MaiA ai-icon

Informasi

Kenalan Dengan Serunya Bird Watching Di Desa Wisata Senggigi

Sobat Pesona pasti sudah tak asing lagi dengan nama Senggigi. Garis pantai yang panjang dengan panorama indah, telah mengangkat kawasan Senggigi jadi salah satu ikon pariwisata Lombok Barat. Tapi ternyata, Desa Wisata Senggigi punya daya tarik selain pantai, lho. Kali ini, yuk, kita bertualang tipis-tipis main ke Taman Wisata Alam (TWA) Kerandangan buat cobain agenda wisata unik bernama bird watching!

“Berburu” Burung Pakai Lensa di TWA Kerandangan

Lebih dari 300 hektare area hutan konservasi di sini adalah rumah dan tempat singgah bagi sekitar 56 spesies burung liar. Termasuk burung endemik Celepuk Rinjani serta burung-burung cantik lain seperti Cekakak Sungai berwarna biru cantik, Paok Laus (Pitta Elegans), juga Elang Flores. Burung-burung ini dapat dilihat menggunakan teropong yang disediakan pengelola, maupun dengan mata telanjang, jika kita beruntung.

Wisata bird watching memang masih termasuk kategori wisata minat khusus, sehingga belum sepopuler wisata bahari, misalnya. Penikmatnya sebagian besar adalah para turis mancanegara dan penggemar fotografi satwa. Tapi sebetulnya ada sensasi tersendiri lho, ketika kita berhasil menemukan burung-burung tertentu terbang dan bercengkerama bebas di habitat aslinya berupa alam terbuka. Tak heran jika untuk menikmati wisata alam ini, wisatawan mancanegara rela merogoh kocek hingga USD 300-400.

Pemandu akan membawa Sobat Pesona melalui jalur trekking yang dipagari pepohonan rindang, sambil menunjukkan lokasi di mana burung tertentu biasa hinggap, atau membawa kalian ke wilayah penyamaran untuk mengintip tempat nongkrong burung-burung ini. Pemandu juga akan menjelaskan sifat dan keunikan setiap burung tersebut, sehingga selama di sini Sobat Pesona dapat banyak wawasan baru. Oya, disarankan memakai baju tanpa berwarna mencolok dan tidak bersuara keras di sini ya, agar burung merasa nyaman dan mau muncul.



Foto burung koleksi Wahyudi Amin

Di zona kamuflase, dengan siulan khas, pemandu memanggil burung tertentu, misalnya Paok Laus, yang akan menjawab dengan siulan serupa. Tak berapa lama, burung yang dipanggil akan muncul di bebatuan tepat di depan kita, hanya terpisah jaring kamuflase. Dijamin, Sobat Pesona bakal gemas lihat burung cakep ini.

Saat berkeliling, Sobat Pesona bisa dipandu oleh Wahyudi Amin, salah satu inisiator wisata bird watching yang awalnya adalah petugas jaga dan kebersihan di taman wisata alam. Ia tergerak untuk mengembangkan potensi wisata alam bird watching setelah melihat banyak turis datang membawa teropong atau kamera, karena area ini ternyata merupakan wilayah yang disukai burung liar.

Bermodalkan buku panduan internasional serta pengamatan langsung selama bertahun-tahun, serta kerja sama dengan kawan akademisi, Wahyu pun mengembangkan data awal yang dimiliki TWA. Karena itu, ia dapat memberikan informasi lengkap burung apa, di spot mana, serta kapan munculnya. Wahyu juga melakukan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian alam, serta nilai ekonomi yang dimiliki potensi wisata alam tersebut.

Kini, selain turut mengelola, beberapa warga juga jadi mitra polisi hutan melakukan patroli di kawasan TWA secara berkala. Bahkan, hutan ini juga jadi lokasi pelepasliaran kembali satwa yang dicuri. Keren, ya.

Waktu kunjungan terbaik menurut Wahyu adalah bulan Juni hingga Agustus. Sekarang mulai banyak wisatawan domestik yang datang, karena tren wild life tengah marak, sehingga dalam setahun, Wahyu dan tim bisa memandu sampai 50 trip. Berkat pengembangan wisata minat khusus ini, masyarakat tak hanya lebih cinta lingkungan, tapi juga meningkat ekonominya berkat lapangan kerja baru di lingkungan TWA.

“Burung lebih berharga saat berada di alam bebas, daripada saat berada dalam sangkar,” tegas Wahyu. Setuju banget!

Sunset-an dan Kulineran di Desa Wisata Senggigi

Puas mengagumi satwa dan TWA Kerandangan, Sobat Pesona jangan lewatkan kesempatan mantai menikmati senja. Kali ini cobain deh, main ke Pantai Kerandangan yang relatif lebih sepi dibandingkan Pantai Senggigi. Biar lebih berasa ala warga lokal, cicipi kuliner setempat dari warung di pantai, misalnya ikan bakar atau sate bulayak. Bulayak adalah semacam lontong mungil dibungkus daun kelapa, yang biasanya jadi teman menyantap sate ayam atau daging sapi khas Lombok.


Jika dalam perjalanan pulang Sobat Pesona masih lapar, kalian bisa memilih warung dan restoran yang berjajar sepanjang Jalan Senggigi. Di antaranya, Yessy Café yang dikelola oleh Nanda, anak muda yang sembari kuliah Hubungan Internasional juga terjun langsung melayani tamu di restoran ayahnya. Keramahan Nanda ngobrol bareng tamu termasuk para wisatawan manca negara, bener-bener bikin acara makan malam makin asyik dan bikin betah. Dengar-dengar, di restoran ini juga ada staf Nanda yang sudah bekerja puluhan tahun dan menguasai belasan bahasa, lho. Keren banget!

Jadi, kapan nih, mau main ke Desa Wisata Senggigi? Jalan-jalan #DiIndonesiaAja, semoga perjalanan Sobat Pesona selalu seru, ya!

***

INSIGHT

Ide Perjalanan

Jalan-jalan Eksplorasi Indonesia Bisa Lho Sambil Bantu Lestarikan Lingkungan!

Jalan-jalan Eksplorasi Indonesia Bisa Lho Sambil Bantu Lestarikan Lingkungan!

Tak kalah indah dari Cappadocia, ini 4 wisata balon udara #DiIndonesiaAja

Tak kalah indah dari Cappadocia, ini 4 wisata balon udara #DiIndonesiaAja

#DiIndonesiaAja-Sepenggal Kisah di Selatan Kota Bandung Situ Patenggang, Ciwidey, Bandung Selatan

#DiIndonesiaAja-Sepenggal Kisah di Selatan Kota Bandung Situ Patenggang, Ciwidey, Bandung Selatan