production
go-explore

Yuk, Rayakan Hari Pariwisata Dunia dengan Mendukung Gerakan Indonesia Bersih, Indah, Sehat, dan Aman!

 

Hai Sobat Pesona, pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini tentu saja memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap berbagai sektor, tak terkecuali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Nah, agar kegiatan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat kembali produktif namun tetap aman dari COVID-19, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia meluncurkan sebuah gerakan Indonesia bersih bertajuk BISA (Bersih, Indah, Sehat, Aman). Lantas, apa itu program BISA dan bagaimana pelaksanaannya? Berikut penjelasannya!
 

Apa Itu Program BISA?

Program Bersih, Indah, Sehat, dan Aman atau yang disingkat BISA merupakan gerakan perlindungan sosial bagi para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdiri dari kegiatan bersih-bersih, penataan, pengecatan ulang, dan penyemprotan disinfektan, serta penyediaan fasilitas kebersihan dan kesehatan di seluruh destinasi wisata #DiIndonesiaAja.

Tujuan dari Program BISA


Sebagai upaya adaptasi kebiasaan baru di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, program ini bertujuan untuk mendorong para pelaku usaha pariwisata dan industri kreatif untuk meningkatkan kesiapan, mengantisipasi perubahan, dan melakukan adaptasi agar dapat menarik kembali kepercayaan dari wisatawan dengan menekankan pada empat aspek esensial di sektor parekraf. Empat aspek tersebut terdiri dari kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan.

Pelaksanaan Program BISA di Beberapa Destinasi Wisata di Indonesia

Nah, program BISA yang digagas oleh Kemenparekraf/Baparekraf ini telah dilaksanakan di beberapa destinasi lho, di antaranya adalah sebagai berikut:

1 | Yogyakarta

Salah satu destinasi yang berhasil menjalankan program BISA adalah Yogyakarta. Kemenparekraf, bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi D.I Yogyakarta dan 4 Kabupaten, yakni Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Gunung Kidul, dan Kabupaten Bantul, melaksanakan program BISA di 13 titik destinasi.


Sebanyak 600 pelaku pariwisata dan industri kreatif ikut terlibat dalam program ini. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi pengecatan, penanaman tanaman hias, penyediaan tempat sampah, serta alat-alat kebersihan. Selain itu, Kemenparekraf/Baparekraf juga mendedikasikan 50 wastafel gerabah permanen yang dilengkapi dengan signage petunjuk cuci tangan sesuai anjuran WHO, thermogun, dan faceshield di setiap titik masuk pengunjung.

 

2 | Kepulauan Riau


Untuk membangkitkan optimisme sektor pariwisata di masa adaptasi kebiasaan baru, program BISA juga dilaksanakan di sejumlah destinasi di Kepulauan Riau, seperti di Pantai Nongsa yang ada Batam, Pantai Trikora KM 52 dan Padang Pasir Busung yang ada di Bintan, serta Pantai Pelawan yang terdapat di Kabupaten Karimun. Program BISA di Kepulauan Riau meliputi kegiatan bersih-bersih destinasi dan fasilitas wisata, penyediaan peralatan kebersihan dan sarana kesehatan, serta penyerahan kompensasi dari pihak Kemenparefkaf/Barekraf terhadap para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di Kepulauan Riau.
 

3 | Jawa Tengah

Provinsi Jawa Tengah, melalui 1 kota dan 3 kabupatennya, yakni Kota dan Kabupaten Tegal, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Pekalongan yang juga turut andil dalam menciptakan destinasi wisata yang bersih, indah, sehat, dan aman dengan melaksanakan kegiatan bersih-bersih dan penataan ulang di beberapa titik destinasi wisata.


Kota/Kabupaten Tegal misalnya, wilayah ini melaksanakan gerakan Indonesia bersih secara estafet di Pantai Pulo Kodok, Pantai Pur In, dan Guci dengan melibatkan kurang lebih 300 peserta, dan dihadiri oleh jajaran Pemda Kota/Kabupaten Tegal, Dispar Provinsi Jawa Tengah, dan Wakil Ketua X DPR RI. Sedangkan, untuk di Kabupaten Pekalongan, program BISA di Pekalongan menyasar wilayah Pantai Depok Siwalan dengan melibatkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan bersih-bersih di kawasan pantai.

Sementara itu, program BISA di Kabupaten Sragen diselenggarakan di Museum Sangiran pada 3-4 Agustus 2020 lalu. Sekitar 100 pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang dibekali oleh peralatan penunjang kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan, melakukan revitalisasi sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan daya saing pariwisata, khususnya pada indikator Health and Hygiene, serta Safety and Security di lingkungan Museum Sangiran, Kabupaten Sragen.


 

4 | Jawa Barat


Tak ketinggalan, sebagai destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan, Kota Bandung juga turut berpartisipasi dalam program BISA yang diinisiasi oleh Kemenparekraf/Baparekraf. Untuk menciptakan destinasi yang bersih, indah, sehat, dan aman, pemerintah daerah Kota Bandung mengerahkan sekitar 100 pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah Bandung untuk melakukan kegiatan bersih-bersih di destinasi wisata Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda Bandung, Jawa Barat.
 

5 | Nusa Tenggara Barat


Program BISA di Nusa Tenggara Barat berlangsung pada tanggal 24 hingga 27 Juli 2020. Program ini melibatkan peran aktif masyarakat dan para pemangku kebijakan dalam kegiatan bersih-bersih di beberapa destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan, di antaranya di Desa Wisata Tete Batu, Desa Bonjeruk, dan di Kota Tua Ampenan, Mataram. Selain kegiatan bersih, bersih, dalam kesempatan ini Kemenparekraf/Baparekraf juga mendedikasikan sejumlah alat penunjang kebersihan dan kesehatan di lokasi kegiatan, termasuk kendi wastafel atau yang biasa disebut bong oleh masyarakat setempat. 
 

Nah Sobat Pesona, sudah menjadi kewajiban kita ya sebagai masyarakat Indonesia untuk terus mendukung pariwisata dalam negeri agar tetap maju dan semakin dikenal dunia, salah satunya melalui Program BISA. Pas banget nih momennya dengan Hari Pariwisata Dunia (World Tourism Day) pada tanggal 27 September mendatang. Yuk, rayakan Hari Pariwisata Dunia ini dengan memberikan dampak yang positif terhadap kemajuan pariwisata dalam negeri dan pariwisata berkelanjutan dengan mendukung Program BISA di berbagai destinasi wisata #DiIndonesiaAja!

 

Sumber Foto: Kemenparekraf