Image Contributor: Ady Candra/Shutterstock
Desa Wisata Busung merupakan kawasan desa wisata di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, yang memiliki kombinasi atraksi alam dan budaya. Desa ini berada di Kecamatan Seri Kuala Lobam dan dikenal terutama melalui kawasan Gurun Pasir Busung dan Telaga Biru, serta wisata mangrove. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mencatat Gurun Pasir dan Telaga Biru sebagai salah satu destinasi wisata Kabupaten Bintan.
Karakter paling menonjol dari Desa Wisata Busung adalah bentang alam yang terbentuk dari aktivitas manusia. Kawasan Gurun Pasir Busung merupakan bekas area pertambangan pasir yang kemudian tidak lagi beroperasi. Lubang bekas galian yang terisi air hujan membentuk telaga dengan warna biru kehijauan, sementara material pasir dan kontur lahan menghasilkan lanskap menyerupai gurun. Kajian akademik mengenai kawasan tersebut juga mencatat bahwa kawasan ini kemudian dikembangkan sebagai destinasi wisata oleh masyarakat melalui kelompok sadar wisata dan BUMDes.
Selain atraksi alam, Desa Wisata Busung memiliki unsur budaya Melayu. Portal Jadesta Kementerian Pariwisata mencatat desa ini memiliki fasilitas wisata, kuliner, suvenir, homestay, serta atraksi alam yang mencakup Telaga Biru, Gurun Pasir, dan Mangrove Busung.
Baca Juga: Museum Daerah Riau Sang Nila Utama
Daya Tarik Desa Wisata Busung
Gurun Pasir Busung
Gurun Pasir Busung merupakan kawasan bekas pertambangan yang berkembang menjadi salah satu objek wisata alam di Bintan. Lanskapnya terdiri atas hamparan pasir dan gundukan dengan karakter visual berbeda dari lingkungan tropis Bintan pada umumnya. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyebut aktivitas pertambangan di kawasan tersebut berhenti pada 2013, setelah itu area bekas tambang mengalami perubahan lanskap secara alami.
Kawasan ini memiliki fungsi wisata terutama untuk menikmati lanskap dan fotografi. Bentuk gundukan pasir dan kontras warna antara permukaan pasir dengan vegetasi di sekitarnya menjadi karakter visual utama.
Perlu dicatat bahwa penyebutan kawasan ini sebagai “gurun” bersifat deskriptif untuk menggambarkan lanskap wisata, bukan berarti Busung merupakan gurun dalam pengertian ekosistem gurun seperti Sahara.
Telaga Biru Busung
Telaga Biru berada di kawasan bekas pertambangan yang sama. Cekungan bekas galian kemudian terisi air sehingga membentuk badan air berwarna biru hingga biru kehijauan. Fenomena ini menjadi salah satu karakter utama destinasi Busung.
Telaga Biru lebih tepat dipahami sebagai bentukan lahan pascatambang yang terisi air, bukan danau alami. Kondisi warna air dapat dipengaruhi oleh karakter material, kedalaman, pencahayaan, dan kondisi lingkungan sehingga warna yang terlihat wisatawan tidak selalu identik sepanjang waktu.
Jadesta mencatat Telaga Biru sebagai salah satu atraksi wisata alam Desa Wisata Busung dengan tiket yang tercantum sebesar Rp10.000. Harga dan ketentuan kunjungan tetap perlu dikonfirmasi kepada pengelola sebelum perjalanan karena dapat berubah.
Wisata Mangrove Busung
Atraksi lain yang tercatat dalam pengembangan Desa Wisata Busung adalah wisata mangrove. Berbeda dengan Gurun Pasir dan Telaga Biru yang merupakan kawasan bekas aktivitas pertambangan, mangrove memberikan karakter ekosistem pesisir yang berkaitan dengan keberadaan vegetasi bakau dan perairan.
Indonesia.Travel menyebut pengunjung dapat menyusuri kawasan mangrove dan, ketika kondisi pasang memungkinkan, melakukan perjalanan melalui Sungai Benton serta mengelilingi Pulau Empat. Aktivitas tersebut sangat bergantung pada kondisi pasang-surut dan pengelolaan setempat.
Ide Aktivitas di Desa Wisata Busung
Fotografi Lanskap
Gurun Pasir dan Telaga Biru dapat digunakan sebagai lokasi fotografi lanskap. Perbedaan warna pasir, air, dan vegetasi menciptakan elemen visual yang khas. Waktu kunjungan dapat disesuaikan dengan kebutuhan fotografi, tetapi pengunjung perlu mempertimbangkan paparan matahari karena area terbuka memiliki sedikit perlindungan dari panas.
Eksplorasi Ekosistem Mangrove
Wisatawan dapat mengikuti aktivitas susur mangrove yang tersedia melalui pengelola lokal. Kegiatan ini dapat menjadi bagian dari wisata berbasis alam dengan memperhatikan jalur yang ditentukan dan tidak merusak akar maupun vegetasi mangrove.
Mengenal Budaya Melayu
Desa Wisata Busung juga memiliki tradisi masyarakat Melayu. Indonesia.Travel mencatat tradisi seperti tepuk tepung tawar, pembacaan Barzanji dan Asrakal dalam konteks kegiatan keagamaan atau perkawinan, serta tari silat pengantin. Pelaksanaan tradisi tersebut tidak berlangsung setiap hari sehingga wisatawan perlu memperoleh informasi dari masyarakat atau pengelola sebelum mengharapkan dapat menyaksikannya.
Menikmati Kuliner Lokal
Jadesta mencatat keberadaan fasilitas kuliner di Desa Wisata Busung, termasuk makanan laut dan gonggong, yaitu jenis siput laut yang dikenal sebagai salah satu pangan khas Kepulauan Riau.
Cara Menuju Desa Wisata Busung
Desa Wisata Busung berada di wilayah Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Indonesia.Travel mencatat lokasi ini dapat ditempuh sekitar 45 menit berkendara dari Tanjungpinang, meskipun waktu perjalanan aktual dapat berubah sesuai kondisi lalu lintas dan titik keberangkatan.
Dari Tanjungpinang, perjalanan dapat dilakukan menggunakan kendaraan pribadi, kendaraan sewaan, atau layanan transportasi lokal menuju kawasan Busung. Wisatawan yang datang melalui Bandara Raja Haji Fisabilillah atau Pelabuhan Sri Bintan Pura dapat melanjutkan perjalanan darat menuju kawasan desa.
Karena sejumlah atraksi dikelola secara lokal, penggunaan kendaraan pribadi atau transportasi yang dapat menunggu selama kunjungan dapat memberikan fleksibilitas lebih dibandingkan mengandalkan transportasi umum.
Informasi Operasional
Jadesta mencatat fasilitas Desa Wisata Busung berupa area parkir, kafetaria, kamar mandi umum, kios suvenir, tempat makan, musala, area swafoto, dan fasilitas pendukung lainnya. Untuk atraksi, tarif yang tercantum adalah Rp10.000 untuk Gurun Pasir dan Rp10.000 untuk Telaga Biru, sedangkan Mangrove Busung tidak memiliki tarif yang tercantum pada halaman tersebut.
Jam operasional tidak tercantum secara konsisten pada sumber resmi yang tersedia. Karena itu, pengunjung sebaiknya mengonfirmasi jadwal, tarif, kondisi akses, dan ketersediaan aktivitas kepada pengelola sebelum berangkat.
Tips Berwisata
Beberapa hal perlu diperhatikan ketika mengunjungi Desa Wisata Busung:
- Gunakan pelindung dari matahari ketika berada di kawasan terbuka Gurun Pasir dan Telaga Biru.
- Gunakan alas kaki yang sesuai untuk permukaan pasir dan jalur wisata.
- Jangan berenang di Telaga Biru karena status dan kondisi keselamatan badan air perlu mengikuti arahan pengelola.
- Jangan mengambil material pasir, tanaman, atau bagian lingkungan sebagai suvenir.
- Saat mengikuti wisata mangrove, ikuti jalur dan instruksi pemandu.
- Periksa kondisi pasang-surut sebelum mengikuti aktivitas perairan.
- Bawa air minum dan perlengkapan pribadi yang diperlukan.
- Hormati aktivitas masyarakat serta tradisi Melayu yang berlangsung di desa.
- Konfirmasi tarif dan operasional sebelum kunjungan karena informasi destinasi dapat berubah.
Pengelolaan destinasi berbasis masyarakat menjadi bagian penting dalam perkembangan Busung. Pemerintah Kabupaten Bintan pada 2025 juga melaporkan adanya Koperasi Merah Putih Desa Busung yang mendukung UMKM di kawasan wisata Gurun Telaga Biru; sekitar 18 UMKM disebut membutuhkan pasokan usaha dari koperasi tersebut.
Rencanakan Perjalanan dengan AI Plan Your Trip dan MaiA
AI Plan Your Trip dapat digunakan untuk menyusun itinerary yang dipersonalisasi berdasarkan durasi perjalanan, minat, dan preferensi. Untuk kunjungan ke Desa Wisata Busung, itinerary dapat menggabungkan Gurun Pasir, Telaga Biru, wisata mangrove, serta aktivitas budaya dan kuliner lokal.
Sementara itu, MaiA dapat membantu menjawab pertanyaan perjalanan, memberikan rekomendasi destinasi, serta menyediakan tips dan informasi yang relevan dengan rencana kunjungan.
Referensi
- https://jadesta.kemenpar.go.id/desa/busung_1
- https://bintantourism.com/pesona-tiga-keindahan-alam-tiada-tara-di-desa-wisata-busung-pulau-bintan/
- https://bintankuindonesia.bintankab.go.id/page/view/gurun-pasir-busung
- https://kepriprov.go.id/pariwisata/gurun-pasir-telaga-biru
- https://suarapemerintah.id/2022/11/pesona-tiga-keindahan-alam-tiada-tara-di-desa-wisata-busung/