production
go-explore

Unik dan Menarik! Ini Dia 5 Fakta Seputar Cap Go Meh!

Sobat Pesona pasti udah enggak asing lagi dong, sama perayaan Cap Go Meh? Jika diartikan, Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkien yang bermakna malam ke-15. Nah, karena itu momen Cap Go Meh selalu jatuh pada hari ke-15 setelah hari raya Imlek dan menjadi rangkaian penutup dari acara tahun baru China. Jadi wajar, kalau acaranya pun diselenggarakan secara meriah. Bagi masyarakat Tionghoa sendiri, hal ini dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur agar segala urusan dan keinginan di masa mendatang dapat berjalan lancar.

Penasaran apa aja fakta menarik tentang pesta rakyat Tionghoa yang satu ini? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

 

1. Sejarah awal mula Cap Go Meh

sejarah

Sejarah Cap Go Meh diketahui berawal dari sebuah ritual penghormatan kepada Dewa Thai Yi pada masa pemerintahan Dinasti Han pada abad ke-17. Momen sakral ini dilaksanakan secara tertutup di kalangan istana dan para raja. Hingga akhirnya ketika masa pemerintahan Dinasti Han berakhir, perayaan Cap Go Meh mulai dikenal masyarakat umum dan dirayakan secara lebih luas oleh berbagai kalangan. 

 

2. Meriahnya gemerlap festival lampion

lampion

Selain sama-sama identik dengan warna merah yang selalu tampak mentereng sejak momen Imlek tiba, rangkaian perayaan Cap Go Meh juga tak pernah absen menghadirkan festival lampion. Lampion ini kerap kali hadir dalam perayaan masyarakat Tiongkok karena memiliki arti sebagai simbol keberuntungan, serta didominasi warna merah yang bermakna lambang kemakmuran, kebahagiaan, dan kesejahteraan. Masyarakat Tionghoa meyakini bahwa pegelaran festival lampion yang meriah akan memberi jalan dan menerangi rezeki bagi kehidupan mereka.

 

3. Kuliner khas yang wajib dihidangkan 

lontong

Eits, selain identik dengan pernak-pernik merah dan lampion, Cap Go Meh juga biasanya dilengkapi makanan yang wajib dihidangkan di meja makan. Salah satunya adalah mi panjang umur yang menjadi doa dan harapan untuk diberi kesehatan serta umur yang panjang. Uniknya lagi, panjang mi ini bisa mencapai 2 meter, lho!

Selain mi panjang umur, ada juga lontong Cap Go Meh yang merupakan makanan peranakan-Jawa. Hidangan ini juga diketahui sebagai pengganti yuanxiao yang terbuat dari tepung beras. Karena pada zaman dahulu yuanxiao sulit ditemukan dan akhirnya para perantau dari China yang banyak menikah dengan orang Indonesia, menjadikan hidangan lontong ini dengan anggapan memiliki makna yang mirip. Seporsi lontong Cap Go Meh umumnya terdiri dari isian lontong, ayam opor, sambal kentang, dan telur rebus.

 

4. Tradisi tarian barongsai

barongsai

Bukan cuma festival lampion dan kuliner khasnya aja, momen Cap Go Meh juga kurang lengkap rasanya tanpa kehadiran barongsai. Tradisi yang sudah sangat melekat dalam acara kaum Tionghoa ini biasanya dilakukan di sepanjang jalan besar dengan harapan bisa mengusir hal negatif serta membawa kesuksesan atau keberuntungan. Arak-arakan barongsai juga digelar dengan iringan musik khas Imlek yang ikonik banget.

 

5. Perayaan unik Cap Go Meh di Indonesia

naga

Beda di negara asalnya, China, beda juga di Indonesia. Rata-rata keturunan Tionghoa di tanah air memiliki tradisi yang lahir dari akulturasi budaya nusantara. Misalnya seperti perayaan Cap Go Meh di Palembang, Sumatera Selatan, yang fokus di Klenteng Hok Tjing Rio, Pulau Kemaro. Lalu ada juga kirab budaya di Salatiga, Jawa Tengah, yang meriah dengan arak-arakan berisi patung dewa, lengkap dengan pertunjukan budaya lokal. Wah, definisi kekayaan budaya yang tak terhingga, ya!

 

Gimana, Sobat Pesona? Ternyata salah satu tradisi adat kebangaan masyarakat Tionghoa ini punya banyak makna dan akrab banget ya sama kehidupan warga multietnis #DiIndonesiaAja. Menarik juga nih, buat jadi momentum yang patut dinanti karena banyak banget hal menarik yang bisa dicoba.

Tapi, ingat selalu ya Sobat Pesona. Patuhi protokol kesehatan 6M di mana pun kita berada dan segera lakukan vaksinasi Covid-19 demi melindungi diri sendiri serta orang-orang yang kita cintai.

Buat cari tahu ragam info terbaru seputar pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia, Sobat Pesona bisa follow sosial media Pesona Indonesia di Instagram, Facebook, Twitter, YouTube, dan TikTok, ya!