production
go-explore

Asyiknya Menelusuri Catatan Sejarah di Kampung Rumah Banjar Sungai Jingah



Banjarmasin merupakan salah satu kota tua di Pulau Kalimantan. Dengan usianya yang sudah menginjak empat abad, ibu kota provinsi Kalimantan Selatan ini memang layak dikunjungi bagi Sobat Pesona yang menyukai wisata sejarah.  

Nah, untuk mengetahui lebih jauh mengenai peninggalan sejarah di Banjarmasin, Sobat Pesona bisa mengunjungi Kampung Rumah Banjar Sungai Jingah. Lokasinya terletak di irisan dua kelurahan, yaitu Kelurahan Surgi Mufti dan Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara. 

Lalu, apa yang membuat Kampung Rumah Banjar Sungai Jingah begitu istimewa dan layak sebagai lokasi wisata sejarah? Yuk, cari tahu!
 

1 | Merupakan permukiman rumah asli Banjar

Asyiknya Menelusuri Catatan Sejarah di Kampung Rumah Banjar Sungai Jingah

Suku Banjar atau biasa disebut Urang Banjar, berasal dari wilayah Kalimantan Selatan, meski sebagian dari mereka juga berada di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Di Kampung Rumah Banjar Sungai Jingah ini, Sobat Pesona akan melihat permukiman yang terdiri dari deretan rumah asli Banjar. Rumah-rumah ini menyisir jalan Sungai Jingah sepanjang dua kilometer dan berdampingan dengan Sungai Martapura.
 

2 | Kata jingah yang berasal dari nama pohon

Asyiknya Menelusuri Catatan Sejarah di Kampung Rumah Banjar Sungai Jingah

Nama Kampung Sungai Jingah berasal dari nama sungai kecil bernama Sungai Jingah. Penamaan Sungai Jingah sendiri kemungkinan karena dahulu di sepanjang sungai kecil ini terdapat banyak pohon jingah. Jingah adalah vegetasi khas tanaman rawa di wilayah Banjarmasin dan sekitarnya. 

Tanaman jingah dapat menyebabkan alergi pada kulit apabila tersentuh secara langsung. Meski demikian, pohon jingah memiliki banyak manfaat, di antaranya sebagai penahan longsor alami dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber kayu yang bagus. 
 

3 | Tertulis dalam register pemerintah Hindia Belanda

Asyiknya Menelusuri Catatan Sejarah di Kampung Rumah Banjar Sungai Jingah

Kampung Sungai Jingah tertulis dalam register Pemerintah Hindia Belanda tentang kampung-kampung yang terletak di sepanjang Sungai Martapura ke Sungai Barito, khususnya di wilayah Bandjermasin en Ommelanden. Pendataan ini dilakukan oleh G. Stemler pada akhir bulan Desember 1886 dan dibukukan dalam Jaarboek van het mijnwezen in Nederlandsch Oost-Indie, volume 22, tahun 1893. Hal inilah yang mendasari informasi sejarah bahwa Kampung Sungai Jingah dibangun pada pertengahan abad ke-19.

Sementara penggambaran mengenai posisi Sungai Jingah atau Soengai Djinga terdapat dalam peta Hindia Belanda berjudul Schetskaart van de Hoofdplaats Bandjermasin en Omliggend Terrein, yang diterbitkan pada tahun 1916 oleh H.P. Loing. 
 

4 | Terdapat makam ulama besar

Asyiknya Menelusuri Catatan Sejarah di Kampung Rumah Banjar Sungai Jingah

Di kawasan Kampung Sungai Jingah, Sobat Pesona bisa melakukan ziarah ke makam ulama besar bernama Syekh Jamaluddin Al Banjari atau yang dikenal dengan sebutan Tuan Guru Surgi Mufti. Beliau hidup di masa penjajahan Belanda, merupakan cicit (buyut) Datu Kalampaian (Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari). Makam Syekh Jamaluddin ini dikenal sebagai Kubah Sungai Jingah atau Makam Datu Surgi Mufti Jamaludin.
 

5 | Terdapat sentra kerajinan sasirangan

Di Kampung Rumah Banjar Sungai Jingah, Sobat Pesona bisa mengunjungi sentra kerajinan sasirangan, di mana kamu juga bisa melihat proses pembuatan kain tradisional khas Kalimantan Selatan yang dilakukan dengan metode tradisional sesuai dengan nama sasirangan itu sendiri. 

Asyiknya Menelusuri Catatan Sejarah di Kampung Rumah Banjar Sungai Jingah

Nama sasirangan berasal dari Bahasa Banjar, yaitu sirang yang berarti menjelujur. Motif kain sasirangan menggunakan teknik jahit jelujur sehingga menghasilkan bentuk jelujur atau garis-garis vertikal dari atas ke bawah yang memanjang. Benda-benda alam di Kalimantan Selatan menjadi landasan gambar motif kain ini. Ada tiga jenis motif utama, yaitu motif lajur, motif ceplok, dan motif variasi. 

Asyiknya Menelusuri Catatan Sejarah di Kampung Rumah Banjar Sungai Jingah

Motif lajur menggunakan garis tegak lurus dan garis lengkung yang memanjang. Motif ceplok adalah motif tunggal yang berbentuk garis tegak lurus. Sedangkan motif variasi adalah motif tambahan untuk menghiasi motif ceplok atau motif lajur.

Saat berkunjung ke Banjarmasin pada tanggal 2 September 2021 lalu, Mas Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, meyakinkan bahwa salah satu produk ekonomi kreatif di Kalimantan Selatan adalah sasirangan.

Asyiknya Menelusuri Catatan Sejarah di Kampung Rumah Banjar Sungai Jingah

Tertarik wisata ke Kampung Rumah Banjar Sungai Jingah ini? Saat berkunjung nanti jangan lupa #BeliKreatifLokal dan selalu menerapkan protokol kesehatan 6M, mulai dari menggunakan masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas, dan menghindari makan bersama supaya tetap aman dan nyaman.

Informasi seputar destinasi wisata #DiIndonesiaAja lainnya, bisa Sobat Pesona dapatkan dengan cara follow akun IG @pesonaid_travel, Facebook: @pesonaid_travel dan kunjungi website www.indonesia.travel.