production
go-explore

Kopi Wae Rebo, Nikmatnya Bikin Susah Move On

Berbicara tentang kopi, Indonesia boleh berbangga hati karena tercatat sebagai salah satu negara penghasil biji kopi terbesar di dunia. Baik kopi jenis arabika ataupun robusta dari berbagai daerah di Indonesia pasti memiliki rasa dan aroma tersendiri. Sebut saja kopi arabika Aceh gayo, rasa asam yang pas, tekstur ringan, dan aroma harum membuat kopi ini dicari oleh penggemar kopi baik dari dalam maupun luar negeri.

Selain kopi Aceh gayo, masih banyak kopi dari berbagai daerah yang juga memiliki cita rasa khas, salah satunya kopi asal Nusa Tenggara Timur (NTT), yaitu kopi Wae Rebo. Selain cita rasa khasnya, sensasi minum kopi di sebuah desa yang dijuluki “desa di atas awan” ini akan menjadi pengalaman yang membekas di benak Sobat Pesona.

 

Diproses Secara Tradisional

Penasaran dengan proses pembuatan kopi Wae Rebo secara tradisional? Berkunjung ke Desa Wae Rebo adalah pilihan tepat karena di sini Sobat Pesona bisa melihat langsung proses pembuatan kopi mulai dari pemetikan biji kopi yang sudah matang lalu diolah menjadi kopi yang siap diseduh. Semua proses tersebut dilakukan secara tradisional, tidak menggunakan mesin, pupuk, dan pestisida tanaman. 

pembuatan

Proses pengolahan diawali dengan biji kopi yang telah matang, dipetik lalu dicuci, dan dijemur selama 2 sampai 3 hari di bawah sinar matahari. Setelah biji kopi mengering lalu dikupas kulitnya, disangrai, dan terakhir ditumbuk sampai menjadi bubuk kopi yang bercita rasa buah-buahan dan asam. Rasa kopi tergantung dari jenis buah yang ditanam di sebelahnya. Proses yang dilakukan secara manual inilah yang membuat kopi Wae Rebo terasa istimewa.

 

Penghormatan Terhadap Wisatawan 

sandiaga

Desa Wisata Wae Rebo terletak di Pegunungan Pocoroko dengan ketinggian 1.200 mdpl dan jarak tempuh 3,18 kilometer dari pos 1 titik awal pendakian. Untuk menuju Wae Rebo Sobat Pesona harus melakukan trekking selama 2 jam. Ada 3 pos pendakian yang harus dilewati, sepanjang perjalanan kamu akan disuguhi pemandangan indah yang dikelilingi oleh pegunungan.

Setelah sampai di Wae Rebo, dijamin kamu akan terpesona melihat pemandangan yang eksotis lengkap dengan 7 rumah berbentuk kerucut yang disebut Mbaru Niang. Rumah-rumah ini selamanya berjumlah 7, telah dihuni secara turun-temurun lebih dari seabad. Selain pemandangannya yang eksotis, Sobat Pesona juga akan terkesan dengan keramahan warga lokal.

Para wisatawan yang berkunjung ke Wae Rebo akan disajikan kopi Wae Rebo sebagai bentuk penghormatan dan menambah suasana keakraban. Rasa lelah karena perjalanan yang panjang akan terbayarkan dengan secangkir kopi Wae Rebo dan hangatnya suasana saat bercengkrama bersama warga.

 

Kopi Sebagai Komoditas Utama

kopi

Sebelum memasuki Desa Wae Rebo, Sobat Pesona akan menemui perkebunan kopi robusta seluas 700 meter persegi. Kopi jenis robusta pertama kalinya ditanam pada tahun 1960-an. Lahan perkebunan yang luas dan adanya kerja sama para penggiat kopi menjadikan kopi sebagai komoditas utama di Desa Wae Rebo.

Selain adat istiadat dan pemandangan yang indah, kopi Wae Rebo juga menjadi salah satu daya tarik wisatawan. Menyeruput kopi Wae Rebo sembari menikmati pemandangan alam akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. 

wae rebo

Perpaduan antara wisata budaya dan alam adalah sesuatu yang meaningful. Hal ini disampaikan oleh Mas Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, saat berkunjung beberapa waktu lalu, salah satu cara pengemasan produk pariwisata yang erat dengan unsur budaya maupun alam di masa pandemi ini menjadi semakin relevan di mana wisatawan mencari aktivitas wisata yang autentik, dilakukan di alam terbuka, tidak massal, dan lebih meaningful.

 

Sudah tak sabar ingin mencicipi kopi Wae Rebo? Hati-hati ketagihan, ya! Saat berwisata nanti pastikan Sobat Pesona sudah vaksin Covid-19 dan jangan lupa selalu patuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 6M, mulai dari menggunakan masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas, dan menghindari makan bersama.

Sembari menyusun bucket list, jangan lupa follow akun Instagram: @pesona.indonesia, Facebook: @pesona.indonesia, Twitter: @pesonaindonesia, TikTok: @pesonaindonesia, YouTube: Pesona Indonesia , dan kunjungi website www.indonesia.travel untuk mendapatkan beragam informasi menarik seputar pariwisata dan produk ekonomi kreatif #DiIndonesiaAja.