoni kehidupan masyarakat multikultural.
9. Pos Bloc Medan
Gedung pelayanan pos bersejarah ini dulunya berfungsi sebagai kantor pos utama kolonial yang kini direvitalisasi menjadi ruang publik kreatif. Lokasi bangunan ikonik ini berada di Jalan Pos No. 1, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat.
Transformasi gedung peninggalan masa lalu ini diresmikan untuk umum guna mewadahi kegiatan komunitas, pameran seni, dan industri kreatif lokal. Revitalisasi bangunan tua menjadi Pos Bloc Medan tersebut mempertahankan struktur arsitektur aslinya agar tetap lestari.
Kawasan kreatif ini memadukan fungsi sejarah pos masa lampau dengan fasilitas nongkrong modern bagi generasi muda. Pos Bloc Medan kini menjadi destinasi publik favorit yang menghidupkan kembali denyut nadi kawasan heritage kota.
10. Gedung London Sumatra
Gedung perkantoran megah bergaya arsitektur neoklasik ini didirikan pada tahun 1906 di kawasan pusat bisnis perkotaan. Lokasi gedung bersejarah ini berdiri kokoh di Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 2, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat.
Bangunan berlantai empat ini awalnya difungsikan sebagai kantor pusat perusahaan perkebunan Inggris bernama Harrisons & Crosfield. Kepemilikan gedung kemudian beralih ke tangan pemerintah kolonial Belanda dan sempat dinamai Juliana Building.
Gedung bersejarah ini tercatat sebagai bangunan pertama di Medan yang dilengkapi fasilitas lift sangkar besi berdekorasi seni art deco. Landmark arsitektur kolonial ini tetap terawat dengan baik dan menjadi simbol kejayaan perdagangan tempo dulu.
Baca Juga: Vihara Gunung Timur, Vihara Terbesar di Medan
Perhatikan Ini Saat Berkunjung ke Tempat Bersejarah
Menjaga kelestarian situs warisan leluhur menuntut kepedulian serta kesadaran penuh dari setiap pelancong yang datang berkunjung. Berikut adalah poin tata tertib penting yang wajib dipahami semua pengunjung:
- Patuhi setiap regulasi khusus yang berlaku di lokasi, termasuk larangan memegang artefak yang rapuh atau mengenakan alas kaki tertentu.
- Jaga ketertiban umum dengan menghindari perilaku berisik di area-area yang dianggap sakral atau tempat yang wajib tenang demi menghargai fungsi tempat ibadah atau makam.
- Utamakan etika sosial dengan meminta izin terlebih dahulu sebelum mengambil foto warga lokal yang sedang menjalankan ibadah.
- Kenakan busana yang sopan untuk menghormati nilai kesakralan serta norma budaya di kawasan cagar budaya, khususnya di tempat yang tetap digunakan sebagai tempat beribadah.
- Rawat kebersihan lingkungan sekitar dengan tidak membuang sampah sembarangan guna mempertahankan keaslian kawasan situs bersejarah.
Baca Juga: Kulineran di Jalan Selat Panjang Medan: Kunjungi 4 Tempat Ini
Segera Rencanakan Perjalanan Anda untuk mengeksplorasi keindahan arsitektur kuno serta kekayaan budaya yang tersimpan di berbagai tempat bersejarah di Medan, Sumatra Utara.
Apabila Anda membutuhkan rekomendasi rute liburan yang disusun secara rapi, silakan diskusikan rencana perjalanan Anda bersama asisten virtual yang siap menemani perjalanan Anda, MaiA.
Referensi:
https://itjen.kemendikdasmen.go.id/web/?p=9413
https://budaya-indonesia.org/Kesawan-Square
https://velangkanni.com/id/sejarah-kami/
https://journal.untar.ac.id/index.php/PSERINA/article/view/16159
https://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/5317/6/6.%20NIM.%203111121007%20CHAPTER%20I.pdf
https://border.upnjatim.ac.id/index.php/border/article/download/68/26
https://cagarbudayamedan.com/sites/kebun-bunga-taman-tjong-yong-hian
https://www.posindonesia.co.id/id/articles/detail/pos-bloc-medan-resmi-dibuka-untuk-umum