MaiA ai-icon

Informasi

TAMAN SARI GUHA SUNYARAGI

Nama sebenarnya adalah Taman Kaputren Panyepi Ing Raga. Artinya adalah tempat bermain keluarga kesultanan Cirebon dengan dibarengi tawasul. Pemahaman kita terhadap kehidupan secara Islam ini merupakan kearifan lokal karena dibangun dengan konsep muslim. Sebenarnya Panyepi Ing Raga maknanya sama dengan bertapa atau bersemedi. Hanya saja istilah bertapa atau bersemedi untuk saudara- saudara kita umat Hindu.

Taman Guha Sunyaragi bukan Goa Sunyaragi. Definisinya adalah Guha berarti dibangun atau buatan manusia, sementara Goa itu berarti alami. Ini sebagai bukti nama dan makna dari Guha Sunyaragi ini dibuat atau dibangun melainkan bukan Goa alam. Kalau kita mengacu pada catatan sejarah yang ditulis oleh Pangeran Sulaeman Sulendraningrat Taman Guha Sunyaragi dibangun pada jamannya Pangeran Aria Cirebon atau Pangeran Adipati Aria Karangrangen +- Tahun 1703. Namun ada pitutur yang menjelaskan bahwa tahun tersebut merupakan perbaikan dan penyempurnaan yang pertama kali di kawasan Guha Sunyaragi. Ini mengacu pada pitutur berkenaan Candra Sangkala Bujangga Ratu Oba Ing Bumi.

Bujangga 8

Ratu 1

Oba 5

Ing Bumi 1

8151 namun kalau Candra Sangkala dibaca terbalik jadi 1518. Sementara selisih tahun Jawa dengan tahun internasional 78 Tahun. Artinya secara tahun umum berarti 1596. Masa tersebut adalah masa pra Zaenal Arifin atau Pangeran Mas yang merupakan Sultan Cirebon pertama setelah wafatnya Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati wafat. Pangeran Mas adalah putra Sunan Gunung Jati dari ibu bernama Nyai Mas Tepasari asal Demak.

Taman Air Guha Sunyaragi dibangun sebagai Taman Kaputren Pengganti setelah Taman Kaputren Nur Giri Sapta Rengga berubah fungsi menjadi Pasarean atau makam dimana Sunan Gunung Jati dimakamkan yang kita kenal sekarang Astana Gunung Sembung di Desa Gunung Jati. Dipilihnya tempat yang kita kenal sekarang dengan nama Sunyaragi bukan hal yang mudah. Ini melalui permusyawaratan atas perintah Sultan Cirebon pertama yang melibatkan para kuli bangunan / Arsitek dan ahli-ahli yang lainnya termasuk saudara-saudara kita dari keturunan China yang sudah tinggal di Cirebon saat itu. Atas prakarsa Pangeran Kertasari yang kelak dikenal dengan sebutan Pangeran Juru Taman maka dipilihlah sebuah tempat yang terletak di tepi Segara Amparan Jati untuk dibangun Taman Kaputren.

Segara : Sungai Besar

Amparan Jati : Sekelilingnya adalah Pohon Jati

Kemudian ditunjuklah Raden Sepat seorang arsitek keturunan Demak untuk memimpin pembangunan Taman Kaputren Panyepi Ing Raga atau Guha Sunyaragi dengan konsep Tirta Yasa atau Tata Guha Air. Adapun kenapa di tepi Segara Amparan Jati?

  • Fungsi air sebagai pengaman dan kenyamanan keluarga Sultan ketika berada di area ini karena jaman dulunya untuk masuk ke area Guha Sunyaragi dari arah Barat Selatan dan Utara itu harus menggunakan rakit atau getek alias perahu kecil. Ini dibuktikan dengan adanya Guha Pulau Jembangan tempat istirahat Tukang Rakit.
  • Fungsi air sebagai pendingin dan penyejuk ruangan dimana saluran air hampir mengaliri seluruh bagian-bagian yang ada.
  • Air tersebut digunakan untuk berwudhu manakala ada yang sedang melakukan Panyepi Ing Raga batal wudhu.

Melihat dari kondisi tersebut jelas-jelas Taman Air Guha Sunyaragi merupakan area khusus keluarga kesultanan. Artinya tidak semua orang saat itu bisa masuk ke dalam area Taman Guha Sunyaragi. Taman Air Guha Sunyaragi menghadap ke Timur. Maknanya menyongsong atau menyambut matahari sebagai tanda aktivitas mencari nafkah. Hanya saja di era milenium ini pengelola tidak membuka pintu dari arah tersebut melainkan dialihkan dari arah Barat & Selatan akibat padatnya penduduk sementara jalan utama yang dibangun pemerintah berada di sebelah Barat & Selatan. Saat ini Guha Sunyaragi dikelola oleh Badan Pengelola Taman Air Guha Sunyaragi (BPTAGS) dibawah Yayasan Keraton Kasepuhan Cirebon dengan luas zona inti 1,8 Ha & Penyangga 1,2 Ha. Jadi luas keseluruhan 3 Ha.


1.Alun – alun Pandekemasan

Alun – alun ini berfungsi sebagai tempat berlatih perang bagi para prajurit kesultanan, khususnya prajurit penjaga Guha Sunyaragi.

2. Kolam Simanyang

Kolam ini adalah kolam hias yang dulu terdapat bunga teratai putih yang berasal dari china.

3. Guha Pengawal

Tempat istirahat para pengawal dari kesultanan yang mengawal keluarga atau Sultan ketika berkunjung ke Taman sari Guha Sunyaragi.

4. Guha Simanyang

Guha ini diartikan pos jaga bagian depan. Sedari dulu sudah berlaku pemeriksaan manakala ada orang yang akan masuk. Ini dilakukan karena Taman Sari Guha Sunyaragi area khusus keluarga Kesultanan.

5. Guha Pandekemasan

Area ini sebenarnya dalam pitutur dibangun pada tahun 1788. Dalam pitutur dikatakan dibangun bersamaan dengan Bale Kambang dan Guha Arga Jumut.

Pande  : Ahli Kemasan  : Cinderamata

Hanya saja di area ini juga dibuat anak panah, tombak & keris sebagai alat untuk prajurit. Ini di anggap illegal oleh pemerintah kolonial pada waktu itu yang akhirnya di tahun 1790 dihanguskan atau dihancurkan oleh belanda.

6. Bangsal Jinem

Bangunan berbentuk kubah dimana sultan memberikan wejangan dan menyaksikan olah Kanuragan prajurit Keraton dan penjaga serta tarian tradisional. Makna Jinem itu sendiri adalah Ji dari kata siji atau satu. Nem dari kata nenem atau enam. Ini sesuai dengan konsep dibangunnya Guha Sunyaragi secara Islam. Karena dalam Islam menganal Rukun Iman ada enam maknanya adalah kita harus beriman satu yaitu kepada Allah.

7. Mande Beling

Mande berarti balai atau tempat. Beling karena dulu dari marmer saking beningnya seperti kaca. Tempat ini adalah tempat istirahat Sultan sambil memberi wejangan atau nasehat kepada masyarakat atau tamu secara islami agar kehidupan kita selalu dalam kebeningan pikiran secara islami.

8. Guha Pawon

Pawon berarti dapur. Namun istilah pawon disini bukan seperti istilah umumnya tapi untuk menyimpan perbekalan yang dibawa oleh keluarga kesultanan pada saat berkunjung ke Taman Guha Sunyaragi.

9. Guha Lawa

Nama ini diabadikan karena dulu diatas guha ini ada pohon besar tempat hinggapnya jenis burung seperti wallet atau lawa kata orang setempat. Guha ini berfungsi sama seperti Guha Pawon yaitu penyimpanan makanan.

10. Guha Langse

Langse artinya gordyn. Karena ketika ada yang duduk di dalamnya tidak terlihat karena terhalangi air terjun. Korden disini adalah air terjun yang menutupi pandangan dari luar. Guha ini berfungsi sebagai tempat berdoa para sultan.

11. Guha Peteng

Peteng artinya gelap. Tempat ini digunakan untuk para prajurit kesultanan melatih ilmu kanuragan atau kekebalan tubuh.

12. Cungkup Guha Puncit

Berada diatas Guha Peteng yang fungsinya adalah menara pemantau / pengawas.

13. Patung Gajah

Konon dahulu karena tekanan dan faktor alam dari belalainya menyemprotkan air menyirami putra putri yang sedang bermain air di Kolam Kaputren. Pitutur lain menjelaskan bahwa Patung Batu Gajah ini ada kaitan dengan 2 ekor burung yang menempel diatas tembok kamar Kaputren. Dalam bahasa Cirebon berbunyi "Kuntul Umalayang Anne Daksi Gajah Derum Tane Daksi". Burung kuntul terbang meninggalkan jejaknya seperti bekas telapak dan bulu sementara gajah derum tidak menunjukkan itu bekas apa dan berbentuk kubangan. Ini bermakna kalau 2 putra/putri Pajajaran yaitu Raden Walangsungsang atau Pangeran Cakra Buana dan Nyai Mas Rara Santang keturunan dan tempat tinggalnya ada sampai detik ini, sementara kebesaran Keraton Pajajaran Prabu Siliwangi sampai sekarang tidak diketahui dimana letaknya.

14. Kolam Kaputren

Tempat bermain air para putra putri kesultanan ketika berada di area Taman Air Guha Sunyaragi. Dahulu sekeliling kolam ini dihiasi ornamen piring dari Cina. Saat ini hanya tinggal bekas tempat menempelkannya saja.

15. Pelataran Taman Bujanggik

Di area ini ada pintu penghubung yang diberi nama pintu Candi Bentar dengan gaya arsitek Majapahit yaitu Kosotan artinya hanya digosok atau digosok tidak di lepa atau dipelur.

16. Guha Kelanggengan

Guha Klanggengan diambil dari kata Langgeng atau abadi. Dahulu digunakan untung para sultan menggapai cita-citanya dan melanggengkan jabatannya.

17. Guha Padang Ati

Bermakna padang artinya terang sedangkan ati dari kata hati. Intinya kita hidup harus selalu dalam keterangan hati. Tempat ini berfungsi untuk tempat menenangkan hati dari para keluarga kesultanan Cirebon.

18. Patung Garuda Dililit Ular

Kata garuda sebenarnya dari kata Garudea atau lambang kegagahan. Dililit ular maknanya segagah apapun manusia pasti akan dililit masalah.Intinya dalam sebuah kehidupan kita harus menghargai satu sama lain dan tidak boleh sombong.

19. Monument China

Nama asli monumen ini dalam bahasa China adalah Mei Man Cia Ting yang bermakna kedamaian dan kemakmuran. Ini bukan makam walaupun bentuknya seperti Bong Pai atau Makam China Kuno. ini hanya monumen yang dibangun untuk mengenang saudara-saudara kita keturuan Cina yang ikut membangun Taman Sari Guha Sunyaragi.

20. Pohon Kelengkeng

Pohon kelengkeng dimana sepanjang tahun daunnya tidak kering namun pohon tersebut bawahnya atau bagian batang pohon tinggal kulitnya artinya sudah gerowok tidak utuh layaknya pohon pada umumnya, dalam pitutur pohon kelengkeng ini ditanam pada tahun 1604 oleh Pangeran Juru Taman.

21. Kamar Kaputran & Kaputren

Kedua kamar ini bukan tempat tidur putra putri kesultanan, melainkan tempat belajar putra putri kesultanan.

22. Bale Kambang

Dinamakan Bale Kambang karena dibuat dari kayu jati diatas permukaan air. Ini adalah bangunan penghubung antara guha- guha yang didepan dengan Guha Arga Jumut. Ditempat ini juga digunakan untuk menyambut para tamu kesultanan, bertadarus, dan wejangan-wejangan agama.

23. Guha Arga Jumut

Arga    : Hidangan

Jumut   : Mengambil

Di area ini terdapat batu berbentuk seperti meja makan tempat mengambil hidangan yang disiapkan oleh penjaga atau orang yang ditunjuk merawat dan memelihara Guha Sunyaragi yang lebih dikenal dengan sebutan NGABIHI. Di area ini juga ada dua buah ruangan yang disebut ruang Mekkah Madinah dan Ruang Tiongkok Gunung Jati. Ruangan ini bukan terowongan atau lorong tetapi ruangan biasa dengan ukuran 1x1 meter. Kental dengan mitos terowongan. Adapun makna ruangan tersebut adalah:

  • Jikalau orang Cirebon menekuni Agama Islam berarti mengacu ke Mekkah Madinah karena kiblat di Mekkah sedangkan makan Rasul Allah di Madinah.
  • Jikalau orang Cirebon menekuni ilmu dunia berarti berkiblat ke Cina seperti peribahasa tuntutlah ilmu ke negeri Cina.
  • Sementara kalau mau memperdalam ajaran agama ke Gunung Jati karena disanalah Pesantren berada saat itu.

Pitutur lain menjelaskan dua lorong ini sebagai simbol kedua bangsa ini ikut meramaikan dan memperkenalkan Cirebon ke dunia luar. Sesuai dengan makna Carbuna yang artinya percampuran.

24. Patung Perawan Sunti

Definisi Patung Perawan Sunti adalah Seorang anak perawan yang hamil & sampai melahirkan tidak melalui layaknya berhubungan seperti suami istri akan tetapi atas seijin & kehendak Allah. Di dalam Al Kitab baik Al- Qur’an maupun Injil disebutkan kalau Perawan Sunti atau Suci adalah Terdapat kasus serupa seperti yang terjadi dalam Islam, Siti Maryam Ibunda Nabi Isa AS. (Islam), Bunda Maria Ibunda Yesus Kristus (Kristen) secara kebetulan di Cirebon ada kisah tentang putri Ong Tien yang hamil karena keangkuhan bapaknya Kaisar Ong Hong Jin mencoba ilmu Sunan Gunung Jati. Dia membuat skenario bahwasannya On Tien hamil dan perutnya ditutupi menggunakan Bokor Kuningan untuk mengelabuhi Sunan Gunung Jati. Walaupun ditutup menggunakan bokor kuningan namun atas seijin Allah Sunan Gunung Jati berkata hamil dan kenyataan setelah itu hamil. Inilah awal sejarah bangsa Cina ke Cirebon dan Indonesia. Adapun makna mitos ini adalah sebuah nasehat yang mengandung arti kalau hamil dan sampai melahirkan harus jelas siapa suami & bapak anak tersebut. Sekali lagi ini hanya mitos yang berkembang di Guha Sunyaragi.

25. Gedung Pesanggrahan

Tempat ini dibangun pada tahun 1848 oleh RR Adimah dari Keraton Kacirebonan sebagai tempat tinggal Ngabihi dan tempat bermalam para keluarga Kasultanan ketika berkunjung dan menginap. Di depan gedung Pesanggrahan terdapat sebuah kolam induk yang  dulu  berfungsi  sebagai  kolam penampung sirkulasi air sebelum dialirkan ke dalam area Taman Air Guha Sunyaragi.

INSIGHT

Ide Perjalanan

Keris

Keris

Kolintang

Kolintang

Pantun, Sastra Lisan yang Diakui Warisan Dunia UNESCO

Pantun, Sastra Lisan yang Diakui Warisan Dunia UNESCO