production
go-explore

5 Fakta Unik Seputar Pecalang, Polisi Adat dari Bali

Pulau Dewata memang tidak ada hentinya membuat kita semua takjub akan keindahan alam dan kekayaan budayanya. Surga di bumi Indonesia ini selalu menjadi destinasi favorit tujuan para wisatawan domestik dan asing. Enggak heran, karena mereka ingin melihat eksotisnya panorama alam Pulau Seribu Pura serta budayanya yang kental dan terjaga. Sobat Pesona tahu enggak, Bali menjadi tuan rumah KTT G20 tahun 2022 ini, lho! Nah, untuk menjaga keberlangsungan event-event penting seperti ini, baik perhelatan budaya lokal maupun acara internasional, ada pecalang yang siap menjaga dan melindungi. Mau tahu fakta unik pecalang? Simak di bahasan berikut!

 

1. Apa itu pecalang?

Pada saat Hari Raya Nyepi di Pulau Dewata, selalu ada pasukan khusus yang mengenakan pakaian adat Bali berupa atasan hitam, bawahan kotak-kotak dan penutup kepala khas Bali di jalan-jalan raya. Nah, pasukan khusus itu disebut pecalang. Dalam Bahasa Bali, pecalang diambil dari kata “celang” yang artinya tajam indranya. Pecalang adalah polisi tradisional yang bertugas menjaga, mengamankan, menertibkan desa, wilayah, baik dalam aktivitas sehari-hari maupun upacara adat atau keagamaan. Singkatnya, pecalang merupakan polisi adat Bali. Tentunya, mereka akan berbagi tugas dengan satpol PP atau Polisi Sektor (Polsek). Pecalang ini sudah dikenali dan disegani oleh masyarakat Bali.

 

2. Sejarah pecalang dalam budaya masyarakat adat Bali 

patroli

Usut punya usut, pecalang dikabarkan sudah hadir sejak tahun 1970an dan hanya bertanggung jawab akan keamanan desa adat serta upacara adat keagamaan. Terbentuknya pecalang berkaitan erat dengan hadirnya desa pekraman atau desa adat. Demi mewujudkan visi misi desa yang tertib dan aman, maka dibentuklah pecalang. Seiring bergulirnya waktu, pecalang pun mulai dilibatkan dalam pengamanan kegiatan politik seperti partai partai. Bahkan, kini pecalang pun sudah memiliki landasan hukum sendiri yang diatur dalam peraturan daerah (Perda). Hebat kan?

 

3. Siapa saja yang bisa menjadi anggota pecalang? 

Sesuai asal-usul namanya, ketajaman indra seseorang menjadi syarat penentuan anggota pecalang. Seorang anggota pecalang harus memiliki indra penglihatan, penciuman, pendengaran, dan perasaan yang tajam. Hal ini penting karena harus diterapkan saat mereka berkeliling area yang dijaga. Secara administratif, untuk menjadi anggota pecalang, seseorang harus beragama Hindu, berada di wilayah tugas di Bali, berusia lebih dari 25 tahun, berkelakuan baik, serta tidak pernah terlibat kasus hukum. Sebagai tambahan, perlu juga ada rekomendasi dari ketua pecalang melalui paruman desa.

 

4. Apa saja fungsi dan peran pecalang?

stand-by

Secara umum dan merujuk pada ajaran agama Hindu di Bali, fungsi dan peran seorang pecalang adalah: mengawasi keamanan dan ketertiban alam, lingkungan fisik, lingkungan sosial budaya, termasuk perilaku warga desa dan yang dari luar desa. Pecalang menjaga wilayah desa di delapan penjuru mata angin di pos penjagaan yang strategis. Secara administratif, sesuai Perda Provinsi Bali No. 3 Tahun 2003, pecalang bertugas mengamankan desa adat dan pelaksanaan tugas adat serta agama. Melalui Perda ini, maka pecalang memiliki kedudukan, tugas, dan fungsi yang penting dalam menjaga dan menertibkan desa adat.

 

5. Ciri khas pecalang saat bertugas

Sobat Pesona yang sedang di Bali harus bisa mengenali bapak-bapak pecalang, nih! Ciri-ciri penampilan anggota pecalang yaitu: mengenakan destar (udeng), baju sejenis rompi tanpa kancing, kampuh poleng (loreng), dan kain kotak-kotak sebagai bawahan. Tidak luput juga sebuah keris yang mereka bawa kemana-mana. Wah, keren dan khas sekali ya, Sobat Pesona!

 

Nah, di pelaksanaan G20 di Bali mendatang, pecalang juga akan ikut serta menjaga stabilitas pelaksanaan acaranya. Sobat Pesona yang berkesempatan datang ke Bali, jangan lupa untuk mengabadikan momen bersejarah ini dan turut menjadi saksi perhelatan internasional di Pulau Dewata, ya! Jangan ketinggalan juga oleh-olehnya untuk orang tercinta di rumah!

Dan jangan lupa, sebelum Sobat Pesona jalan-jalan keluar rumah, selalu terapkan protokol kesehatan 6M, seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menghindari makan bersama. Lalu, enggak kalah pentingnya, yuk segerakan vaksinasi booster agar imun kita semakin kuat!

 

Cari tahu juga informasi tentang pariwisata Indonesia di akun Instagram @pesona.indonesia, Facebook @pesona.indonesia, Twitter @pesonaindonesia, TikTok @pesonaindonesia, Youtube Pesona Indonesia dan kunjungi website www.indonesia.travel, ya!