Wakatobi, permata tersembunyi di Sulawesi Tenggara, terkenal di dunia sebagai surga wisata bahari dengan kekayaan hayati bawah laut yang luar biasa. Namanya sendiri berasal dari empat pulau utama: Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko.
Yuk, intip 10 aktivitas seru di Wakatobi yang bikin petualanganmu penuh warna, mulai dari tempat eksotis hingga pengalaman menantang yang tak terlupakan!
1. Taman Nasional Wakatobi
Taman Nasional Wakatobi adalah surga bawah laut yang wajib dikunjungi, terkenal dengan ribuan spesies karang dan ikan tropis yang indah. Area ini masuk dalam Cagar Biosfer Dunia UNESCO, jadi selain keindahan alam, ada juga nilai konservasi yang begitu dijaga.
Untuk menjelajah ke sini, Anda bisa menyewa boat dari Wangi-Wangi dan membayar tiket masuk ke Taman Nasional Wakatobi sebesar Rp5.000-Rp7500 per orang atau Rp150.000-Rp225.000 untuk wisatawan mancanegara.
Tapi, jika Anda ingin praktis dan langsung merasakan diving atau snorkeling di spot terkenal seperti Pantai Sombu dan Pulau Hoga, mengikuti perjalanan tur perjalanan lokal bisa jadi pilihan yang tepat.
2. Pulau Kapota
Pulau Kapota adalah tempat sempurna untuk menyapa kawanan lumba-lumba di pagi hari. Dari dermaga Wangi-Wangi, hanya butuh sekitar 15 menit menggunakan boat dari Wangi-wangi untuk sampai di lokasi.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat matahari baru terbit, antara pukul 06.000-7.30 pagi, karena selain lumba-lumba sering muncul, cahaya pagi membuat laut berkilau sempurna untuk foto.
Harga sewa untuk menaiki boat dan berkeliling di pulau ini adalah sekitar Rp300.000. Anda disarankan untuk bernegosiasi langsung dengan pemilik kapal agar mendapatkan harga terbaik.
3. Puncak Khayangan
Bagi penggemar panorama yang estetik, Puncak Khayangan di Pulau Tomia menjadi salah satu wisata di Wakatobi yang tepat. Puncak ini menyuguhkan pemandangan sabana hijau berpadu dengan laut biru yang memukau.
Untuk menuju ke sini Anda bisa menaiki speedboat terlebih dahulu sampai ke Pulau Tomia, lalu melanjutkan trekking di jalur yang mudah untuk dilalui selama kurang lebih 30 menit.
Puncak ini bisa dijelajahi bebas tanpa biaya tiket masuk, jadi Anda bisa puas menikmati panorama, hunting foto, atau sekadar duduk santai menikmati angin sepoi-sepoi.
4. Bajo Mola
Bersama Suku Bajo di kampung Bajo Mola, Anda bisa merasakan langsung budaya pengembara laut yang unik. Rumah panggung di atas air menjadi tempat tinggal sekaligus simbol kearifan lokal.
Anda bisa mengunjungi Kampung Bajo Mola dengan berjalan kaki atau boat kecil. Di sini Anda akan merasakan langsung kegiatan yang tidakhanya seru tetapi juga edukatif, mengenalkan cara hidup harmonis Suku Bajo dengan laut, dan sering kali wisatawan diminta memberikan sumbangan kecil untuk mendukung komunitas lokal.
Baca Juga: Museum Sulawesi Tenggara: Sejarah & Budaya Kendari
5. Danau Sombano
Danau Sombano di Kaledupa adalah danau air payau dengan pemandangan yang memukau, terkenal sebagai habitat udang merah darah. Naik kano santai sambil menikmati keindahan flora dan fauna di sekitarnya menjadi aktivitas favorit wisatawan.
Aksesnya mudah dari pusat Kaledupa, dan perahu/kanu biasanya disewa dari permukiman sekitar. Anda harus merasakan langsung menaiki kano di pagi atau sore hari untuk merasakan pengalaman yang tak akan terlupakan di sini.
6. Desa Liya Togo, Wangi-Wangi
Desa Liya Togo bukan sekadar desa biasa. Di sini Anda bisa menemukan rumah adat Banua Tada dan merasakan kehidupan budaya Kesultanan Buton. Tur budaya atau guide lokal memudahkan eksplorasi desa, mulai dari bangunan tradisional hingga Baruga sebagai tempat musyawarah.
Berlibur di sini cocok untuk yang ingin merasakan nuansa lokal, belajar sejarah, sekaligus melihat keunikan arsitektur tradisional
7. Pantai Cemara
Pantai Cemara di Wangi-Wangi terkenal dengan sunset yang indah dan pasir lembut yang menenangkan. Lokasinya mudah diakses dari jalan utama, jadi Anda bisa datang kapan saja untuk duduk santai, berjalan di tepi pantai, atau sekadar foto-foto cantik.
Tiket masuk untuk Pantai Cemara seharga Rp10.000. Cukup terjangkau untuk Anda bisa bebas menikmati sore hingga malam hari sambil menikmati suasana tenang Laut Banda.
Baca Juga: Likupang dan Pesona Keindahan Pantainya yang Eksotis
8. Pulau Hoga, Kaledupa
Pulau Hoga menawarkan pantai pasir putih dan laut tenang yang cocok untuk snorkeling santai atau staycation di homestay lokal. Dari dermaga utama, boat akan membawa pengunjung ke pulau ini dalam waktu singkat.
Selain berenang dan snorkeling, pengunjung bisa menikmati suasana santai, menginap di homestay bergaya lokal, atau menjelajahi pantai sambil bersantai. Biaya tergantung paket boat dan penginapan, tapi pengalaman yang didapat sangat sepadan.
9. Gua Kontamale, Wangi-Wangi
Gua Kontamale menghadirkan air jernih dan stalaktit estetik yang memukau. Terletak hanya 10-15 menit berkendara dari Wangi-Wangi pusat, gua ini cocok untuk petualangan singkat sekaligus hunting foto.
Airnya yang biru dan formasi batu yang unik membuat pengalaman mengunjungi gua ini berbeda dari gua biasa. Anda bisa datang pagi hingga sore dengan beberapa guide lokal siap menemani tur untuk pengalaman lebih aman dan seru.
10. Wisata Kuliner Wakatobi
Liburan belum lengkap tanpa mencicipi kuliner khas Wakatobi. Salah satunya adalah kasuami, tumpeng singkong yang disantap dengan ikan bakar dan sambal colo-colo khas lokal. Anda bisa menemukan makanan ini di warung atau rumah makan di Wangi-Wangi dan sekitar pasar tradisional.
Selain kasuami, ikan bakar segar dengan sambal lokal jadi favorit banyak orang. Warung biasanya buka di siang hingga malam hari dengan harga makanan yang ramah di kantong.
Baca Juga: 7 Hal Tentang Wakatobi yang Wajib Kamu Tahu
Segera rencanakan perjalanan ke Wakatobi dengan AI Plan Your Trip untuk menyusun itinerary yang sesuai minat dan durasi perjalanan Anda. Didukung rekomendasi dari MaiA, temukan waktu terbaik berkunjung, aktivitas unggulan, serta destinasi menarik di setiap pulau. Wujudkan liburan bahari impian di surga bawah laut Indonesia, mulai sekarang.