Lapangan Merdeka Medan merupakan ruang terbuka publik bersejarah yang berada di pusat Kota Medan, Sumatra Utara. Berlokasi di kawasan Kesawan, lapangan ini telah menjadi bagian dari perkembangan Kota Medan sejak masa kolonial dan memiliki kaitan dengan sejumlah peristiwa pada awal kemerdekaan Indonesia.
Lokasinya yang berdekatan dengan sejumlah bangunan dan kawasan bersejarah menjadi salah satu destinasi yang bisa Anda tambahkan ke itinerary saat berkunjung ke Medan.
Sejarah Lapangan Merdeka Medan
Dari De Esplanade hingga Lapangan Merdeka
Lapangan Merdeka mulai ditata pada sekitar dekade 1880-an sebagai bagian dari perkembangan Kota Medan pada masa kolonial Hindia Belanda.
Pada periode tersebut, kawasan di sekitar lapangan berkembang menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, transportasi, dan fasilitas perkotaan.
Lapangan ini dikenal dengan nama De Esplanade dan dirancang sebagai ruang terbuka yang menjadi bagian dari struktur kota modern pada masa itu. Di sekitar lapangan kemudian berdiri sejumlah bangunan penting, antara lain stasiun kereta api, balai kota, kantor pos, bank, dan hotel.
Pola tersebut kemudian menjadikan Lapangan Merdeka sebagai bagian dari pusat perkembangan awal Kota Medan.
Lalu pada masa pendudukan Jepang, nama De Esplanade berubah menjadi Fukuraido.
Setelah Indonesia merdeka, kawasan tersebut kemudian dikenal sebagai Lapangan Merdeka. Perubahan nama ini berkaitan dengan perubahan politik dan pemerintahan yang berlangsung di Medan pada periode akhir pendudukan Jepang dan awal kemerdekaan Indonesia.
Peristiwa Kemerdekaan
Lapangan Merdeka mempunyai nilai sejarah yang berkaitan dengan penyebaran berita kemerdekaan Indonesia di Sumatra.
Pada 6 Oktober 1945, Lapangan Fukuraido, yang kini dikenal sebagai Lapangan Merdeka, menjadi lokasi rapat umum untuk menyebarluaskan berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Medan sekaligus meresmikan pengibaran Sang Saka Merah Putih di Sumatra Timur.
Di hari yang sama pula, Lapangan Fukuraido diganti namanya dengan Lapangan Merdeka atas keputusan Wali Kota Medan saat itu, Mr. Luat Siregar.
Lokasi Lapangan Merdeka Medan
Lapangan Merdeka terletak di Jalan Balai Kota, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Sumatera Utara. Kawasan ini berada di pusat kota dan dikenal sebagai titik nol Kota Medan, sehingga memiliki posisi penting dalam orientasi geografis dan perkembangan kawasan perkotaan Medan.
Lapangan Merdeka memiliki luas sekitar 48.125 meter persegi, dengan ukuran kurang lebih 275 × 175 meter. Kawasan tersebut berbatasan dengan Jalan Bukit Barisan di sebelah utara, Jalan Kereta Api di sebelah timur, Jalan Pulau Pinang di sebelah selatan, dan Jalan Balai Kota di sebelah barat.
Lokasinya berada di tengah kawasan bersejarah Kesawan dan dikelilingi bangunan yang memiliki keterkaitan dengan perkembangan Kota Medan pada masa kolonial, termasuk Kantor Pos Medan, Stasiun Medan, Balai Kota Lama, serta bangunan bekas De Javasche Bank yang kini menjadi bagian dari Bank Indonesia.
Daya Tarik dan Fungsi Lapangan Merdeka
Ruang Terbuka Publik
Lapangan Merdeka berfungsi sebagai ruang terbuka publik yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas masyarakat. Setelah melalui proses revitalisasi, kawasan ini kembali diarahkan sebagai ruang terbuka hijau dan ruang interaksi warga.
Revitalisasi Lapangan Merdeka diresmikan pada 19 Februari 2025 dan kembali dibuka sebagai ruang publik dengan sejumlah fasilitas, termasuk hamparan rumput, panggung rakyat, museum kota, area kuliner, dan fasilitas olahraga.
Kawasan Sejarah dan Arsitektur
Lapangan Merdeka berada di kawasan bersejarah Kesawan dan dikelilingi sejumlah bangunan peninggalan masa kolonial, antara lain Stasiun Medan, Kantor Pos Besar Medan, dan Balai Kota Lama.
Keberadaan bangunan-bangunan tersebut mencerminkan perkembangan pusat pemerintahan, transportasi, dan perdagangan Kota Medan sejak masa kolonial.
Pelestarian kawasan ini bertujuan mempertahankan peninggalan sejarah serta karakter kawasan Kesawan sebagai bagian dari warisan perkotaan Medan.
Baca Juga: Istana Maimun, Jejak Kemakmuran Kesultanan Deli di Medan
Lapangan Merdeka Sebagai Identitas Kota Medan
Simbol Sejarah
Makna Lapangan Merdeka terutama berkaitan dengan posisinya sebagai ruang publik yang merekam perubahan Kota Medan dari masa kolonial, pendudukan Jepang, hingga periode kemerdekaan. Perubahan nama dari De Esplanade menjadi Fukuraido dan kemudian Lapangan Merdeka mencerminkan perubahan konteks politik dan sejarah yang terjadi di kota tersebut.
Nilai budaya Lapangan Merdeka juga terlihat dari penggunaannya sebagai ruang berlangsungnya kegiatan masyarakat. Selain aktivitas sehari-hari, kawasan ini digunakan untuk kegiatan seni, budaya, dan ekonomi kreatif.
Seni dan Tradisi Melayu
Lapangan Merdeka juga menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan seni dan tradisi. Salah satu kegiatan terbaru adalah Gelar Melayu Serumpun (GEMES) 2026, yang berlangsung pada 27–30 Juni 2026. Acara tersebut menghadirkan pertunjukan tari dan musik Melayu, seni budaya dari berbagai daerah dan negara, serta bazar UMKM dan ekonomi kreatif.
Kegiatan tersebut turut melibatkan delegasi dari sejumlah negara, termasuk Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Korea Selatan, dan Tiongkok.
Perubahan Lapangan Merdeka Setelah Revitalisasi
Usai dilakukan revitalisasi, Lapangan Merdeka menjadi ruang publik dengan fasilitas yang lebih lengkap tanpa menghilangkan fungsi utamanya sebagai ruang terbuka hijau.
Penataan mencakup area hijau, lintasan olahraga, panggung rakyat, serta fasilitas publik di ruang bawah tanah. Area bawah tanah juga dilengkapi fasilitas seperti parkir dan ruang pendukung kegiatan budaya serta ekonomi.
Baca Juga: Bika Ambon: Kue Asli Medan yang Harus Jadi Buah Tangan
Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Lapangan Merdeka Medan
- Berolahraga
Lapangan Merdeka menyediakan ruang untuk aktivitas olahraga seperti berjalan kaki, jogging, dan olahraga ringan. - Bersantai di ruang terbuka
Area hijau dan ruang terbuka dapat digunakan untuk duduk, beristirahat, atau menghabiskan waktu bersama keluarga. - Mengikuti kegiatan seni dan budaya
Lapangan Merdeka kerap digunakan sebagai lokasi penyelenggaraan acara seni dan budaya, termasuk pertunjukan tari, musik, dan festival kebudayaan yang bisa Anda saksikan. - Mengunjungi kawasan bersejarah di sekitarnya
Pengunjung dapat melanjutkan aktivitas dengan melihat bangunan bersejarah di sekitar lapangan, seperti Stasiun Medan, Kantor Pos Besar Medan, dan Balai Kota Lama. - Menikmati kuliner di kawasan sekitar
Setelah beraktivitas di lapangan, pengunjung dapat kulineran di kawasan Kesawan dan pusat Kota Medan di sekitarnya.
Cara Menuju Lapangan Merdeka Medan
- Kereta api: Turun di Stasiun Medan, yang berada di kawasan pusat kota dan dekat dengan Lapangan Merdeka. Dari stasiun, perjalanan dapat dilanjutkan dengan berjalan kaki atau menggunakan transportasi lokal.
- Transportasi umum: Lapangan Merdeka dapat dijangkau menggunakan angkutan kota dan bus yang melayani kawasan pusat Kota Medan.
- Transportasi daring: Layanan ojek dan taksi daring dapat digunakan dengan tujuan Jalan Balai Kota atau Lapangan Merdeka.
- Dari Bandara Kualanamu: Gunakan Kereta Api Bandara dari Stasiun Bandara Kualanamu menuju Stasiun Medan, kemudian lanjutkan perjalanan ke Lapangan Merdeka menggunakan transportasi lokal atau berjalan kaki.
- Kendaraan pribadi: Akses menuju Lapangan Merdeka dapat dilakukan melalui jaringan jalan di sekitar kawasan Kesawan. Area parkir tersedia di fasilitas pendukung kawasan setelah revitalisasi.
Ingin mengunjungi destinasi wisata lain yang berada di sekitar Lapangan Merdeka Medan?
Anda dapat menggunakan fitur MaiA untuk menemukan informasi dan rekomendasi destinasi lain di Medan yang sesuai dengan rencana perjalanan.
Untuk menyusun itinerary yang lebih terarah, gunakan fitur Rencanakan Perjalanan Anda dan tentukan destinasi, aktivitas, serta tempat yang ingin dikunjungi selama berada di Medan.
Referensi:
- Dinas Pariwisata Kota Medan – Lapangan Merdeka
https://medantourism.medan.go.id/destinasi_wisata/public/detail/17 - SIGARDA Cagar Budaya Sumatera Utara – Lapangan Merdeka
https://cagarbudaya.sumutprov.go.id/heritage/public/11 - Repositori Kementerian Pendidikan – Sejarah Revolusi Kemerdekaan (1945–1949) Daerah Sumatra Utara
https://repositori.kemendikdasmen.go.id/25017/1/SEJARAH%20REVOLUSI%20KEMERDEKAAN%20%281945%20-%201949%29%20DAERAH%20SUMATRA%20UTARA.pdf - ANTARA Sumatera Utara – Fasilitas Lapangan Merdeka Medan setelah revitalisasi
https://sumut.antaranews.com/berita/613297/lapangan-merdeka-medan-dilengkapi-dengan-sejumlah-fasilitas-apa-saja - Dinas Pariwisata Kota Medan – Informasi Gelar Melayu Serumpun 2026
https://medantourism.medan.go.id/detailEvent/43 - KAI – Layanan Kereta Api Bandara Kualanamu–Medan
https://www.kai.id/information/full_news/5432-kai-bandara-layani-penumpang-kualanamu-medan