MaiA ai-icon

Informasi

Tips Berkunjung ke Desa Penglipuran Bali Agar Liburan Makin Nyaman

Desa Penglipuran merupakan salah satu destinasi wisata budaya paling populer di Bali. Berlokasi di Kabupaten Bangli, desa adat ini dikenal karena kebersihan lingkungan, tata ruang yang teratur, serta masyarakatnya yang masih mempertahankan tradisi dan budaya Bali hingga saat ini.

Tidak hanya menjadi tujuan wisata domestik, Desa Penglipuran juga menarik perhatian wisatawan mancanegara karena menawarkan pengalaman mengenal kehidupan masyarakat adat yang berjalan selaras dengan alam dan budaya. Agar kunjungan berjalan lebih nyaman, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum datang ke desa ini.

Mengenal Desa Penglipuran Bali

Desa Penglipuran merupakan desa adat di Kabupaten Bangli, Bali, yang masih mempertahankan tata ruang tradisional berdasarkan nilai dan aturan adat yang diwariskan secara turun-temurun. Desa ini dikenal sebagai kawasan wisata budaya karena struktur permukiman, arsitektur, dan lingkungan desanya tetap terjaga sesuai dengan konsep tradisional masyarakat Bali.

Tata ruang Desa Penglipuran menerapkan konsep Tri Mandala yang membagi kawasan desa menjadi tiga zona. Utama Mandala berada di bagian utara sebagai kawasan suci yang digunakan untuk pura dan kegiatan keagamaan. Madya Mandala merupakan kawasan permukiman yang tersusun secara linier di sepanjang jalan utama desa. Sementara itu, Nista Mandala berada di bagian selatan dan difungsikan sebagai area pemakaman.

Di kawasan permukiman, rumah-rumah warga memiliki pola tata ruang dan arsitektur yang seragam. Setiap rumah dilengkapi gerbang tradisional Bali yang dikenal sebagai angkul-angkul, sehingga menciptakan tampilan lingkungan yang tertata. Konsep Tri Mandala juga diterapkan pada tata ruang setiap pekarangan rumah, yang terdiri atas area depan sebagai pintu masuk dan halaman, area tengah sebagai ruang utama keluarga, serta area belakang yang dimanfaatkan untuk fasilitas penunjang seperti toilet, tempat jemuran, atau kandang ternak.

Selain kawasan permukiman, Desa Penglipuran juga memiliki hutan bambu yang berada di sekitar desa. Kawasan ini berfungsi sebagai penyangga lingkungan sekaligus memiliki nilai penting dalam kehidupan masyarakat adat, termasuk sebagai bagian dari pelaksanaan tradisi dan kegiatan adat setempat.

Waktu Terbaik untuk Berkunjung ke Desa Penglipuran

Memilih waktu kunjungan yang tepat dapat membuat aktivitas wisata menjadi lebih nyaman.

Musim kemarau, yaitu sekitar bulan Mei hingga September, merupakan periode yang paling direkomendasikan karena cuaca cenderung cerah dan curah hujan lebih rendah. Kondisi ini memudahkan pengunjung untuk berjalan kaki mengelilingi desa dan menikmati suasana sekitar.

Untuk waktu kunjungan dalam sehari, pagi hari sebelum pukul 10.00 WITA atau sore hari setelah pukul 15.00 WITA menjadi pilihan yang ideal. Suhu udara lebih sejuk dibandingkan tengah hari, sementara pencahayaan alami juga lebih baik untuk fotografi.

Apabila berkunjung pada waktu tertentu, wisatawan juga berkesempatan menyaksikan kegiatan adat atau upacara keagamaan yang masih rutin dilaksanakan oleh masyarakat setempat.

Persiapkan Hal Ini Sebelum Berkunjung

1. Kenakan Pakaian yang Sopan dan Nyaman

Sebagai desa adat yang masih aktif menjalankan tradisi, pengunjung disarankan mengenakan pakaian yang sopan. Selain menghormati budaya lokal, pakaian yang nyaman juga akan memudahkan saat berjalan kaki mengelilingi kawasan desa.

2. Siapkan Uang Tunai Secukupnya

Ada beberapa pelaku usaha yang telah menyediakan metode pembayaran digital. Namun, Anda sebaiknya tetap membawa uang tunai untuk membeli makanan, minuman, kerajinan tangan, maupun keperluan lainnya.

3. Gunakan Alas Kaki yang Nyaman

Area wisata didominasi jalan setapak dan jalur berbatu. Oleh karena itu, gunakan sepatu atau sandal yang nyaman agar aktivitas berjalan kaki menjadi lebih aman.

4. Bawa Perlengkapan Sesuai Cuaca

Topi, payung, tabir surya, dan botol minum dapat membantu menjaga kenyamanan selama beraktivitas, terutama ketika cuaca sedang cerah.

Tips Saat Menjelajahi Desa Penglipuran

1. Hormati Adat dan Budaya Setempat

Masyarakat Desa Penglipuran masih menjalankan berbagai aturan adat dalam kehidupan sehari-hari.

Pengunjung sebaiknya menghormati norma yang berlaku dan mengikuti arahan apabila terdapat area yang tidak dapat dimasuki.

2. Jaga Kebersihan Lingkungan

Desa Penglipuran dikenal sebagai salah satu desa terbersih di dunia. 

Kebersihan tersebut terwujud karena kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan melalui pengelolaan sampah dan kegiatan gotong royong.

Sebagai pengunjung, pastikan untuk tidak membuang sampah sembarangan serta memanfaatkan tempat sampah yang telah tersedia.

3. Minta Izin Sebelum Memotret Warga

Mengabadikan suasana desa merupakan hal yang umum dilakukan wisatawan. Namun, apabila ingin memotret warga atau bagian rumah yang bersifat pribadi, sebaiknya meminta izin terlebih dahulu sebagai bentuk penghormatan.

4. Ikuti Jalur Wisata yang Tersedia

Desa Penglipuran telah menyediakan jalur khusus bagi wisatawan untuk memudahkan mobilitas sekaligus menjaga kenyamanan warga yang tinggal di sana.

Hindari memasuki area yang diberi pembatas atau larangan.

Aktivitas yang Wajib Dicoba di Desa Penglipuran

1. Berjalan Kaki Menyusuri Jalan Utama Desa

Aktivitas utama yang dapat dilakukan adalah berjalan kaki menikmati suasana desa. Jalan utama yang terbuat dari batu padas membentang di antara deretan rumah tradisional dengan tata ruang yang tertata rapi.

2. Mengunjungi Rumah Adat Bali

Beberapa rumah adat dibuka untuk umum sehingga wisatawan dapat melihat langsung arsitektur tradisional serta mengenal kehidupan masyarakat Desa Penglipuran.

3. Berfoto di Berbagai Sudut Desa

Deretan angkul-angkul yang seragam, jalan utama desa, serta kawasan hutan bambu menjadi lokasi favorit untuk berfoto. Pagi dan sore hari merupakan waktu yang tepat karena pencahayaan lebih nyaman.

4. Mencicipi kuliner dan membeli kerajinan lokal

Beberapa warga menjual makanan tradisional, minuman khas, serta kerajinan tangan yang dapat dijadikan oleh-oleh setelah berkunjung.

Informasi Penting Sebelum Berangkat

1. Lokasi dan cara menuju Desa Penglipuran

Desa Penglipuran berada di Kabupaten Bangli, sekitar 45 kilometer dari Kota Denpasar dengan waktu tempuh sekitar 1,5–2 jam menggunakan kendaraan bermotor.

Wisatawan dapat memilih beberapa alternatif transportasi, seperti:

  • Kendaraan pribadi
  • Taksi online atau taksi konvensional
  • Sewa mobil beserta sopir
  • Paket tur yang menggabungkan kunjungan ke Penglipuran dengan destinasi lain seperti Kintamani, Danau Batur, atau Pura Kehen

Setelah tiba, seluruh kendaraan diparkir di area parkir yang telah disediakan di luar kawasan inti desa. Selanjutnya, pengunjung melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

2. Jam operasional

  • Buka setiap hari.
  • Disarankan mengecek informasi operasional terbaru sebelum berkunjung, terutama saat hari besar keagamaan atau kegiatan adat.

3. Harga tiket masuk

  • Wisatawan domestik: sekitar Rp15.000–Rp25.000 per orang.
  • Wisatawan mancanegara: sekitar Rp30.000 untuk anak-anak dan Rp50.000 untuk orang dewasa

4. Fasilitas yang tersedia

Pengunjung dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang telah tersedia, antara lain:

  • Area parkir kendaraan
  • Toilet umum
  • Pusat informasi
  • Pemandu lokal
  • Area kuliner
  • Toko suvenir
  • Spot foto
  • Rumah adat yang dibuka untuk edukasi budaya

Hal yang Perlu Dihindari Saat Berkunjung

Beberapa hal berikut sebaiknya dihindari agar kunjungan tetap menghormati masyarakat setempat:

  • Membuang sampah sembarangan.
  • Memasuki area yang tidak diperbolehkan.
  • Mengganggu aktivitas sehari-hari warga.
  • Membuat kebisingan yang dapat mengganggu ketenangan lingkungan.
  • Merusak tanaman, fasilitas umum, maupun bangunan adat.

Menjaga sikap selama berada di kawasan desa merupakan bentuk penghormatan terhadap budaya sekaligus membantu mempertahankan kelestarian Desa Penglipuran.

Dengan mempersiapkan waktu kunjungan, mengenakan pakaian yang sesuai, menjaga kebersihan, serta menghormati adat yang berlaku, wisatawan dapat menikmati suasana Desa Penglipuran dengan lebih nyaman sekaligus ikut mendukung pelestarian budaya dan lingkungan setempat.

Baca Juga: 10 Destinasi Wisata Budaya Bali yang Sayang Dilewatkan

Setelah mengetahui berbagai tips berkunjung ke Desa Penglipuran Bali, Anda dapat memanfaatkan fitur Rencanakan Perjalanan Anda di Indonesia Travel untuk merencanakan perjalanan dengan menyusun itinerary sesuai destinasi dan durasi liburan yang diinginkan.

Jika membutuhkan rekomendasi tempat wisata, aktivitas, hingga informasi perjalanan, Anda juga dapat menggunakan fitur MaiA, asisten perjalanan dari Indonesia Travel, yang siap membantu menemukan inspirasi perjalanan sesuai kebutuhan Anda.



Sumber/Referensi: 

INSIGHT

Ide Perjalanan

Jalan-jalan Eksplorasi Indonesia Bisa Lho Sambil Bantu Lestarikan Lingkungan!

Jalan-jalan Eksplorasi Indonesia Bisa Lho Sambil Bantu Lestarikan Lingkungan!

Keseruan Menikmati Wisata Balon Udara di Indonesia

Keseruan Menikmati Wisata Balon Udara di Indonesia

#DiIndonesiaAja-Sepenggal Kisah di Selatan Kota Bandung Situ Patenggang, Ciwidey, Bandung Selatan

#DiIndonesiaAja-Sepenggal Kisah di Selatan Kota Bandung Situ Patenggang, Ciwidey, Bandung Selatan