MaiA ai-icon

Informasi

Museum Lambung Mangkurat

Museum Lambung Mangkurat merupakan museum utama Provinsi Kalimantan Selatan yang menyimpan dan merawat kekayaan sejarah, budaya, dan peradaban masyarakat Banjar serta wilayah sekitarnya. Terletak di Kota Banjarbaru, museum ini menjadi ruang penting untuk menelusuri jejak panjang Kalimantan Selatan dari masa kolonial hingga era modern, sekaligus memperkuat perannya sebagai kawasan penyangga menuju Ibu Kota Negara (IKN).

Sebagai museum berstatus tertinggi, Museum Lambung Mangkurat menghadirkan pengalaman edukatif yang menyeluruh, memadukan koleksi bersejarah, penataan pameran artistik, serta narasi kebudayaan yang kontekstual dan relevan bagi masyarakat masa kini.

Apa Itu Museum Lambung Mangkurat?

Museum Lambung Mangkurat adalah museum umum yang berfungsi sebagai pusat pelestarian warisan alam dan budaya Kalimantan Selatan. Museum ini menjadi tempat pembelajaran lintas generasi tentang sejarah, tradisi, seni, dan kehidupan masyarakat Banjar serta etnis lainnya yang membentuk identitas daerah.

Dengan pendekatan edukatif dan komunikatif, museum ini tidak hanya menyajikan artefak, tetapi juga menghadirkan cerita tentang nilai, kepercayaan, dan kearifan lokal yang tumbuh di wilayah Kalimantan Selatan.

Jenis dan Tipe Museum

Museum Lambung Mangkurat diklasifikasikan sebagai museum umum, karena koleksinya mencakup berbagai aspek kehidupan manusia dan alam. Dari sisi kelembagaan, museum ini berstatus Tipe A, yang menandakan kapasitas pengelolaan, kelengkapan koleksi, serta fungsi edukasi dan layanan publik yang komprehensif.

Pemilik dan Pengelola Museum

Museum Lambung Mangkurat dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan dikelola oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan. Pengelolaan ini memastikan museum berperan aktif sebagai institusi budaya yang profesional, inklusif, dan berkelanjutan.

Sejarah Museum Lambung Mangkurat

Sejarah Museum Lambung Mangkurat mencerminkan perjalanan panjang dinamika pemerintahan dan kebudayaan di Kalimantan Selatan. Museum ini berawal dari Museum Borneo, yang didirikan oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1907. Pada masa pendudukan Jepang, namanya berubah menjadi Museum Kalimantan, yang secara resmi berdiri pada 22 Desember 1955.

Pada tahun 1967, museum kembali berganti nama menjadi Museum Banjar. Seiring berkembangnya kebutuhan pelestarian budaya, pembangunan Museum Lambung Mangkurat dilakukan secara bertahap sejak 1974, melalui Proyek Rehabilitasi dan Perluasan Museum Kalimantan (DIP Proyek Pelita).

Lahan museum seluas 1,5 hektare merupakan hibah dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang diperkuat dengan Surat Keputusan Walikota tahun 1977. Museum Lambung Mangkurat kemudian diresmikan pada 10 Januari 1979 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Daoed Joesoef, menandai babak baru pelestarian budaya Kalimantan Selatan.

Koleksi Museum

Museum Lambung Mangkurat menyimpan sekitar 450 koleksi, yang meliputi benda etnografika, arkeologika, historika, dan seni budaya. Beberapa koleksi di antaranya adalah talam astakona, meriam lela, patung, tempolong, kempo, bakul tradisional, anjat, tudung saji, serta berbagai peralatan rumah tangga dan ritual khas Banjar.

Koleksi-koleksi ini mencerminkan kehidupan sosial, ekonomi, teknologi tradisional, dan nilai spiritual masyarakat Kalimantan Selatan dari masa ke masa.

Visi Museum Lambung Mangkurat

Visi Museum Lambung Mangkurat adalah:

“Mewujudkan Museum Lambung Mangkurat sebagai kebutuhan yang selalu berada di hati masyarakat dalam menyikap makna kesilaman menuju peradaban maju sebagai pintu gerbang Ibu Kota Negara (IKN).”

Misi Museum Lambung Mangkurat

Untuk mewujudkan visi tersebut, museum ini menjalankan misi antara lain menyelamatkan dan mewariskan benda warisan alam dan budaya, meningkatkan kualitas studi koleksi, menyebarluaskan informasi permuseuman melalui teknologi digital, menyajikan pameran yang edukatif dan inspiratif, serta memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Lokasi dan Jadwal Kunjungan

Museum Lambung Mangkurat berlokasi di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan dan buka setiap hari.

Jam kunjungan:
08.00 – 16.00 WITA

Tiket masuk:
Rp3.000

Mengunjungi Museum Lambung Mangkurat berarti menelusuri akar budaya Kalimantan Selatan dalam satu ruang yang tertata rapi dan penuh makna. Setiap koleksi menghadirkan kisah tentang cara hidup, kepercayaan, dan kreativitas masyarakat Banjar yang membentuk identitas daerah ini.

Bagi wisatawan yang ingin memperkaya perjalanan di Kalimantan Selatan dengan pengalaman budaya yang autentik, Museum Lambung Mangkurat adalah destinasi yang tepat untuk memahami masa lalu, meresapi nilai lokal, dan melihat masa depan peradaban daerah dari sudut pandang sejarah.

HAL-HAL TERBAIK YANG BISA DILAKUKAN

JELAJAHI DESTINASI LAIN

INSIGHT

Ide Perjalanan

4 Olahan Durian yang Wajib Dicoba saat Berkunjung ke Agrowisata Meek Farm, Banjarbaru, Kalimantan Selatan

4 Olahan Durian yang Wajib Dicoba saat Berkunjung ke Agrowisata Meek Farm, Banjarbaru, Kalimantan Selatan

Mie Bancir Agus Sasirangan

Mie Bancir Agus Sasirangan

Soto Banjar Bang Amat

Soto Banjar Bang Amat