production
go-explore

Jangan Tinggalkan Yogyakarta Sebelum Mencicipi 3 Makanan Khas Ini!

Yogyakarta dan kulinernya memang tidak dapat dipisahkan. Berbagai sajian yang menggugah selera bisa dengan mudah Sobat Pesona temukan di setiap sudut Yogyakarta. Nah, dari sekian banyak makanan, ada makanan khas yang selalu diburu wisatawan saat berkunjung ke kota ini.

Saking melekatnya di benak orang, rasanya seperti kurang sah jika berkunjung ke Yogyakarta tanpa menyantap atau membelinya sebagai oleh-oleh. Berikut 3 makanan khas Yogyakarta yang selalu diburu wisatawan!

 

1 | Gudeg

gudeg

Makanan khas Yogyakarta yang menempati urutan pertama adalah gudeg. Ya, makanan yang terbuat dari gori atau nangka muda ini biasanya disantap bersama lauk pendamping seperti tempe atau tahu bacem, ayam atau telur, lengkap dengan krecek, dan terakhir disiram dengan kuah areh atau santan kental berbumbu.

Konon kabarnya, gudeg yang menjadi ikon kuliner Yogyakarta ini sudah ada sejak abad ke-15. Kala itu Kerajaan Mataram Islam sedang dalam tahap pengembangan di alas Mentaok yang masih berupa hutan belantara. Ratusan prajurit diturunkan untuk membuka lahan dengan menebang pohon yang ada di kawasan tersebut. Kebanyakan pohon yang ditebang adalah pohon kelapa dan pohon nangka.

Para prajurit lalu mencoba mengolah nangka menjadi santapan yang nikmat, lantas  dipilihlah nangka muda. Olahan nangka muda ini dimasak dalam wadah besar. Pengaduk yang digunakan pun ukurannya besar dan panjang menyerupai dayung perahu. Proses memasaknya dinamakan ‘hangudek’. Inilah yang menjadi cikal bakal munculnya nama ‘gudeg’.

Pada mulanya gudeg yang muncul di Yogyakarta adalah jenis gudeg basah. Jenis gudeg ini menggunakan kuah areh atau santan bertekstur kental dan berminyak sehingga membuat gudeg terkesan basah. Gudeg basah sangat nikmat apabila disajikan dengan sepiring nasi hangat. Sobat Pesona bisa membeli gudeg basah di Gudeg Tugu, Gudeg Mba Lindu atau Gudeg Permata yang terkenal di Yogyakarta.

Jika Sobat Pesona tertarik menjadikan gudeg sebagai oleh-oleh, sebaiknya pilih gudeg kering karena lebih tahan lama. Beberapa gudeg kering yang bisa kamu beli di antaranya Gudeg Yu Djum, Gudeg Pawon, atau Gudeg Bu Tjitro yang disajikan dalam kemasan kaleng sehingga bisa dibawa ke mana saja.

 

2 | Bakpia

Sobat Pesona yang pergi berwisata ke Yogyakarta kebanyakan memilih bakpia sebagai salah satu buah tangan untuk orang terdekat. Tapi tahukah kamu jika bakpia adalah kue yang berasal dari China? Diambil dari kata bak yang artinya daging babi dan pia yang merupakan kue terbuat dari tepung. Jadi dapat diartikan bakpia adalah kue yang terbuat dari tepung berisi daging babi.

bakpia

Karena di Indonesia sebagian besar masyarakatnya beragama Islam, bakpia yang semula isiannya daging babi kemudian diganti menjadi kacang hijau. Pada awalnya, bakpia dijual dibesek dan belum mempunyai merek. Kini bakpia yang dijual di Yogyakarta sebagian besar sudah bermerek. Uniknya, merek bakpia rata-rata memakai angka, seperti Bakpia 25, Bakpia 75, dan Bakpia 35.

Umumnya ada dua jenis bakpia yang dijual dipasaran, bakpia basah dan bakpia kering. Bakpia basah memiliki kulit yang lembab dan basah, sedangkan bakpia kering kulitnya lebih garing dan renyah. Untuk masa penyimpanan bakpia basah biasanya hanya tahan 4-5 hari, sedangkan bakpia kering bisa sampai 10 hari. Seiring berkembangnya zaman, sekarang muncul pula bakpia kukus dengan berbagai varian rasa.

 

3 | Geplak

Ada satu lagi camilan khas dari Yogyakarta yang jadi favorit wisatawan untuk dibawa pulang sebagai buah tangan untuk orang tersayang, yaitu geplak. Geplak terbuat dari parutan kelapa dan gula pasir atau gula jawa. Awalnya geplak dibuat sebagai pengganti makanan pokok di Yogyakarta karena banyaknya tanaman tebu dan pohon kelapa yang tumbuh di wilayah Bantul, Yogyakarta. Namun seiring berjalannya waktu, kini geplak lebih populer dijadikan sebagai oleh-oleh khas dari Yogyakarta.

geplak

Rasanya manis, gurih, dan bervariasi, yakni rasa stroberi, durian, cokelat, dan pandan. Harganya sangat terjangkau, hanya Rp10.000,- sampai Rp25.000,- tergantung merek dan kemasan. Ada yang dikemas dengan besek maupun dengan kertas mika berbagai ukuran. Tak perlu khawatir kehabisan karena geplak sangat mudah ditemui di semua toko pusat oleh-oleh Yogyakarta, di pasar, terminal, stasiun, maupun bandara.

 

Sudah tak sabar menikmati 3 kuliner khas Yogyakarta ini? Yuk, masukkan ke daftar wisata kulinermu! Selain melestarikan kuliner tradisional Indonesia, Sobat Pesona juga bisa ikut berkontribusi dalam kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Seperti yang sering disampaikan Mas Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam berbagai kesempatan, “industri kuliner merupakan salah satu lokomotif kebangkitan industri kreatif Indonesia.”

Sebelum berwisata, pastikan Sobat Pesona sudah vaksin, mengunduh aplikasi PeduliLindungi, dan jangan lupa untuk selalu patuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 6M ya, mulai dari menggunakan masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas, dan menghindari makan bersama agar aktivitas berwisata tetap aman dan nyaman.

Sambil merencanakan liburan, kamu bisa follow akun Instagram: @pesonaid_travel, Facebook: @pesonaid_travelTikTok: @indonesia.travel, YouTube: Pesona Indonesia, dan website www.indonesia.travel untuk mendapatkan beragam informasi menarik seputar destinasi wisata dan inspirasi ekonomi kreatif #DiIndonesiaAja.