production
go-explore

Tari Kabasaran, Gambaran Kegagahan Prajurit Minahasa Masa Lalu

Penarinya mengenakan pakaian berwarna serba merah, tatapan matanya tajam, dan mimiknya sangar. Di tangannya, para penari menghunus pedang atau menggenggam tombak sambil melakukan gerakan-gerakan layaknya dua ayam jantan yang sedang bertarung. Dari mulut para penari acap terdengar suara keras yang mengejutkan. Tari apakah itu? Bisa nebak enggak, Sobat Pesona?

Nama tari ini adalah Tari Kabasaran, berasal dari wilayah Minahasa. Tarian ini memang unik, sebab selain penarinya memakai kostum yang meriah dan berwarna serba merah, juga membawa senjata seperti mau perang. Nah, rupanya Tari Kabasaran ini merupakan tarian keprajuritan atau tarian perang dari Minahasa yang sering dilakukan oleh para prajurit Minahasa sebelum atau sepulang dari medan perang.

Menurut adat, Tari Kabasaran sangat disakralkan oleh masyarakat Minahasa. Bahkan tidak sembarang orang dapat menarikannya, hanya keturunan dari para penari sebelumnya yang dapat menampilkannya. Hal ini karena orang yang bertugas sebagai penari Kabasaran akan memegang satu senjata tertentu yang hanya dimiliki oleh penari Kabasaran dan diturunkan ke generasi selanjutnya.

Konon, tarian ini tak bisa dipisahkan dari latar belakang leluhur Minahasa, di mana terdapat banyak ancaman keamanan. Oleh karena itu, leluhur orang Minahasa berusaha memperkuat diri dengan merekrut orang-orang kuat dan berbadan besar yang dilatih berperang dengan menggunakan pedang (santi) dan tombak (wengko).

Istilah kabasaran sendiri merupakan perubahan dari kawasaran. Kawasaran berasal dari kata wasar yang artinya ayam jantan aduan yang sengaja dipotong jenggernya agar lebih galak saat diadu. Maka tak heran, jika para penari Kabasaran bergerak layaknya dua ekor ayam yang sedang bertarung. 

tari kabasaran

Umumnya para penari yang adalah pria ini menampilkan gerakan saling berhadap-hadapan dengan pasangan yang dipilih sendiri oleh penari. Lalu berpura-pura saling memotong dengan pedang dan menusuk dengan tombak dalam iringan langkah irama 4/4 sesuai bunyi tambor. Karena merupakan tari perang, maklum saja apabila setiap gerakan dilakukan dengan ekspresi wajah yang ganas dan mata melotot. Para penari tidak menyanyi tapi harus dapat mengejutkan penonton. Maka sembari bergerak, sesekali muncul teriakan dari para penari.

Tarian ini diiringi oleh suara tambur. Berupa alat musik pukul seperti gong, tambur atau kolintang disebut “Pa ‘ Wasalen” dan para penarinya disebut Kawasaran. Para Kawasaran mengenakan perhiasan kalung, gelang, topi, senjata tajam, dan busana yang disebut pakeyan nuak. Selain kemeja dan celana merah, juga kain tenun Minahasa yang disebut kokerah, pasolongan, tinonton, dan patola. Yang bikin tambah sangar, para penari juga memakai topi berhias paruh burung uwak (Buceros exaratus). Bagimana Sobat Pesona, tertarik untuk menonton tarian ini saat sudah bisa berkunjung ke Minahasa nanti?