UPT Museum dan Taman Budaya Sulawesi Selatan yang dikenal sebagai Museum La Galigo adalah museum umum yang berlokasi di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Museum ini terdaftar secara resmi dalam Pendaftaran Museum Nasional dengan nomor registrasi 73.71.U.03.0077 dan merupakan bagian dari jaringan Museum Indonesia yang dikelola untuk melestarikan serta menyajikan bukti budaya dan sejarah yang kaya di kawasan timur Indonesia.
Nama “La Galigo” sendiri merujuk pada nama tokoh legendaris dalam karya sastra Bugis klasik, yang mencerminkan kekayaan tradisi serta sejarah masyarakat Sulawesi Selatan yang beragam.
Jenis & Tipe Museum
Museum La Galigo diklasifikasikan sebagai museum umum dengan Tipe A, yang berarti koleksi dan fungsi museum mencakup berbagai aspek ilmu pengetahuan, sejarah, dan budaya yang luas, serta memiliki peran signifikan dalam pendidikan budaya masyarakat.
Sejarah Museum La Galigo
Sejarah permuseuman di Sulawesi Selatan bermula pada 1938, ketika pemerintah Hindia Belanda mendirikan Celebes Museum di Makassar sebagai pusat koleksi budaya pada masa kolonial.
Pada tahun 1966, setelah periode pendudukan Jepang, usaha budayawan lokal memulai kembali pendirian museum. Kemudian, 1 Mei 1970, museum secara resmi berdiri sebagai Museum La Galigo melalui Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan No. 182/V/1970.
Gedung pameran tetap museum diresmikan oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada 24 Februari 1974. Museum ini kemudian menjadi museum provinsi dan menjadi Unit Pelaksana Teknis Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan. Pada era otonomi daerah di tahun 2001, nama institusi ini berubah menjadi UPTD Museum La Galigo/Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan hingga sekarang.
Museum ini berlokasi dalam kompleks sejarah Benteng Ujung Pandang (Fort Rotterdam), sebuah bangunan saksi masa kolonial dan simbol sejarah kawasan Makassar.
Pengelola Museum
Museum La Galigo dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan secara administratif dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Museum dan Taman Budaya Sulawesi Selatan.
Peran pengelola mencakup konservasi koleksi, penyusunan pameran, pengembangan edukasi publik, serta pembinaan budaya tradisional di wilayah Sulawesi Selatan.
Koleksi Museum
Museum La Galigo menyimpan sekitar 4.999 koleksi artefak yang mencerminkan sejarah panjang dan ragam budaya lokal. Koleksi tersebut meliputi objek prasejarah, numismatika, keramik asing, artefak sejarah, naskah, serta benda etnografika yang menunjukkan kehidupan masyarakat Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja.
Di museum ini, pengunjung dapat melihat berbagai artefak alat hidup tradisional, koleksi etnografi, naskah tradisional, serta benda peninggalan kerajaan lokal dan peristiwa sejarah penting termasuk senjata pada masa revolusi kelahiran bangsa.
Visi Museum
Visi Museum La Galigo adalah melakukan pembinaan dan pengembangan budaya secara internal agar museum dapat melaksanakan fungsi dan tugasnya secara optimal sebagai pusat budaya dan pembelajaran masyarakat.
Misi Museum
Misi Museum La Galigo mencakup:
- Menjadikan museum sebagai pusat pembelajaran dan rekreasi yang unggul di kawasan Indonesia Timur.
- Meningkatkan layanan seni dan budaya kepada masyarakat.
- Mengembangkan, melestarikan, serta memanfaatkan kesenian tradisional Sulawesi Selatan.
- Menyebarkan informasi adat dan budaya lokal kepada publik yang lebih luas.
- Meningkatkan pemanfaatan kawasan budaya seperti Benteng Somba Opu sebagai bagian dari edukasi sejarah dan budaya.