Tradisi pukul sapu di Mamala, Maluku Tengah, adalah aktraksi budaya tahunan ekstrem yang melibatkan pemuda saling memukul punggung menggunakan sapu lidih dari pohon napara (aren). Di laksanakan setiap 7 syawal (tujuh hari setelah Idul Fitri), tradisi ini melambangkan perjuangan kapitan Telukabesi dan penyembuhannya menggunakan minyak mamala, memperkuat kekeluargaan.