Para penyuka senja dan penikmat keindahan bahari pasti akan betah berlama-lama menghabiskan kala di pulau-pulau kecil Desa Sekotong Barat, Lombok Barat. Menyisir pantai dengan pasir putih halus menyapa kaki tanpa alas, langit berwarna lazuardi yang sulit kita jumpai di kota-kota besar, udara jernih hanya dikawani suara kecipak ombak tenang, serta hijaunya punggung-punggung perbukitan rendah di satu sisi.
Cukup melangkah sedikit ke tengah laut, warna-warni terumbu karang dan ikan-ikan ramah segera menyapa pandang dan mengajak kita bercengkerama hingga lupa waktu. Perairan yang dangkal bahkan memungkinkan anak kecil menikmati kecantikan biota laut, walau harus dengan pengawasan orang tua agar kita tidak merusaknya.
Wah Sobat Pesona, memang tak akan habis rasanya cerita tentang keindahan alam Pulau Lombok terutama pantai di pulau-pulau kecilnya yang asri yang dalam Bahasa Sasak disebut ‘gili’.
Di kalangan para pejalan, barangkali trio gili paling tenar di Lombok adalah Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Tapi Lombok masing menyimpan banyak lagi pulau-pulau kecil yang menunggu untuk dikunjungi.
Misalnya gugusan gili di Desa Sekotong Barat yang memukau. Suasananya yang cenderung sepi, memberikan kesempatan bagi para Sobat Pesona untuk benar-benar menikmati liburan hanya diteman alam serta orang-orang terdekat. Pas sekali buat healing menyegarkan badan dan pikiran.
Menuju Gili-gili Cantik di Desa Sekotong Barat
Desa Sekotong Barat adalah pintu masuk utama wisata Lombok Barat yang wilayahnya dikelilingi laut di tiga sisi. Untuk ke sana kita butuh sekitar 1 jam 30 menit jalan darat dari Bandara International Lombok diteruskan dengan 15 menit di atas perahu motor yang bertolak dari Dermaga Tawun.
Gugusan pulau-pulau kecil yang asri di Sekotong Barat dapat kita kunjungi dengan cara island hopping maupun menginap di salah satu pulau yang punya fasilitas akomodasi, seperti Gili Nanggu.
Gili Nanggu
Gili Nanggu adalah pulau pertama yang wajib dikunjungi. Berjemur di hamparan pasir putih tepi pantai ditemani sinar matahari berlimpah adalah kegiatan wajib bagi penyuka matahari tropis sambil menikmati ketenangan pesisir pantai yang jauh dari hiruk-pikuk.
Untuk bercengkerama dengan keindahan alam bawah lautnya, kita cukup menyelam setinggi dada di titik-titik untuk aktivitas snorkling yang tak jauh dari pantai. Seluruh indera akan dimanjakan warna-warni ikan hias yang berenang di sela-sela terumbu karang di perairan laut dangkal yang jernih.
Jika ingin menginap di Gili Nanggu, terdapat fasilitas akomodasi berupa homestay pinggir pantai dengan tarif berkisar Rp 400 ribu per malam. Seru kan, kapan lagi bisa tingal di penginapan beratap bentuk lumbung penyimpanan padi, ciri khas bangunan tradisional Suku Sasak.
Gugusan Gili “Gita Nada”
Puas menjelajahi Nanggu, mari melanjutkan island hopping ke gili sekitarnya yang tak kalah mempesona. Jarak antar gili di sini hanya sekitar ratusan meter saja sehingga bisa ditempuh dalam 10-15 menit dengan perahu motor. Ditemani langit biru indah di atas kepala, laut jernih terbelah tenang oleh laju perahu, angin yang memanjakan dada, serta barisan pohon-pohon bakau di bibir pulau, perjalanan tidak pernah terasa membosankan.
Jangan lewatkan kesempatan menyambangi gugusan gili Gita Nada, yang merupakan akronim dari nama Gili Tangkong, Gili Nanggun, dan Gili Sudak. Biota bawah laut yang perawan, suasananya yang tenang, sangat memanjakan para pejalan. Terutama Gili Sudak yang terumbu karangnya terlihat jelas dengan mata telanjang, hingga jarak belasan meter.
Dikelilingi laut jernih nyaris tak berombak bagaikan kolam, penyuka wisata bahari pasti betah menikmati hari di sini.
Gili Kedis Sang “Pulau Cinta”
10 menit perjalanan dari Gili Sudak, sampailah kita di Gili Kedis yang sering disebut sebagai Pulau Cinta atau Lover Island. Sesuai namanya, Kedis berarti kecil dalam Bahasa setempat, Gili Kedis berukuran mungil dan tak berpenghuni. Hanya butuh 5 menit untuk mengelilingi seluruh keluasannya.
Sebutan Pulau Cinta konon berasal dari keindahan alam yang membuat para wisatawan betah berlama lama dan jatuh cinta untuk kembali lagi. Namun selain itu, suasana eksotis dan romantis di Gili Kedis memang layak dicari para pasangan yang ingin menyepi tanpa terganggu.
Surga Bagi Pemuja Senja
Jika sabar menunggu senja, momen mentari terbenam menuju peraduan di Sekotong Barat menjanjikan pemandangan yang tak terlupakan. Pulasan warna indah yang menyebar di langit dan batas cakrawala karya sempurna dari Sang Maha, sungguh membuat kita merasa kecil namun damai.
Jangan terburu-buru untuk pulang. Nikmati senjamu, tinggallah sedikit lebih lama di pulau-pulau indah ini. Lalu ketika pada saatnya kita harus berpisah dengan pulau-pulau cantik ini, keindahannya pasti akan memanggil untuk kembali.






