Image Contributor: Rintis Dodi Wijaya/Shutterstock
Masjid Agung Al Aqsha merupakan salah satu masjid besar di Provinsi Papua yang berada di Sentani, Kabupaten Jayapura. Masjid ini berfungsi sebagai tempat ibadah sekaligus pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan masyarakat Muslim di wilayah tersebut. Pemerintah Kabupaten Jayapura juga mengharapkan masjid ini berperan sebagai pusat pembinaan rohani, khususnya bagi generasi muda.
Masjid Agung Al Aqsha terletak di kawasan Jl. Raya Sentani–Waena, Sentani Kota, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Lokasinya berada di kawasan perkotaan Sentani dan dapat diakses dari Bandara Sentani maupun pusat Kabupaten Jayapura.
Baca Juga: 10 Destinasi Wisata Papua yang Penuh Pesona
Sejarah dan Perkembangan
Pembangunan dan peresmian
Pembangunan Masjid Agung Al Aqsha dimulai pada 2015 dan berlangsung selama beberapa tahun. Setelah proses pembangunan selesai, masjid tersebut diresmikan pada 17 Mei 2024 oleh Penjabat Gubernur Papua, Muhammad Ridwan Rumasukun. Prosesi peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita.
Menurut informasi Kementerian Pariwisata melalui Indonesia Travel, pembangunan masjid didukung oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura dan berbagai pihak terkait. Masjid kemudian dikembangkan bukan hanya sebagai tempat salat, tetapi juga sebagai pusat kegiatan jamaah dan pembinaan dakwah.
Sebelum peresmian, Masjid Agung Al Aqsha telah digunakan untuk kegiatan keagamaan. Salah satunya adalah peringatan Isra Mikraj yang diikuti umat Islam dan sejumlah tokoh di Kabupaten Jayapura pada 2024.
Arsitektur dan Fasilitas
Karakter bangunan
Masjid Agung Al Aqsha mengadopsi arsitektur modern dengan menara sebagai salah satu elemen visual utamanya. Indonesia Travel mencatat ketinggian menara sekitar 35 meter. Bangunan utama memiliki ukuran sekitar 30 × 45 meter dan disebut mampu menampung hingga 2.300 jamaah.
Kompleks masjid juga dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, antara lain:
- ruang ibadah;
- ruang kelas;
- ruang pertemuan;
- area taman dan pelataran.
Fasilitas tersebut mendukung fungsi masjid sebagai tempat ibadah sekaligus ruang untuk kegiatan pendidikan, sosial, dan komunitas.
Makna dan Fungsi Sosial
Pusat pembinaan masyarakat
Masjid Agung Al Aqsha memiliki fungsi yang lebih luas daripada tempat pelaksanaan ibadah rutin. Pemerintah Kabupaten Jayapura menyebut masjid ini diharapkan menjadi pusat pembinaan rohani generasi muda serta mendorong pembentukan masyarakat yang memiliki nilai toleransi.
Fungsi sosial tersebut terlihat dalam berbagai kegiatan yang berlangsung di kompleks masjid. Pada Ramadan 2024, misalnya, pelataran Masjid Agung Al Aqsha digunakan untuk kegiatan buka puasa bersama yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Jayapura dan Badan Wakaf Indonesia.
Simbol kerukunan antaragama
Masjid Agung Al Aqsha juga berada dalam konteks kehidupan masyarakat Jayapura yang memiliki keberagaman agama. Pada malam takbiran Idulfitri 1445 H, pemuda Nasrani dan Katolik ikut membantu pengamanan kegiatan takbiran di kawasan masjid bersama aparat keamanan. ANTARA melaporkan kegiatan tersebut sebagai salah satu contoh keterlibatan lintas komunitas dalam menjaga pelaksanaan kegiatan keagamaan.
Karena itu, peran masjid dapat dipahami tidak hanya dari aspek keagamaan, tetapi juga dari keterlibatannya dalam kehidupan sosial masyarakat Kabupaten Jayapura.
Aktivitas Keagamaan
Masjid Agung Al Aqsha digunakan untuk berbagai aktivitas keagamaan, termasuk salat berjamaah, pengajian, kegiatan dakwah, peringatan hari besar Islam, dan kegiatan sosial.
Pelaksanaan kegiatan keagamaan juga menjadikan masjid sebagai salah satu ruang pertemuan komunitas Muslim di Sentani. Pada April 2024, kawasan masjid menjadi lokasi berkumpulnya ratusan umat Muslim dalam rangkaian pawai takbiran menjelang Idulfitri.
Informasi Operasional
Masjid Agung Al Aqsha merupakan tempat ibadah aktif, sehingga akses pengunjung perlu disesuaikan dengan jadwal salat dan kegiatan keagamaan.
Informasi publik mengenai jam kunjungan khusus wisatawan tidak tersedia secara konsisten dari sumber resmi. Beberapa platform perjalanan mencantumkan jam operasional, tetapi informasi tersebut dapat berubah dan tidak sebaiknya dijadikan satu-satunya acuan. Untuk kunjungan di luar waktu ibadah, terutama untuk tujuan fotografi atau melihat arsitektur, pengunjung disarankan mengonfirmasi terlebih dahulu kepada pengelola masjid.
Cara Menuju Masjid Agung Al Aqsha
Melalui jalur udara
Sentani merupakan lokasi Bandara Internasional Dortheys Hiyo Eluay (Bandara Sentani) yang melayani penerbangan dari berbagai kota di Indonesia. Dari bandara, perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan kendaraan pribadi, taksi, atau layanan transportasi daring menuju kawasan Masjid Agung Al Aqsha.
Melalui jalur darat
Masjid berada di koridor Jl. Raya Sentani–Waena, sehingga dapat dicapai menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi lokal dari kawasan Sentani dan sekitarnya. Alamat yang dicantumkan Indonesia Travel adalah Jl. Raya Sentani–Waena, Sentani Kota, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.
Etika Berkunjung
Sebagai tempat ibadah aktif, pengunjung sebaiknya:
- mengenakan pakaian yang sopan;
- menjaga ketenangan di area salat;
- tidak mengganggu jamaah yang sedang beribadah;
- meminta izin sebelum memotret kegiatan atau area tertentu;
- mengikuti ketentuan pengelola masjid;
- menjaga kebersihan fasilitas dan lingkungan.
Rencanakan Perjalanan dengan AI
AI Plan Your Trip membantu menyusun itinerary yang dipersonalisasi berdasarkan durasi, minat, dan preferensi perjalanan, termasuk mengatur kunjungan ke Masjid Agung Al Aqsha bersama destinasi lain di Jayapura.
MaiA dapat membantu menjawab pertanyaan perjalanan, memberikan rekomendasi destinasi, serta menyediakan informasi mengenai rute, aktivitas, dan tips perjalanan.
Referensi
- https://ramadhan.antaranews.com/berita/4052844/polisi-pemuda-nasrani-kawal-pelaksanaan-pawai-takbiran-di-jayapura
- https://jayapurakab.go.id/beri-dukungan-kepada-bwi-ini-harapan-sekda-hana-saat-sekda-buka-puasa-bersama/