MaiA ai-icon

Informasi

Masjid Raya Al-Fatah Ambon: Jejak Sejarah di Balik Masjid Terbesar Maluku

Masjid Raya Al-Fatah Ambon merupakan salah satu ikon keagamaan di pusat Kota Ambon, Maluku. Masjid ini dikenal sebagai masjid raya dan menjadi salah satu masjid terbesar di Maluku. 

Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Raya Al-Fatah memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan perkembangan kehidupan Muslim di Ambon

Bangunannya juga memiliki sejumlah detail arsitektur yang menarik, seperti kubah besar berwarna keemasan, dua menara, tujuh akses menuju ruang utama, serta ornamen kaligrafi dan geometris.

 

Sejarah Masjid Raya Al-Fatah Ambon

Pembangunan Masjid Raya Al-Fatah berkaitan dengan kebutuhan masyarakat Muslim Ambon terhadap tempat ibadah yang lebih besar. Sebelumnya, terdapat Masjid Jami Ambon yang mengalami kerusakan akibat banjir besar pada 1935. 

Yayasan Masjid Jami Ambon kemudian dibentuk pada 1936, sementara rencana pembangunan masjid yang lebih besar berkembang kembali pada awal 1960-an.

Lahan untuk pembangunan ditetapkan pada 1962. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Presiden Soekarno pada 1 Mei 1963, dan pembangunan masjid selesai pada tahun 1975.

Penamaan Al-Fatah sendiri berasal dari bahasa Arab yang berkaitan dengan makna kemenangan atau pembukaan. Masjid ini kemudian mengalami renovasi, termasuk pada 2010 dalam rangka mendukung penyelenggaraan MTQ Nasional XXIV di Ambon.

 

Daya Tarik Masjid Raya Al-Fatah

Kubah dan Menara

Kubah besar berwarna kuning keemasan menjadi elemen yang paling mudah dikenali dari Masjid Raya Al-Fatah. Kubah tersebut berada di antara dua menara dan menjadi bagian penting dari tampilan bangunan dari kawasan pusat kota.

Bagian dalam kubah dihiasi ayat-ayat Al-Qur'an dan pola geometris. Material keramik tembus cahaya pada bagian tertentu juga memungkinkan cahaya alami masuk ke ruang dalam pada siang hari.

Tujuh Pintu dan Makna Simbolisnya

Salah satu detail yang menarik untuk diperhatikan adalah tujuh akses menuju ruang utama masjid. Dalam pemaknaan yang berkembang di masyarakat, jumlah tersebut dikaitkan dengan simbol tujuh pintu surga dalam tradisi Islam.

Ketujuh akses tersebut memiliki pintu kayu berwarna keemasan dengan ornamen bunga dan tulisan Arab, termasuk lafaz Allah dan basmalah. 

Makna tujuh pintu surga ini lebih tepat dipahami sebagai penafsiran simbolis yang berkembang di lingkungan masyarakat, bukan sebagai ketentuan universal dalam arsitektur masjid.

Interior dan Ruang Ibadah

Ruang utama Masjid Raya Al-Fatah memiliki ukuran yang luas dengan sejumlah tiang beton berlapis marmer. Interiornya memadukan fungsi ruang ibadah dengan berbagai dekorasi bercorak Islam, termasuk kaligrafi Al-Qur'an dan pola geometris.

Kompleks masjid juga dilengkapi fasilitas seperti tempat wudhu, kamar mandi, perpustakaan, aula, ruang pendidikan, taman, sistem pengeras suara, dan area parkir.

Kompleks Pendidikan dan Fasilitas Sosial

Daya tarik Masjid Raya Al-Fatah tidak hanya terletak pada bangunan utamanya. 

Yayasan Masjid Raya Al-Fatah juga mengembangkan berbagai kegiatan pendidikan dan sosial-keagamaan di Ambon, termasuk Taman Pendidikan Al-Qur'an serta lembaga pendidikan formal seperti SD, MTs, dan MA Al-Fatah. 

Di bidang kesehatan, terdapat Rumah Sakit Al-Fatah yang didirikan oleh Yayasan Masjid Raya Al-Fatah pada 1968. 

Kompleks dan lembaga yang berkembang dari lingkungan Al-Fatah tersebut menunjukkan bahwa peran masjid mencakup bidang ibadah, pendidikan, dakwah, dan pelayanan sosial bagi masyarakat. 

 

Masjid Raya Al-Fatah dan Kerusuhan Ambon

Sejarah Masjid Raya Al-Fatah juga tidak dapat dipisahkan dari konflik komunal yang melanda Ambon dan Maluku sejak Januari 1999. 

Konflik tersebut bermula dari bentrokan di Kota Ambon dan kemudian berkembang menjadi kekerasan yang melibatkan komunitas Muslim dan Kristen. Akibatnya, terjadi kerusakan luas dan memaksa puluhan ribu orang meninggalkan tempat tinggal mereka pada tahap awal konflik.

Dalam situasi tersebut, Masjid Raya Al-Fatah menjadi salah satu tempat perlindungan dan pengungsian bagi masyarakat Muslim. Posisi Masjid Raya Al-Fatah sebagai salah satu pusat komunitas Muslim membuat kompleks ini juga menjadi titik penting selama konflik berlangsung. 

Setelah konflik Ambon, Masjid Raya Al-Fatah tetap menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan dan kehidupan masyarakat Muslim di kota ini. 

Bila Anda tertarik mengenal sejarah Ambon, masjid ini juga dapat menjadi spot bersejarah untuk memahami perjalanan kota dari masa konflik menuju kehidupan masyarakat yang lebih damai.

Baca Juga: Getsemani Church: Gereja Ikonik di Ambon

 

Tradisi Keagamaan di Masjid Raya Al-Fatah

Masjid Raya Al-Fatah tetap menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat Muslim Ambon. 

Selain salat berjamaah dan salat Jumat, kegiatan yang tercatat di masjid mencakup pengajian, dakwah, pendidikan keagamaan, peringatan hari besar Islam, serta kegiatan zakat, infak, sedekah, dan wakaf.

Salah satu praktik keagamaan yang disebut sebagai bagian dari tradisi di masjid ini adalah zikir bersama setelah salat lima waktu. 

Jamaah bersama-sama membaca istighfar, tasbih, tahmid, dan takbir dengan suara lantang, kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin imam.

 

Ide Aktivitas di Masjid Raya Al-Fatah

Kunjungan ke Masjid Raya Al-Fatah dapat menjadi bagian dari rute wisata religi dan sejarah di pusat Ambon. Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan antara lain:

  • Mengamati arsitektur masjid, terutama kubah, menara, tujuh pintu, dan dekorasi interior.
  • Mempelajari sejarah masjid sejak pembangunannya pada era Soekarno.
  • Mengenal sejarah sosial Ambon, termasuk peran masjid selama konflik 1999 dan masa sesudahnya.
  • Mengamati tradisi keagamaan yang berlangsung, selama tidak mengganggu jamaah.
  • Beribadah bagi wisatawan Muslim.
  • Menyusuri kawasan pusat Kota Ambon setelah mengunjungi masjid.

 

Cara Menuju Masjid Raya Al-Fatah Ambon

Masjid Raya Al-Fatah beralamat di Jalan Sultan Babullah, Kelurahan Honipopu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku. 

Lokasinya berada di pusat kota dan dekat dengan Pelabuhan Yos Sudarso.

Dari kawasan pusat Kota Ambon, masjid dapat dicapai menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi lokal. Letaknya yang berada di kawasan perkotaan membuat masjid relatif mudah dimasukkan dalam rute wisata sejarah dan budaya di pusat Ambon.

 

Tips Berkunjung

  • Kenakan pakaian yang sopan dan sesuai dengan suasana tempat ibadah.
  • Lepaskan alas kaki pada area yang telah ditentukan.
  • Jaga suara dan hindari aktivitas yang mengganggu jamaah.
  • Jangan memotret jamaah tanpa izin.
  • Mintalah izin kepada pengurus jika ingin melakukan dokumentasi khusus.
  • Jika ingin mengamati arsitektur dengan lebih leluasa, hindari waktu salat Jumat atau kegiatan keagamaan besar.
  • Saat Ramadan dan hari besar Islam, perhitungkan kepadatan jamaah sebelum berkunjung.

Baca Juga: Satu Hari di Ambon, Lakukan 3 Aktivitas Wisata Ini!

 

Masjid Raya Al-Fatah dalam Rute Wisata Ambon

Masjid Raya Al-Fatah dapat menjadi salah satu titik dalam rute wisata yang menggabungkan sejarah, religi, dan kehidupan perkotaan Ambon. 

Daya tariknya tidak hanya terletak pada bangunan, tetapi juga pada sejarah pembangunan sejak era Soekarno, tradisi keagamaan yang masih berlangsung, serta peran kompleks masjid dalam perjalanan sosial masyarakat Ambon.

Bagi Anda yang ingin mengenal Ambon lebih dari sekadar destinasi alam, kunjungan ke Masjid Raya Al-Fatah memberikan perspektif mengenai sejarah komunitas Muslim di ibu kota Maluku sekaligus perjalanan kota tersebut melewati salah satu periode paling sulit dalam sejarah modernnya.

Eksplorasi Ambon tidak berhenti di Masjid Raya Al-Fatah. Dari situs bersejarah hingga destinasi budaya dan alam, temukan berbagai rekomendasi pilihan perjalanan melalui fitur MaiA.

Setelah menentukan destinasi yang ingin dikunjungi, gunakan fitur Rencanakan Perjalanan Anda untuk menyusun rute perjalanan sesuai waktu dan tempat yang ingin Anda jelajahi. 

Dengan begitu, kunjungan ke Masjid Raya Al-Fatah dapat menjadi bagian dari perjalanan Ambon yang lebih lengkap.



Referensi:

  1. Profil Masjid Al-Fatah — Sistem Informasi Masjid (SIMAS) Kementerian Agama RI
    https://simas.kemenag.go.id/profil/masjid/01.1.30.10.01.000001
  2. Pesona Keelokan dan Kemegahan Masjid Al-Fatah Ambon — ANTARA News
    https://ambon.antaranews.com/berita/159537/pesona-keelokan-dan-kemegahan-masjid-al-fatah-ambon
  3. Masjid Raya Al Fatah Ambon Terbesar di Maluku Ternyata Dibangun Sejak Era Soekarno — Indozone
    https://maluku.indozone.id/lifestyle/2486601412/masjid-raya-al-fatah-ambon-terbesar-di-maluku-ternyata-dibangun-sejak-era-soekarno?page=2
  4. Keistimewaan Masjid Raya Al-Fatah di Ambon, Kisah Pasukan Berkuda Berjubah Putih — Tempo
    https://www.tempo.co/ramadhan/keistimewaan-masjid-raya-al-fatah-di-ambon-kisah-pasukan-berkuda-berjubah-putih--205485
  5. Masjid dan Pembangunan Perdamaian: Studi Kasus Poso, Ambon, Ternate, dan Jayapura — Jurnal IAIN Ambon
    https://jurnal.iainambon.ac.id/index.php/JSI/article/download/5541/1782/17979
  6. Profil Rumah Sakit Al-Fatah — Kementerian Kesehatan RI
    https://sirs.kemkes.go.id/fo/home/profile_rs/8171110
  7. The Violence in Ambon — Human Rights Watch
    https://www.hrw.org/reports/1999/ambon/amron-01.htm
  8. The Violence in Ambon — Human Rights Watch
    https://www.hrw.org/reports/1999/ambon/amron-03.htm
  9. Masjid Al-Fatah — Sistem Informasi Pariwisata Nasional (Sisparnas), Kementerian Pariwisata RI
    https://sisparnas.kemenpar.go.id/p/101953
HAL-HAL TERBAIK YANG BISA DILAKUKAN

JELAJAHI DESTINASI LAIN

INSIGHT

Ide Perjalanan

Satu Hari di Ambon, Lakukan 3 Aktivitas Wisata Ini!

Satu Hari di Ambon, Lakukan 3 Aktivitas Wisata Ini!

Fakta Menarik Parang Salawaku, Senjata Tradisional dari Maluku

Fakta Menarik Parang Salawaku, Senjata Tradisional dari Maluku

Moluccas Restaurant, Ambon

Moluccas Restaurant, Ambon