Desa Penglipuran merupakan destinasi wisata adat di Bangli yang tersohor hingga mancanegara berkat tata kota dan kebersihan desanya. Desa ini menawarkan atmosfer Bali tempo dulu yang asri, tenang, dan sangat kental dengan nilai-nilai luhur kearifan lokal.
Desa Panglipuran Bali menjadi cermin keberhasilan masyarakat dalam menjaga warisan di tengah arus modernisasi. Kombinasi arsitektur tradisional yang seragam dan hutan bambu yang rimbun memberikan pengalaman liburan yang sangat autentik.
Sejarah Desa Penglipuran
Secara historis, nama Penglipuran dipercaya berasal dari kata "Pengeling Pura" yang bermakna tempat suci untuk mengenang para leluhur. Masyarakat asli desa ini berasal dari Desa Bayung Gede, Kintamani, yang bermigrasi dan membangun pemukiman dengan konsep serupa tempat asal mereka.
Struktur Desa Penglipuran dibangun berdasarkan konsep Tri Hita Karana, yaitu menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, dan manusia dengan lingkungan.
Tata letak bangunan yang seragam dan simetris telah dipertahankan secara turun-temurun sebagai identitas budaya yang kuat.
Baca Juga: Intip Yuk, Daya Tarik yang Ditawarkan Desa Penglipuran Bali!
Desa Penglipuran Terkenal Karena Apa?
Keistimewaan yang membuat Desa Penglipuran ini mendunia adalah predikatnya sebagai salah satu desa terbersih di dunia berdampingan dengan Desa Giethoorn di Belanda.
Kedisiplinan warga desa ini dalam menjaga kebersihan lingkungan tanpa sampah plastik menjadi daya tarik utama bagi wisatawan internasional.
Selain itu, desa ini juga terkenal dengan arsitektur rumahnya yang memiliki gerbang tradisional seragam yang disebut angkul-angkul.
Tata ruangnya yang menggunakan sistem "Hulu-Teben" atau pembagian wilayah hulu dan hilir menciptakan harmoni visual yang sangat rapi dan estetik.
Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Desa Penglipuran
Ada sejumlah aktivitas seru yang bisa pengunjung nikmati di Desa Panglipuran Bali, antara lain:
1. Belajar Budaya Sambil Mengunjungi Pura
Terdapat tiga pura utama di kawasan ini, yaitu Pura Penataran, Pura Dalem, dan Pura Puseh yang menjadi pusat ritual warga.
Anda dapat menyaksikan upacara adat seperti Galungan atau Ritual Ngusaba, dengan syarat tetap mematuhi peraturan adat dan menjaga ketenangan saat warga beribadah.
2. Belanja Sekaligus Belajar Membuat Kerajinan Tangan
Penglipuran adalah surga kerajinan tangan di mana Anda bisa menemukan anyaman bambu dan aksesoris tradisional di depan rumah pengrajin.
Menariknya, pengunjung juga diberikan kesempatan untuk belajar langsung proses pembuatannya dari para ahli lokal sebagai oleh-oleh yang penuh makna.
3. Menginap di Rumah Penduduk dan Berbaur dengan Masyarakat Lokal
Untuk pengalaman yang lebih mendalam, Anda bisa memilih menginap di homestay milik warga setempat untuk merasakan kehidupan harian masyarakat Bali.
Keramahtamahan warga desa yang menerima tamu dengan tangan terbuka akan memberikan perspektif baru tentang kehangatan tradisi kekeluargaan di desa ini.
4. Cicipi kuliner lokal yang menggugah selera
Jangan lewatkan kesegaran Loloh Cemcem, minuman rempah hijau khas Penglipuran, serta Tipat Cantok yang kaya akan bumbu kacang autentik.
Kuliner tradisional ini diproses dengan bahan-bahan lokal yang segar, memberikan cita rasa khas pegunungan yang menyehatkan dan memanjakan lidah.
5. Berburu Foto di Hutan Bambu
Hutan bambu seluas 45 hektare di belakang desa merupakan spot paling instagramable yang juga berfungsi sebagai kawasan konservasi alam.
Selain berfoto, pengunjung juga bisa bersepeda menyusuri jalur setapak yang teduh sambil menikmati udara bersih hasil pelestarian lingkungan oleh masyarakat adat.
Baca Juga: Tirta Gangga: Taman Air Kerajaan yang Memukau di Bali Timur
Catat Ini Sebelum Berkunjung ke Desa Penglipuran
Sebelum berangkat, pastikan Anda mengetahui informasi dasar untuk kenyamanan perjalanan, antara lain:
- Desa ini beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WITA dengan tiket masuk sekitar Rp25.000 untuk wisatawan domestik dan Rp50.000 untuk wisatawan mancanegara.
- Gunakan pakaian yang sopan (bahu dan lutut tertutup) atau kenakan kain kamen sebagai bentuk penghormatan terhadap kesucian desa adat.
- Waktu berkunjung terbaik adalah saat pagi hari untuk menghindari keramaian, atau saat perayaan Galungan untuk melihat dekorasi penjor yang indah.
Cara Menuju Desa Penglipuran Bali
Desa Penglipuran terletak di Kelurahan Kubu, Kabupaten Bangli, dengan jarak tempuh sekitar 1,5-2 jam berkendara dari kawasan Kuta atau Seminyak.
Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi, menyewa mobil dengan sopir, atau menggunakan sepeda motor untuk perjalanan yang lebih santai.
Jalur menuju Bangli sudah teraspal mulus dengan pemandangan perbukitan yang hijau di sepanjang jalan. Cukup ikuti rute menuju arah pusat kota Bangli, dan Anda akan menemukan petunjuk jalan yang jelas menuju kawasan Desa Wisata Penglipuran.
Baca Juga: Bukit Trunyan Bali dan Keunikan Tradisi di Kaki Gunung Abang
Yuk, eksplorasi Desa Panglipuran Bali dan selalu gunakan fitur AI Plan Your Trip untuk menyusun personal itinerary Anda yang efisien antara kunjungan ke Desa Penglipuran dan destinasi terdekat seperti Kintamani atau Tirta Empul.
Dapatkan asisten perjalanan cerdas melalui fitur MaiA yang siap memberikan informasi real-time mengenai tips etika di desa adat agar liburan Anda berjalan lancar tanpa kendala budaya.