MaiA ai-icon

Informasi

Kue Lontar: Sejarah, Ciri Khas, dan Resep

Salah satu kue tradisional yang berasal dari tanah Papua adalah kue lontar. Kudapan tradisional ini memiliki bentuk yang mirip dengan pie susu, dengan kulit yang dipanggang dan bagian tengah berisi isian telur dan susu yang lembut. 

Meski begitu, penyajiannya berbeda dengan pie susu karena kue lontar dibuat dengan ukuran besar dan kemudian dipotong sebelum disajikan. 

Kudapan tradisional ini juga biasanya dihidangkan dalam berbagai acara keluarga dan perayaan keagamaan di Papua. 

Sejarah Kue Lontar

Sejarah kue lontar sangat dipengaruhi oleh kuliner Belanda pada zaman kolonial. 

Kue ini disebut dikenalkan ke daerah Papua, terutama di wilayah Fakfak, oleh orang-orang Belanda pada awal abad ke-20. 

Beberapa sumber menyebutkan kue ini awalnya disebut sebagai rontart atau ronde taart, yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia berarti kue yang berbentuk bundar. 

Istilah tersebut kemudian berkembang dan dikenal sebagai “lontar” karena pelafalan masyarakat setempat. Meski begitu, detail asal-usul nama ini masih membutuhkan lebih banyak bukti dokumentasi sejarah primer.

Seiring waktu, kue ini pun semakin diadaptasi oleh masyarakat Papua dan menjadi bagian tradisi kulinernya. Wilayah Fakfak juga disebut sebagai salah satu wilayah dengan keterkaitan kuat terhadap perkembangan kue lontar di Papua. 

Saat ini, kue lontar dapat ditemukan di luar Papua dalam berbagai bentuk dan ukuran. Hal ini disebabkan karena penyebaran kue khas sehingga resep dan teknik pembuatan jadi bervariasi. 

Ciri Khas Kue Lontar

Secara sekilas kue ini terlihat mirip dengan pai susu. Keduanya berbentuk bundar dengan pinggiran kulit pastry dan bagian tengah berisi kustar berbahan telur serta susu.

Meski begitu, ada beberapa karakteristik kue lontar yang membedakannya dengan pai susu. 

Dari segi ukuran, kuliner khas Papua ini relatif lebih besar dibandingkan dengan pai susu. 

Perbedaan ukuran ini juga membuat kue lontar dapat disajikan untuk beberapa orang. Berbeda dengan pai susu yang biasanya bisa disajikan untuk perseorangan.

Tekstur kulit juga cenderung lebih padat dan renyah dan tekstur bagian isi terasa lembut setelah dipanggang. 

Kue ini umumnya dibuat menggunakan bahan seperti tepung terigu, mentega, telur, susu kental manis, air, dan vanili. Meski begitu, komposisi resep bisa berbeda antar pembuatnya. 

Baca Juga: Itinerary dan Budget Tepat untuk Liburan di Raja Ampat

Penyajian Kue Lontar

Sebagai hidangan khas, kue lontar umumnya disajikan dalam kegiatan keluarga dan perayaan. 

Ukurannya yang besar membuat kue ini selalu dipotong sebelum dihidangkan dan disantap oleh banyak orang. 

Kuliner khas Papua ini pun sering dikaitkan dengan perayaan acara keagamaan seperti Natal dan Idulfitri di sejumlah komunitas Papua. 

Hal ini turut menunjukkan bahwa kue lontar tidak hanya berfungsi sebagai makanan, tapi juga praktik jamuan dan kebersamaan di masyarakat Papua. 

Resep Kue Lontar Papua

Meski resep kue lontar memiliki berbagai variasi, terdapat bahan-bahan yang umum digunakan untuk bahan kulit dan isian kudapan ini. 

Bahan kulit

  • 150 gram tepung terigu 
  • 100 gram margarin
  • 1 sendok teh vanili

Bahan isian

  • 1 kaleng susu kental manis
  • 150 ml air panas
  • 8 kuning telur
  • 1 sendok teh ekstrak vanili

Komposisi di atas merupakan salah satu variasi resep pembuatan kue lontar. 

Terdapat variasi resep lainnya yang menggunakan perbandingan bahan yang berbeda, seperti jumlah telur, air, tepung, hingga penambahan maizena.

Cara membuat

  1. Campurkan tepung terigu, margarin, dan vanili hingga menjadi adonan kulit.
  2. Haluskan adonan hingga cukup tipis, kemudian letakkan pada piring lontar atau cetakan bundar yang telah dioles margarin.
  3. Rapikan bagian tepi dan tusuk permukaan kulit menggunakan garpu agar tidak terlalu mengembang ketika dipanggang.
  4. Campurkan susu kental manis, air panas, kuning telur, dan vanili hingga rata.
  5. Saring campuran isian sebelum dituangkan ke atas kulit. Penyaringan dapat menghasilkan permukaan isian yang lebih halus.
  6. Panggang pada suhu sekitar 180°C selama kurang lebih 15 menit.
  7. Turunkan suhu menjadi sekitar 160°C dan lanjutkan pemanggangan selama kurang lebih 45 menit, atau sampai bagian isian set.
  8. Dinginkan sebelum dipotong dan disajikan. Waktu serta suhu pemanggangan dapat disesuaikan dengan jenis oven dan ukuran cetakan.

Kue Lontar sebagai Kuliner Papua

Sebagai makanan khas Papua, kue lontar menunjukkan bagaimana produk kuliner dapat mengalami proses adaptasi dan menjadi bagian tradisi suatu daerah. 

Sejarah yang menghubungkannya dengan pengaruh Belanda yang kemudian berkembang menjadi kue tradisional di Papua menjadi salah satu buktinya. 

Bahkan, kue ini seringkali hadir dalam perayaan keagamaan atau acara keluarga sehingga mempertahankan statusnya sebagai kuliner tradisional Papua. 

Resepnya yang relatif sederhana dan bahan-bahannya yang mudah ditemukan juga membuat kue ini terkenal di luar wilayah Papua..

Baca Juga: Papeda, Sajian Lezat Khas Papua yang Telah Mendunia

Jika Anda ingin mencoba kue lontar secara langsung, saatnya merencanakan perjalanan ke tanah Papua. 

Anda bisa menggunakan fitur Rencanakan Perjalanan Anda di Indonesia Travel untuk menyusun itinerary sesuai dengan destinasi dan durasi liburan ke Papua yang diinginkan. 

Manfaatkan juga MaiA, asisten perjalanan dari Indonesia Travel, yang siap membantu membuat pengalaman menjelajahi wilayah Papua jadi lebih mudah dan berkesan dengan rekomendasi tempat wisata, aktivitas, hingga tips perjalanan ke sana. 

 

Referensi

  1. https://jurnal.untidar.ac.id/index.php/senaster/article/view/2494 
  2. https://jadesta.kemenpar.go.id/paket/kue_lontar

INSIGHT

Ide Perjalanan

11 Makanan Khas Malang, dari Bakso Malang hingga Orem-Ore

11 Makanan Khas Malang, dari Bakso Malang hingga Orem-Ore

Cicipi Kelezatan 10 Makanan Khas Kudus yang Melegenda

Cicipi Kelezatan 10 Makanan Khas Kudus yang Melegenda

7 Makanan Khas Gorontalo: Jelajahi Keunikan Cita Rasanya

7 Makanan Khas Gorontalo: Jelajahi Keunikan Cita Rasanya